Kendali Program (Seleksi if)

Permasalahan seleksi terjadi karena ada beberapa pilihan yang harus dipilih dari beberapa kondisi yang hadir, pilihan sukses/bernilai benar yang diharapkan mendukung proses pencapaian hasil/solusi.

Ada dua macam pernyataan berkondisi dalam C++ yaitu:

1. pernyataan if

2. pernyataan switch

Untuk setiap kondisi mempunyai value TRUE atau FALSE dalam nilai kebenaran logika. Setiap kondisi dapat menggunakan operator logika seperti “<“, “>”, “<=”, “>=”, “!=”, “==”, “&&”, dan “||” .

Pernyataan IF

Sintak (Tata cara penulisan) :

Bentuk 1.        if (Kondisi) pernyataan;

Bentuk 2.        if (Kondisi) { Blok pernyataan; }

Bentuk 3.        if (kondisi1) pernyataan1;

else if (kondisi2) pernyataan2;

∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷

dan seterusnya

∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷

else if (kondisiN) pernyataanN;

else pernyataan;

Bentuk 4.        if (kondisi1) { Blok pernyataan1; }

else if (kondisi2) { Blok pernyataan2; }

∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷

dan seterusnya

∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷∷

else if (kondisiN) { Blok pernyataanN; }

else { Blok pernyataan; }

Note: –    Tanda “{ }” digunakan untuk membatasi beberapa pernyataan/ blok pernyataan dan setiap blok pernyataan mempunyai >1 pernyataan.

–    Setiap pernyataan selalu berakhir dengan tanda “;”

 Ilustrasi contoh:

Untuk mendapatkan bilangan genap dan ganjil maka akan dilakukan seleksi menggunakan “MOD” yang dalam bahasa C++ diberikan kode “%”. MOD merupakan sisa pembagian dua buah bilangan, 5 mod 3 yaitu sisa pembagian 5 dan 3 adalah 2. Karena x mod 2 memberikan value 1 atau 0, dua pilihan genap atau ganjil sehingga,

if(x % 2==0) cout<<” bilangan genap”;

else //x % 2==1

cout<<” bilangan ganjil”;

contoh :

#include “iostream” //preprocessor directive bagi cin, cout

#include “conio.h”  //preprocessor directive bagi getche()

using namespace std;

void main()

{

Sebuah Kondisi

short x=5,y=10;//inisialisasi atau pemberian nilai awal if(x>y)

{ cout<<“X=”<<x;

cout<<” bilangan terbesar “;

Sebuah Blok pernyataan

 

}

if(x<y) cout<<“Y=”<<y<<” bilangan terbesar “;

if(x==y) cout<<“bilangannya sama yaitu “<<x;

getche();

Sebuah pernyatan

}                      getchar(); getche(); getch(); gets(); //termasuk inputan

hasil program:  Y=10 bilangan terbesar

Penjelasan program:

Program di atas  memperlihatkan dua  buah bilangan yaitu 5  dan 10  yang  dimasukkan akan diseleksi dengan beberapa kondisi. Kondisi x>y atau 5>10(bernilai False) maka blok pernyataan tersebut  tidak  akan  dijalankan.  Kondisi  x<y  (bernilai  True)  maka  pernyataan  “10  bilangan terbesar” akan ditampilkan. Kondisi x==y (bernilai False) maka pernyataan setelahnya tidak akan dijalankan.

Iklan

Pengenalan Bahasa Visual C++

Program adalah kumpulan pernyataan/argumen yang disusun secara sistematis dan logis, implementasi ke dalam bahasa pemrograman tertentu (assembler/terstruktur/orientasi objek) untuk menyelesaikan permasalahan.

