Algoritma dan Struktur Data : Bab 2

ARRAY & STRUCTURE

2.1 ARRAY
Array merupakan tipe data yang paling sederhana yang paling banyak dipergunakan. Hampir semua bahasa pemrograman menyediakan native data tipe array ini. Pada bab sebelumnya telah dijelaskan bahwa array termasuk tipe data struktur karena array selalu terdiri dari 1 atau lebih tipe data atomik atau struktur lainnya.

Pada umumnya letak elemen array secara logika dan fisikal (letak dimemori) adalah sama. Array selalu terdiri atas 2 bagian; index dan komponen. Setiap index hanya selalu bersisi 1 komponen (hubungan antara index dan komponen adalah one-to-one). Maka dari itu hubungan antar elemen pada array bersifat homogenous.

Dalam bahasa C dideinisikan array 1 dimensi:

char student [4];

index contoh nilai
[0] A
[1] B
[2] C
[3] D

Array bisa diakses secara positional access – pengambilan elemen berdasarkan posisi index, atau dengan associative access – pengambilan elemen berdasarkan isi dari elemen yang bersangkutan.
Karena pencapaian elemen pada positional access dilakukan secara acak, maka dapat disebut juga sebagai random access.
• contoh untuk positional akses

for (i=1; i<=jumax; i++) {
printf(“%d”, a[i]);
}
• contoh untuk associative akses

ketemu = false;
nilaiassociative = 45;
for (i=1; i<=jumax; i++) {
if (a[i] = nilaiassociative) ketemu = true;
}

Jenis operasi yang dapat dilakukan terhadap array adalah:

 Retrieve, yaitu membaca atau mengambil nilai di elemen tertentu didalam array tersebut
 Update, yaitu mengubah nilai di lemen tertentu yang terdapat pada array tersebut.

Dimensi

Dalam bentuknya array dapat kita tinjau dari segi pengaturan struktur datanya dalam konteks dimensi sebagai berikut:
• Array 1-dimensi, contohnya: list, vektor

Perhatikan contoh penggunaan array astudent pada program dibawah ini:

#include <stdio.h>
Main()
{ char student[6];
int i;
student[0] = A;
student[1] = B;
student[2] = C;
student[3] = D;
student[4] = E;
student[5] = F;
for (i = 0; i < 6; i++)
{ printf(“Daftar Mahasiswa:\n”);
printf(“Student[%d] = \n”, i, student[i]);
}
}
Hasil program diatas adalah:

Daftar Mahasiswa:
Student[0] = A
Student[1] = B
Student[2] = C
Student[3] = D
Student[4] = E
Student[5] = F

sda 3

Berikut kita akan membahas array 2-dimensi (5×2) yang diberi nama variabel jual dan dapat kita definisikan sebagai berikut:

A B C D E
F G H I J

Contoh penggunaan array 2 dimensi:

#include <stdio.h>
Main()
{ int jual[2][5];
int i, j, no;
jual[0][0] = 600;
jual[0][1] = 700;
jual[0][2] = 1000;
jual[0][3] = 800;
jual[0][4] = 750;
jual[1][0] = 700;
jual[1][1] = 1000;
jual[1][2] = 800;
jual[1][3] = 750;
jual[1][4] = 450;
printf(“Daftar Penjualan:\n”);
printf(“Senin Selasa Rabu Kamis Jumat\n”);
for (i = 0; i < 2; i++)
{ prinf(%d, no = i + 1)
for (j = 0; j < 5; j++)
printf(“%d”, jual[j][j]);
prinf(“\n”);
}
}

Program diatas membuat daftar penjualan dengan mendefinisikan array 2 dimensi dengan instruksi int jual [2][5];

Table yang dibuat untuk penjualan selama seminggu , yaitu di antara hari senin sampai jum’at , yang diekspresikan melalui panjang array dimensi pertama dengan angka 5. Angka selanjutnya adalah mendefinisikan urutan lainya melalui array di dimensi kedua dengan angka 2. Dengan definisi array 2 dimensi diatas, kita mempunyai array dengan jumlah memori yang dialokasikan sebanyak 10 yang dimulai dari index ke [0][0]s/d index ke [1][4].

Cara melakukan assigment untuk array 2 dimensi tidak banyak berbeda dengan yang kita kenal sebelumnya, yaitu sepertii instruksi jual [0][0] = 600; artinya memory untuk index [0][0] mendapat nilai 600, dan analog untuk lainya. Tulis dengan algoritma untuk menampilkan nilai, seperti :
Tampilkan judul
Selama baris belum habis
Selama kolom belum habis
Tampilkan nilai array
Pindahkan ke baris berikutnya
Lakukan dengan menggunakan instruksi FOR berlapis, seperti ;

for (i = 0; i < 2; i++)
{ prinf(%d, no = i + 1)
for (j = 0; j < 5; j++)
printf(“%d”, jual[j][j]);
prinf(“\n”);
proses pengulangan dilakukan dengan menggunakan variable i dan j untuk running index. Hasil yang didapat adalah ;

daftar penjualan :
Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at
1600 700 1000 800 750
2700 1000 800 750 450

• Array 3-dimensi, contohnya: matriks (3 dimensi)
Contoh array 3 dimensi

for (i = 0; i < 2; i++)
{ prinf(%d, no = i + 1)
for (j = 0; j < 5; j++)
printf(“%d”, jual[j][j]);
prinf(“\n”);

• Array multi-dimensi, pada prinsipnya, secara teori jumlah dimensi dari matriks tidak terbatas, yang membatasi adalah kemampuan hardware dan besar dari memori.

