7. Sistem Pakar dan Manfaat dan Keterbataan Sistem Pakar

A. Pendahuluan

Ketika hendak membuat suatu keputusan yang komplek atau memecahkan masalah, seringkali kita meminta nasehat atau berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman spesifik dalam suatu bidang; misalnya pakar komputer, pakar uji tak merusak, pakar politik dan lain-lain. Semakin tidak terstruktur situasinya, semakin mengkhusus (dan mahal) konsultasi yang dibutuhkan.

Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya  Sistem  Pakar  berupa  perangkat  lunak  pengambil  keputusan  yang  mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Ide dasarnya adalah: kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber  kepakaran  yang  lain)  ke  komputer,  pengetahuan  yang  ada  disimpan  dalam komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan- alasannya. Sistem Pakar malahan terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada seorang pakar manusia!

Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non- pakar   dalam   memecahkan   problem   yang   kompleks.   Kepakaran   mempunyai   sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior.

Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar). Proses ini tercakup dalam rekayasa pengetahuan (knowledge engineering) yang akan dibahas kemudian.

B. Manfaat dan Keterbatasan Sistem Pakar

1.  Manfaat Sistem Pakar

Mengapa Sistem Pakar menjadi sangat populer? Hal ini disebabkan oleh sangat banyaknya kemampuan dan manfaat yang diberikan oleh Sistem Pakar, di antaranya:

a.   Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.

b.   Meningkatkan   kualitas,   dengan   memberi   nasehat   yang   konsisten   dan mengurangi kesalahan.

c.   Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas. d.   Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.

e.   Memudahkan akses ke pengetahuan.

f.   Handal. Sistem Pakar tidak pernah menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem  Pakar  juga  secara  konsisten  melihat  semua  detil  dan  tidak  akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi yang potensial.

g.   Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi .

h.   Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional, Sistem Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat merespon dengan: “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan memberikan jawabannya.

i.    Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.

j.    Meningkatkan   kemampuan   problem   solving,   karena   mengambil   sumber pengetahuan dari banyak pakar.

k.   Meniadakan kebutuhan perangkat yang mahal. l.   Fleksibel.

 

2.  Keterbatasan Sistem Pakar

Metodologi  Sistem  Pakar  yang  ada  tidak  selalu  mudah,  sederhana  dan efektif. Berikut adalah keterbatasan yang menghambat perkembangan Sistem Pakar:

a.   Pengetahuan yang hendak diambil tidak selalu tersedia. b.   Kepakaran sangat sulit diekstrak dari manusia.

c.   Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem bisa berbeda- beda, meskipun sama-sama benar.

d.   Adalah sangat sulit bagi seorang pakar untuk mengabstraksi atau menjelaskan langkah mereka dalam menangani masalah

e.   Pengguna Sistem Pakar mempunyai batas kognitif alami, sehingga mungkin tidak bisa memanfaatkan sistem secara maksimal.

f.   Sistem Pakar bekerja baik untuk suatu bidang yang sempit.

g.   Banyak pakar yang tidak mempunyai jalan untuk mencek apakah kesimpulan mereka benar dan masuk akal.

h.   Istilah  dan  jargon  yang  dipakai  oleh  pakar  dalam  mengekspresikan  fakta seringkali terbatas dan tidak mudah dimengerti oleh orang lain.

i.   Pengembangan Sistem Pakar seringkali membutuhkan perekayasa pengetahuan (knowledge engineer) yang langka dan mahal.

j.          Kurangnya rasa percaya pengguna menghalangi pemakaian Sistem Pakar.

k.   Transfer pengetahuan dapat bersifat subyektif dan bias.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s