Sebuah  program  dibuat  untuk  memecahkan/memberikan  solusi  masalah  yang  dibuat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.   Ada Input (nilai masukan)

2.   Ada Proses

3.   Ada Output (nilai keluaran)

4.   Memiliki instruksi/perintah yang jelas dan tidak Ambigu (membingungkan)

5.   Harus mempunyai titik Stopping Role (pemberhentian iterasi). Dalam membuat kode  program terdapat tiga jenis kesalahan umum, yaitu:

1.   Syntax Error  yaitu kesalahan dalam tata cara penulisan program. Contoh: kurang tanda”;” setiap pernyataan, kata cadangan dijadikan nama variabel, preprocessor sebagai compiler yang tidak lengkap, penggunaan tipe data yang salah untuk sebuah proses, dan lain-lain.

2.   Runtime  Error  yaitu  kesalahan  pada  saat  program  dijalankan  atau  didebug  (eksekusi).

Contoh: operasi yang belum melakukan inisiasi variabel, perulangan terus menerus tanpa pemberhentian dan lain-lain.

3.   Logic Error yaitu kesalahan tata urut dan definisi operasi dalam program atau kesalahan pada logika program. Contoh: memasukkan nilai yang tidak sesuai dengan tipe data, kesalahan operasi (rumus/aturan perhitungan), dan lain-lain.

Dalam membuat sebuah program, sintak atau tata cara penulisan program selalu berpedoman terhadap struktur program tertentu. Struktur bahasa visual C++ terdiri dari 4 (empat) bagian

utama yaitu:

1.   Bagian komentar yang ditandai dengan symbol “//” untuk komentar per baris dan pasangan

“/* … */” untuk beberapa baris komentar.

2.   Bagian  pengarah  compiler  (preprocessor  directive)  yang  ditandai  dengan  symbol  “#”.

Penterjemah  bahasa  program  ada  dua  yaitu  interpreter  dan  compiler.  Interpreter  akan menterjemahkan baris demi baris kode program ke dalam bahasa mesin

3. Bagian deklarasi identifier, bagian pengenalan variabel-variabel beserta tipe data yang digunakan

4.   Bagian badan program (isi program), deskripsi program berupa kumpulan pernyataan terkait permasalahan yang dibahas.

Operator dan Tipe Data

Operator Aritmatika

Operator Aritmatika senantiasa berhubungan dengan bilangan (angka), hasil perhitungan dari operator aritmatika berbentuk bilangan (angka). Sedangkan operator Boolean berhubungan dengan ekspresi (ungkapan) logika matematika dan menghasilkan nilai TRUE atau FALSE.

Tabel Operator Aritmatika

Hirarki Operator

Keterangan

I

^

Pangkat

II

*, /,div,mod Kali dan Bagi

III

+,-

Tambah dan Kurang

Ada dua buah tipe bilangan yang dipresentasikan dalam modul ini,  integer disebut dengan bilangan bulat dan real disebut dengan bilangan bulat dan berkoma. Tetapi pada umumnya bilangan berkoma sering disebut dengan bilangan real.

a. Kali (*)

Operator ini digunakan untuk mengalikan bilangan. Bisa bekerja pada bilangan bulat atau bilangan real. Adapun input dan output data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

integer * integer = integer —contoh : 5*5 = 25 integer * real = real —contoh: 3*0.5 = 1.5

real * real = real — contoh:0.3*0.3 = 0.09

b.  Bagi ( / )

Operator berikut dipergunakan untuk operasi pembagian bilangan. Operasi ini juga bisa dilakukan  pada  bilangan  bulat  ataupun  bilangan  real.  Perlu  diingat  adalah  hasil  dari

pembagian selalu bernilai real (bulat dan pecahan). Adapun input dan output data yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

integer / integer = real —contoh: 5/2 =2,5

integer / real = real — contoh: 5/0,4 = 5/(4/10) = (5*10)/4 =25/2 =12,5 real / real = real — contoh: 3,5/3,5 =1,0  atau