Parameter array:
Untuk penghitungan lokasi/address dari array kita harus mengetahui beberapa parametr array, yaitu:
1) Base address (b)
Alamat (byte pertama) dari array yang di assign pada saat binding time.
Binding time adalah waktu dimana array di assign pada suatu lokasi di memory, bsa pada saat di compile atau di execute.

2) Component Length (L)
Panjangnya memory untuk menyimpan satu komponen (L) tergantung dari tipe dan bahasa pemrograman , misalkan pada Turbo Pascal 7.0 tipe integer mempunyai L = 2, sedangkan pada Turbo C 2.0 integer L = 2 tetapi pada Visual C++ 5.0, integer L = 5;

3) Lower Bound(lk) & Upper Bound(uk)
Lower Bound adalah nilai index yang terkecil, sedangkan upper bound adalah nilai index yang terbesar. Contoh: int a[5], lk = 0 dan uk = 4

4) Dimension (d)
Besarnya dimensi suatu array. Contoh: untuk int a[5], d = 1 sedangkan untuk int s[5][2], d =2
Array Mapping Function (AMF)

Setelah kita mengetahui definisi dari masing-masing parameter array seperti yang dibahas diatas, maka berikutnya kita mempergunakan parameter tersebut dalam perhitungan lokasi (alamat) dari komponen berdasarkan nilai indeksnya, atau yang lebih dikenal dengan istilah Array Mapping Function disingkat AMF

Array Mapping Function (AMF) adalah suatu fungsi pemetaan nilai indeks (i) dari suatu komponen array ke alamat(adress) dari komponen yang bersangkutan

Rumus yang dipergunakan dalam fungsi pemetaan ini adalah :
Addrs (S[i1][i2]…[id]) = C0 + C1 *i1 + C2* i2 +… + Cd*id)

dimana:
Cd = L
Ct-1 = (ut-lt +1) * C0 * Ct
C0 = b – (C1*l1) – … – (Cd * ld)

Besar memori M = L * (ui-li + 1) * …*(ud-ld+1)
L = component Length
d = dimension
l1 = lower bound u1= upperbound
b = base address
Untuk lebih memperjelas rumus diatas, akan diberikan contoh perhitungan AMF.

Array 1 dimensi
Int S[5];
Diketahui b = 500, L = 2
l1 = 0, u1 = 4
C1 = L= 2
Error! Not a valid link.)
= 500 – (0 * 2)
= 500

Addrs S[i] = c0 + c1 * i1  Addrs (S[1] )= 500 + 2 * 1 = 502
Addrs (S[2]) = 500 + 2 * 2 = 504
Dan seterusnya sampai S[4].
2.2 STRUCTURE
Structure pada C identik dengan Record pada bahasa Pascal. Structure merupakan kumpulan dari satu atau beberapa variabel yang mempunyai tipe sama atau berbeda (heterogeneous). Variabel didalam structure disebut dengan nama komponen, field, elemen atau members.
Bentuk umum deklarasi structure pada C adalah:

struct<structname>{
<type><elemen_name1>;
<type><elemen_name2>;


} <structure_variable>;

Contoh:
struct Mahasiswa{
char Nim[10];
char nama[20];
float ip;
int semester;
};

Setelah structure terdefinisi, apabila ada variabel baru yang bertipekan structure tadi, maka:
struct Mahasiswa X;

atau bisa dideklarasikan langsung setelah deklarasi structure:
struct Mahasiswa{
char Nim[10];
char nama[20];
float ip;
int semester;
}; X, Y;

Cara akses field
 Bentuk umum:
<structure_variable>.<field_name>
<structure_pointer><field_name>
Contoh:
X.semester=4;
X.ip=3.75;
Mahasiswa *ptr=&X;
ptrsemester=4;
ptrip=3.75;

 Membaca data dari keyboard
scanf(“%d”,&X.semester);
scanf(“%s”,&X.nama);
 Besar memori yang dipergunakan oleh structure sama dengan jumlah memori yang diperlukan oleh setiap field-nya.

Parameter Structure
 Lokasi basis/ base address (b)
 Field List
 Field Length

Perhitungan Memori
Alamat Field= base location + offset.

Contoh:
Jika base location = 500, dan komponen length dari tipe integer = 2

sruct Tgl{
int tanggal;
int bulan;
int tahun;
};

struct Peg{
int NIP;
Tgl mulai_bekerja;
Tgl berhenti;
};

Nama field Field type Panjang field Offset
NIP Int 2 0
Mulai Keja Tgl 6 2
-Tanggal Int 2 2
– Bulan Int 2 4
– Tahun Int 2 6
Berhenti Tgl 6 8
– Tanggal Int 2 8
– Bulan Int 2 10
– Tahun Int 2 12

Lokasi field berhenti = base location + offset
= 500 + 8 = 508
Lokasi field berhenti.tahun = 500 + 12 = 512

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s