MULTIMEDIA DAN ANIMASI : BAB 8

Selain teks dan gambar-gambar yang menarik, masih ada beberapa fasilitas untuk
mempercantik halaman. Antara lain video, suara latar belakang ataupun animasi.
Untuk menghasilkan animasi, FrontPage XP menyediakan sarana animasi yang
dibangun dengan teknik DHTML (Dynamic HyperText Markup Language).

1 Video
Video memang memiliki daya tarik yang besar pada halaman web, namun
sayangnya video juga menyebabkan ukuran halaman web menggelembung.
Selain itu juga membutuhkan waktu yang lama untuk ditransfer ke browser. Sebagai
perbandingan, perlu waktu 7 hingga 10 detik untuk video berukuran 0,5 MByte saja
(bandingkan dengan kapasitas disket, 1,38 Mbyte).

Jika Anda harus memasang video di dalam situs, Anda seharusnya memberikan
pilihan kepada pemakai untuk memilih apakah mereka akan menampilkan video atau
tidak.

1.1 Memasang Video
Adapun langkah memasang video ke halaman adalah:
1. Pilihlah perintah Insert _ Picture _ Video. Kotak dialog Video tampil.
2. Pada pilihan Files of type tentukan ekstensi file video, misalnya *.avi.
Webmaster Pro Front Page XP
250
3. Anda bisa menggunakan Look in, atau icon-icon di sisi kiri untuk mencari file
Anda, misalnya basket.avi. File tersebut disertakan pada CD buku ini, yaitu di
folder Web8.
4. Setelah mendapatkan file video pilihan, klik Open, sebuah kotak tempat
memutar video akan muncul pada lokasi halaman yang Anda pilih.
Setelah Anda menyisipkan video, Anda tidak akan melihatnya pada FrontPage,
hanya sebuah kotak. Anda baru bisa melihat video di browser atau di tampilan
preview. Selanjutnya Anda dapat mengubah ukuran kotak ini tersebut, memperbesar
misalnya.
Untuk mengatur properti video, klik kanan kotak tersebut dan pilih Picture
Properties. Kotak seperti ditunjukkan dalam Gambar 8.3 akan muncul.
Berikut ini adalah hal yang dapat Anda atur di dalam kotak dialog Picture Properties
tab Video:
· Video Source, Anda dapat mengganti file .avi yang telah Anda pilih dari
kotak ini. Gunakan Browse untuk mencari file video pengganti.
· Show Controls in Browser. Klik kotak cek ini untuk menambahkan sebuah
tombol stop dan sebuah slider pada kotak video di dalam browser. Gunanya
untuk mengontrol video.
· Loop. Untuk memberitahu Browser berapa kali harus memainkan video.
Secara default video akan dimainkan satu kali.
· Forever. Beri tanda cek (dengan cara klik) di sini untuk membuat video
dimainkan secara berulang-ulang.
· Loop Delay. Jika akan memainkan file ini lebih dari sekali, Anda dapat
berhenti sebelum memulainya kembali. Masukkan angka di sini; 1000
berarti 1 detik.
· On File Open. Beri cek di sini jika Anda ingin video-nya dimainkan begitu
halaman dipanggil. Sebenarnya videonya akan dimainkan secara otomatis
Webmaster Pro Front Page XP
jika Anda tidak memberi tanda cek di sini, kecuali Anda memberi tanda cek
pada kotak berikutnya.
· On Mouse Over. Cek di sini jika Anda ingin video dimainkan hanya bila
pointer mouse berada di atas kotak video.
Selain dengan perintah Insert _ Picture _ Video, Anda juga bisa memasang video
ke halaman secara langsung, yaitu dengan drag file video (misalnya basket.avi) ke
lokasi halaman yang Anda inginkan. File basket.avi disertakan pada CD buku ini,
yaitu di folder Web8.
Kemudian untuk mengedit propertinya, klik kanan video yang telah terpasang pada
halaman lalu klik perintah Picture properties, kotak dialog Picture Properties tab
Video akan terbuka.
Selanjutnya Anda bisa mencobanya di browswer dengan klik tombol Preview in
Browser.
1.2 Video plug-in
Selain dengan teknik di atas, FrontPage XP juga menyediakan cara lain pemasangan
video, yaitu dengan plug-in pada web component..