0,2/ 0,6 =(2/10)/(6/10) =2/6=1/3 =0,33

c.   Tambah ( + )

ini adalah operator untuk operasi penambahan bilangan. Operasi bisa dilakukan pada bilangan bulat ataupun bilangan real.:

integer + integer = integer — contoh:10 + 20 =30 integer + real = real — contoh: 40 +5,5 = 45,5 real + real = real — contoh: 8,8 + 4,4 = 13,2

d.  Kurang ( – )

Operator ini dipergunakan untuk operasi pengurangan bilangan. Operasi bisa dilakukan pada bilangan bulat ataupun bilangan real.

integer – integer = integer — contoh: 50-30 =20  atau 55-70 = 55+(-70) = -15 integer – real = real — contoh: 66-10,5 = 55,5  atau 14- 53,7=15+(-53,7)= -39,7 real – real = real — contoh: 6,6 – 2,3 = 4,3  atau 7,2 – 22,8 = 7,2+ (-22,8)= -15,6

e.   Div

ini adalah operasi untuk memperoleh hasil bagi bernilai bulat. Operasi ini hanya bekerja pada bilangan bulat dan hasilnya juga bulat ke bawah.

integer div integer = integer — Contoh : 7 div 2 = 3  atau 5 div 3=1

f.  Modulo (Mod)

ini adalah operasi untuk memperoleh sisa bagi bulat. Operasi ini hanya bekerja pada bilangan bulat dan hasilnya juga bulat.

integer mod integer = integer —   

Contoh : 11 mod 2 = 1

6 mod 2 = 0

17 mod 3 = 2

g.   Pangkat (^)

Digunakan  untuk  operasi  perpangkatan  bilangan.  Bisa  bekerja  pada  bilangan    real ataupun bulat.

integer ^ integer = integer — contoh : 2^3 = 2*2*2 = 8

real ^ integer = real — contoh : 0,2^3 =0, 2*0,2*0,2 =0, 8

Struktur Bahasa visual C++ terdapat 3 kriteria bentuk sebuah program, yaitu:

1.   Berurutan

2.   Berkondisi (seleksi)

3.   Berulang (iterasi)

Dalam pemrograman C++, variabel dan parameter serta konstanta memiliki tipe data sederhana maupun tipe data terstruktur (majemuk). Deklarasi merupakan pengenalan variabel yang mempunyai tipe data sederhana ataupun majemuk. Setiap variabel mempunyai tipe data agar dapat tersimpan dengan alamat data dalam memori. Besar kecilnya data yang dapat ditampung oleh sebuah variabel tergantung dari tipe data yang diberikan.

Tipe data merupakan jenis data yang diperlukan untuk melakukan input/output data dengan source code dalam bahasa pemrograman tertentu. Adapun tipe data dibagi menjadi beberapa bagian seperti gambar di bawah ini.

Tipe data Sederhana

A.  Tipe data bilangan bulat

Adalah tipe data yang tidak mengandung titik decimal dan bersifat diskrit. Adapun tipe data bilangan bulat sebagai berikut:

Nama Tipe

 

Data

Ukuran

 

(byte)

 

Jangkauan

 

Format

Unsigned short

2

0 s/d 65535

%u

short int (short)

2

-32768 s/d 32767

%d

Int

4

-2147483648 s/d

 

2147483647

%l

long

4

–2147483648 s/d

 

2147483647

%l

 

B.  Tipe data bilangan berkoma

Adalah tipe data yang mengandung titik decimal dan bersifat kontinue. Ada beberapa tipe bilangan seperti ini.

Nama Tipe

Data

Ukuran

(byte)

 

Jangkauan

 

Format

float

4

3.4 E-/+38 (7 digit)

%f

double

8

1.7 E-/+ 308 (15 digit)

%1f

long double

8

1.7 E-/+ 308 (15 digit)

%lf

C.  Tipe karakter dan string

Adalah tipe yang dapat berupa alphabet, angka dan karakter khusus diapit tanda petik tunggal untuk tipe char (format %c) dan tanda petik ganda untuk tipe string (format %s).

