8. Komponen Sistem Pakar

Secara umum, Sistem Pakar biasanya terdiri atas beberapa komponen yang masing- masing berhubungan.

Basis Pengetahuan, berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasi, dan memecahkan masalah. Basis pengetahuan tersusun atas 2 elemen dasar:

1.   Fakta, misalnya: situasi, kondisi, dan kenyataan dari permasalahan yang ada, serta teori dalam bidang itu

2.   Aturan,   yang   mengarahkan   penggunaan   pengetahuan   untuk   memecahkan masalah yang spesifik dalam bidang yang khusus

Mesin  Inferensi  (Inference  Engine),  merupakan  otak  dari  Sistem  Pakar.  Juga dikenal sebagai penerjemah aturan (rule interpreter). Komponen ini berupa program komputer yang menyediakan suatu metodologi untuk memikirkan (reasoning) dan memformulasi kesimpulan. Kerja mesin inferensi meliputi:

1.   Menentukan aturan mana akan dipakai

2.   Menyajikan pertanyaan kepada pemakai, ketika diperlukan.

3.   Menambahkan jawaban ke dalam memori Sistem Pakar.

4.   Menyimpulkan fakta baru dari sebuah aturan

5.   Menambahkan fakta tadi ke dalam memori.

Papan Tulis (Blackboard/Workplace), adalah memori/lokasi untuk bekerja dan menyimpan hasil sementara. Biasanya berupa sebuah basis data.

Antarmuka Pemakai (User Interface). Sistem Pakar mengatur komunikasi antara pengguna dan komputer. Komunikasi ini paling baik berupa bahasa alami, biasanya disajikan dalam bentuk tanya-jawab dan kadang ditampilkan dalam bentuk gambar/grafik. Antarmuka yang lebih canggih dilengkapi dengan percakapan (voice communication).

Subsistem   Penjelasan   (Explanation   Facility).   Kemampuan   untuk   menjejak (tracing) bagaimana suatu kesimpulan dapat diambil merupakan hal yang sangat penting untuk  transfer  pengetahuan  dan  pemecahan  masalah.  Komponen subsistem  penjelasan harus dapat menyediakannya yang secara interaktif menjawab pertanyaan pengguna, misalnya:

1.   “Mengapa pertanyaan tersebut anda tanyakan?”

2.   “Seberapa yakin kesimpulan tersebut diambil?”

3.   “Mengapa alternatif tersebut ditolak?”

4.   “Apa yang akan dilakukan untuk mengambil suatu kesimpulan?”

5.   “Fakta apalagi yang diperlukan untuk mengambil kesimpulan akhir?”

Sistem Penghalusan Pengetahuan (Knowledge Refining System). Seorang pakar mempunyai sistem penghalusan pengetahuan, artinya, mereka bisa menganalisa sendiri performa mereka, belajar dari pengalaman, serta meningkatkan pengetahuannya untuk konsultasi  berikutnya.  Pada  Sistem  Pakar,  swa-evaluasi  ini  penting  sehingga  dapat menganalisa   alasan   keberhasilan   atau   kegagalan   pengambilan   kesimpulan,   serta memperbaiki basis pengetahuannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s