Cara pemasangan Video plug-in adalah:
1. Tentukan lokasi pemasangan video pada halaman.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Advanced Controls . Pada bidang kanan, klik ganda Plugin.
Muncul kotak dialog Plug-in Properties.
Webmaster Pro Front Page XP
4. Pada kotak isian Data Source isikan nama file video. Misalnya Sate.avi. Kalau
Anda lupa nama dan tempatnya, gunakan tombol Browse… untuk mencarinya.
5. Setelah menemukan file tersebut, klik Open. Kembali ke kotak dialog Plug-in
Properties.File tersebut disertakan pada CD buku ini, yaitu di folder Web8.
6. Pada kotak isian Message for browsers without plug-in support, tuliskan
pesan untuk browser yang tidak bisa membuka video ini, misalnya “Browser
Anda tidak bisa membuka file video Sate.avi”.
7. Pada kotak isian Border thickness, Anda bisa menuliskan ukuran garis keliling
bidang layar video.
8. Kalau Anda ingin mengubah ukuran lebar dan tinggi bidang layar video, tuliskan
pada kotak isian Width dan Height.
9. Pada kotak pilihan Alignment, tentukan jenis perataan penempatan bidang layar
video.
10. Pada kotak isian Horizontal spacing dan Vertical spacing, Anda bisa
menuliskan jarak atau spasi bidang layar video.
11. Klik OK.
Selanjutnya Anda bisa mencobanya pada browser.
Tampilan tombol berubah ketika pointer mouse tepat di atasnya Anda bisa menggunakan tombol-tombol yang telah disediakan untuk memainkan video tersebut, seperti tombol Play, Pause, Stop dan seterusnya.

1.3 Mengedit video plug-in
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik tombol lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan tombol.
2. Klik perintah Plug-in Properties, muncul kotak dialog Plug-in Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.

2 Menggunakan suara latar belakang
Apakah Anda ingin menyisipkan suara latar ke halaman? Misalnya sebuah musik
yang lembut. Beginilah caranya:
1. Aktifkan perintah File _ Properties. Muncul kotak dialog Page Properties.
2. Pada kotak dialog tersebut klik tab General .
3. Lalu pada bagian Background sound, tuliskan nama file suara pada kotak isian
Location. Kalau lupa nama file, Anda bisa mencari file suara dengan klik
Browse. Muncul kotak dialog Background Sound untuk mencari file suara.
4. Perhatikan kotak dialog Background Sound, pada kotak pilihan Files of type ,
Anda bisa menggunakan suara dalam berbagai format file, seperti .wav, .mid,
.aif, .aiff, .aifc, .au, .snd dan lain lain. Misalnya file Musica Windows
Start.wav, yang disimpan di dalam folder C:\Windows\Media.
5. Kalau di komputer Anda tidak terdapat file maupun folder tersebut, Anda bisa
menggunakan file suara yang ada, silahkan mencari sendiri. Untuk memudahkan
pencarian, sebelum menggunakan kotak dialog Background Sound, pakailah
kotak dialog Find (Start _Find) dan tuliskan *.wav atau *.mid atau yang
lainnya. Setelah mendapatkan informasi file suara dan folder penyimpannya,
kembalilah ke kotak dialog Background Sound untuk membuka folder tersebut
dan memilih file suara tersebut.
6. Kemudian klik Open, kembali ke kotak dialog Page Properties.
7. Untuk memodifikasi unjuk kerja file suara, misalnya berapa kali suara tersebut
dimainkan, pada kotak Loop isikan berapa kali perulangan akan dilakukan.
Kalau Anda ingin agar diputar terus selama halaman dibuka di browser, klik
kotak cek Forever.
8. Setelah selesai, klik OK.
Karena kita menambahkan suara ke halaman, berarti FrontPage akan menyisipkan
tag <bgsound src=> ke bagian header dari halaman tersebut. Untuk memeriksa hal
ini, klik tab HTML.
Sayangnya, tidak semua browser mampu memainkan suara-suara latar ini. Kalau
bisa memainkan, komputer pemakai belum tentu memiliki perangkat suara seperti
kartu suara (sound card) atau speaker. Padahal kita sudah mengorbankan waktu
pembukaan halaman, tentunya Anda masih ingat bahwa penempelan file ke halaman
akan memperlambat pembukaan halaman. Nah, jadi pertimbangkan masak-masak
untuk memasang file suara ke halaman Anda, daripada sia -sia, lebih baik tidak
menempel file suara.
Namun di luar masalah itu, setelah Anda mempelajari teknik penempelan suara ke
halaman, bukan tidak ada gunanya, bukan sia -sia, setidaknya Anda menjadi lebih
pintar dari sebelumnya.
Baiklah, simpan halaman dengan suara latar tersebut, muncul kotak dialog
penyimpanan file suara (Save Embedded Files), .
Klik OK. Anda bisa memeriksa hasilnya dengan klik tab Preview.
Kalau Anda sempat mencoba membukanya melalui server, akan Anda rasakan
tambahan waktu pembukaan halaman tersebut (lebih lama bila dibandingkan
pembukaan halaman tersebut tanpa tempelan suara)
3 Animasi teks
Berdasarkan cara pemakaiannya, kita bisa membedakan dua jenis animasi, yaitu
animasi teks otomatis dan animasi teks interaktif. Yang dimaksud interaktif adalah,
animasi akan dijalankan apabila ada interaksi dari pemakai. Misalnya animasi akan
dijalankan pada suatu teks apabila seseorang melakukan klik pada teks tersebut.