D.  Tipe enumerasi

Adalah tipe data yang nilainya didefinisikan telah pasti saat pembuatan tipe tersebut. Nilai dalam tipe tersebut bersifat terurut (sequensial) seperti angka dan huruf. Sintak untuk tipe ini sebagai berikut: enum nama_enumerasi {nil1,nil2,…nilN};

Contoh:

enum hari{senin,selasa,rabu,kamis};

dari contoh di atas urutannya layaknya indek yaitu 0 untuk senin, 1 untuk selasa, 2 untuk rabu dan 3 untuk kamis.

Contoh dalam kode program:

void main()

{     short x; enum hari{senin=0,selasa=3,rabu=7,kamis=10};

cout<<“X=”;cin>>x;

if(x==0)cout<<“Senin”;

else if(x==3)cout<<“Selasa”; else if(x==7)cout<<“Rabu”; else if(x==10)cout<<“Kamis”;

}

E.  Tipe data Boolean

Tipe data ini hanya menampilkan bilangan true (bilangan 1 (satu)) dan false (bilangan 0 (nol)). Bahasa C++ tidak mendefinisikan dengan jelas tipe untuk menampung nilai tersebut. Sehingga diasumsikan bilangan 1 untuk true dan bilangan 0 untuk false.

Contoh tipe data bolean.

#define true 1

#define false 0 atau dengan cara:

typedef enum{true, false}boolean;

#define  merupakan  preprocessor  penunjuk  kompiler  untuk  konstanta  selain menggunakan kata cadangan const.

F.  Tipe data subrange

Perbedaan If-Else dan Switch Case dalam Bahasa C

Bahasa C

Perbedaan If- Else dan Switch Case.

  1. Switch, kondisi hanya dinyatakan dengan bilangan bulat atau karakter/string sedangkan IF-ELSE yang dapat menggunakan operasi seperti <, >, <= dan >=.
  2. Tidak ada konstanta yang sama dalam sebuah switch.
  3. Angka yang digunakan harus berkisar diantara 0 – 255.
  4. Harus menggunakan break,  Gunanya untuk mengakhiri statement.
  5. Ada default, ini bisa dibilang sebagai ‘Else’nya Switch Case.

 

 

 

 

 

Contoh penggunaan If-Else :

 

#include <stdio.h>

#include <stdlib.h>

int main()

{

int kode;

printf(“Masukan Kode [1 atau 2] : \n”);

scanf(“%d”,&kode);

if (kode == 1)

{

printf(“Anda Menginputkan angka 1″);

}

else if (kode == 2)

{

printf(“Anda Menginputkan angka 2″);

}

else

{

printf(“Anda salah menginputkan kode”);

}

return 0;

}

Contoh penggunaan switch-case :

#include <stdio.h>

#include <conio.h>

int main ()

{

int kode;

printf (“Masukan Kode [1 atau 2]? \n”);

scanf (“%d”, &kode);

switch (kode)

{

case 1 :

{

printf (“Anda menginputkan angka 1″);

break;

}

case 2 :

{

printf (“Anda menginputkan angka 2″);

break;}

default :

{

printf (“Anda salah menginputkan Kode”);

break;}

}

return 0;

}

Happy Coding…. ^^

Konsep dasar pemrograman pascal

Perkembangan Pascal

Pascal adalah bahasa tingkat tinggi yang orientasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Prof. Niklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland. Nama pascal diambil sebagai penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematik dan philosophi terkenal abad 17 dari Perancis.

Struktur Program Pascal

Struktur dari suatu program pascal terdiri dari sebuah judul program dan suatu blok program atau badan program. Blok program dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu : bagian deklarasi dan bagian pernyataan. Secara ringkas, struktur suatu program pascal dapat terdiri dari :

Judul program

Blok program

Bagian deklarasi

  • deklarasi label
  • deklarasi konstanta
  • deklarasi tipe
  • deklarasi variable
  • deklarasi prosedur
  • deklarasi fungsi

Bagian pernyataan

Program pascal yang paling sederhana adalah program yang hanya terdiri dari sebuah bagian pernyataan saja.

Program pascal tidak mengenal aturan penulisan di kolom tertentu, jadi boleh ditulis mulai kolom berapapun. Penulisan statement-statement pada contoh program yang menjorok masuk beberapa kolom tidak mempunyai pengaruh diproses, hanya dimaksudkan supaya mempermudah pembacaan program, sehingga akan lebih terlihat bagian-bagiannya, dan baik untuk dokumentasi.

Judul program sifatnya optional dan tidak signifikan didalam program. Jika ditulis dapat digunakan untuk memberi nama program dan daftar dari parameter tentang komunikasi program dengan lingkungannya yang sifatnya sebagai dokumentasi saja. Judul program bila ditulis harus terletak pada awal dari program dan diakhiri dengan titik koma.

Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman adalah teknik komunikasi standar untuk mengekspresikan instruksi kepada komputer. Layaknya bahasa manusia, setiap bahasa memiliki tata tulis dan aturan tertentu.

Bahasa pemrograman memfasilitasi seorang programmer untuk secara spesifik apa yang akan dilakukan oleh komputer selanjutnya, bagaimana data tersebut disimpan dan dikirim, dan apa yang akan dilakukan apabila terjadi kondisi yang variatif.

Bahasa pemrograman dapat diklasifikasikan menjadi tingkat rendah, menengah, dan tingkat tinggi. Pergeseran tingkat dari rendah menuju tinggi menunjukkan kedekatan terhadap ”bahasa manusia”.

Kategori Bahasa Pemrograman ;

1. Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi

Merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri-ciri mudah dimengerti karena kedekatannya terhadap bahasa sehari – hari. Sebuah pernyataan program diterjemahkan kepada sebuah atau beberapa mesin dengan menggunakan compiler.

Sebagai contoh adalah : JAVA, C++, .NET

2. Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah

Bahasa pemrograman generasi pertama. Bahasa jenis ini sangat sulit dimengerti karena instruksinya menggunakan bahasa mesin. Disebut juga dengan bahasa assembly merupakan bahasa dengan pemetaan satu – persatu terhadap instruksi komputer. Setiap intruksi assembly diterjemahkan dengan menggunakan assembler.

3. Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah

Dimana penggunaan instruksi telah mendekati bahasa sehari – hari, walaupun masih cukup sulit untuk dimengerti karena menggunakan singkatan – singkatan seperti STO yang berarti simpan (STORE) dan MOV yang artinya pindah (MOVE). Yang tergolong dalam bahasa ini adalah Fortran.

Syarat Algoritma

Syarat algoritma yang baik menurut Donald E. Knuth harus memenuhi lima hal berikut ini:

  1. Finiteness

Algoritma yang baik harus ada akhir atau berhenti setelah mengerjakan sederetan instruksi. Algoritma yang tiada akhir atau tidak dapat berhenti bukan merupakan algoritma yang baik.

2. Defineteness

Setiap langkah algoritma harus didefinisikan dengan tepat dan jelas sehingga tidak menimbulkan makna ganda(ambiguous). Sebagai contoh, pernyataan “Lakukan langkah di bawah ini beberapa kali”, pernyataan tersebut jelas akan membingungkan karena tidak ada yang membatasi berapa banyak perintah yang harus dijalankan. Bandingkan dengan pernyataan berikut: “Lakukan langkah di bawah ini sebanyak 10 kali”.

3. Input

Algoritma yang baik harus memiliki masukan data untuk diolah. Masukan adalah besaran atau nilai yang diberikan kepada algoritma, masukan biasanya diberikan di awal penulisan. Sebagai contoh, untuk menghitung luas segitiga kita membutuhkan nilai alas dan nilai tinggi, sehingga luas segitiga dapat dihitung.

4. Output

Algoritma yang baik adalah algoritma yang menghasilkan output atau keluaran yang merupakan hasil dari pengolahan data masukan.

5. Effectiveness

Algoritma yang baik adalah algoritma yang mempunyai langkah-langkah  atau instruksi yang effektif yaitu algoritma yang memiliki langkah yang paling sederhana, sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang cukup wajar.

Penulisan Algoritma

Algoritma bersifat programming language independent, yang maksudnya adalah penulisan algoritma tidak terikat dengan bahasa pemrograman tertentu, tetapi algoritma dapat diterapkan untuk berbagai bahasa pemrograman.

Algoritma dapat dituliskan dalam 3 bentuk/ notasi, yaitu:

(1)  Flowchart, penggunaan flowchart lebih menggambarkan urutan instruksi secara visual sehingga memudahkan orang awam dalam membaca urutan instruksi tersebut.

(2)  Bahasa/ notasi alami, contohnya menggunakan Bahasa Indonesia Terstruktur (BIT). Dengan menggunakan bahasa alami maka akan memudahkan pengguna dalam memahami algoritma tersebut, tetapi untuk masalah yang cukup kompleks penggunaan notasi alami tidak disarankan karena akan menyulitkan saat pengkonversian ke dalam bahasa pemrograman. Supaya tidak menyulitkan dalam pembuatan maupun pembacaan algoritma, maka BIT menggunakan beberapa istilah seperti berikut ini:

  • Untuk mendapatkan data masukan, dapat menggunakan kata berikut: isi, baca, masukkan, baca data, baca file.
  • Untuk menyatakan proses penghitungan, dapat menggunakan kata berikut: hitung,  jumlahkan, kurangi, dan sebagainya.
  • Untuk menyatakan proses pemilihan,  dapat menggunakan kata berikut: jika…maka….sebaliknya….akhir jika.
  • Untuk menyatakan proses pengulangan, dapat menggunakan kata berikut: ulangi….sampai…., selama……lakukan,.
  • Untuk menyatakan hasil keluaran, dapat menggunakan pernyataan berikut: tulis, cetak, tampilkan, rekam.

(3)  Pseudocode; adalah notasi yang menyerupai bahasa pemrograman tingkat tinggi, umunya menyerupai bahasa Pascal atau C.

Pseudocode menggunakan beberapa istilah seperti:

  • Untuk mendapatkan data masukan: input, read, get, key-in.
  • Untuk menyatakan proses pemilihan: if…then….; if….then…else….end if.
  • Untuk menyatakan proses pengulangan: repeat…until…; while…do…; for…do….end for; do….while….;
  • Untuk menyatakan hasil keluaran: print, write, display.

Dasar Pemrograman (Definisi Umum)

Program : sederetan instruksi atau perintah (dalam bahasa yang di mengerti oleh komputer) untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu, sehingga menghasilkan suatu keluaran / output yang diharapkan.

–       Algoritma : urutan langkah-langkah atau instruksi-instruksi yang harus dilaksanakan untuk memecahkan masalah.

–       Flowchart : (Diagram alur) adalah urutan instruksi-instruksi program yang digambarkan dalam bentuk suatu diagram.

Pemrograman adalah sebuah seni dalam menggunakan satu atau lebih algoritma Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun sebuah program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk dapat melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan dalam algoritma, logika, bahasa pemrograman, dan di banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika.

yang saling berhubungan dengan menggunakan sebuah bahasa pemrograman tertentu sehingga menjadi sebuah program komputer. Bahasa pemrograman yang berbeda mendukung gaya pemrograman yang berbeda pula. Gaya pemrograman ini biasa disebut paradigma pemrograman. [wikipedia, 2009]

Pengertian Komputer. Kata komputer berasal dari bahasa Latin yaitu Computare yang artinya menghitung. Dalam bahasa Inggris disebut to compute. Secara definisi komputer diterjemahkan sebagai sekumpulan alat elektronik yang saling bekerja sama, dapat menerima data (input), mengolah data (proses) dan memberikan informasi (output) serta terkoordinasi dibawah kontrol program yang tersimpan di memorinya.