1.1 Animasi otomatis
Animasi otomatis adalah suatu animasi yang akan dijalankan tanpa menunggu
tindakan dari pemakai, namun berdasarkan kondisi tertentu, misalnya sesaat setelah
halaman dibuka. Berikut ini contoh animasi otomatis. Delapan tampilan berurutan
yang muncul sesaat setelah halaman ditampilkan.

Berikut ini uraian tentang pembuatan animasi otomatis.
1. Buatlah halaman dengan teks yang akan dipasang animasi. Misalnya seperti
berikut ini:
Gambar 8.23 Teks yang akan dipasang animasi
2. Kemudian sorotlah teks tersebut.
3. Aktifkan perintah View _Toolbars _ DHTML Effects. Akan tampil toolbar
DHTML Effects.

Perhatikan bahwa animasi yang disediakan oleh FrontPage XP ini merupakan
Dynamic HTML (DHTML) dan dihasilkan oleh script Java (JScript, yaitu
JavaScript versi Microsoft) Di akhir langkah-langkah ini akan Anda lihat seperti apa
script Java.
4. Pada toolbar DHTML Effects, di kotak pilihan On, pilihlah sebuah event,
misalnya Page load. Artinya animasi akan dijalankan sesaat setelah halaman
(Page) di buka (di-load).
5. Pada kotak pilihan Apply, pilihlah jenis animasi yang akan dijalankan. Misalnya
Spiral. Teks akan digerakkan berpilin seperti bentuk spiral.
6. Simpanlah halaman. Untuk mengujinya, klik tab Preview. Kalau animasi yang
dihasilkan terlalu cepat sehingga Anda tidak bisa mengikutinya, tampilkan pada
browser.

Nah, menarik bukan? Kemudian, seperti apa script Java yang menghasilkan animasi
tersebut? Berikut ini cara melihatnya:
1. Tampilkan Folder List jika belum tampil. Perhatikan pada daftar folder dan file
tersebut kini ada sebuah file bernama Animate.js .
2. Klik ganda file tersebut, Notepad akan membuka isinya, berupa script
pemrograman dalam bahasa Java, 

1.2 Animasi interaktif
Tidak seperti animasi otomatis, animasi interaktif akan mengadakan reaksi atas
tindakan yang dilakukan oleh pemakai. Tindakan tersebut sering disebut event,
contohnya klik, klik ganda, mouse over dan sebagainya. Event bisa dipsangkan ke
objek yang akan menjalankan efek animasi, misalnya suatu teks. Apabila teks
tersebut di-klik oleh pemakai maka format teks tersebut akan berubah, misalnya
berubah warna, ukuran, maupun jenis font. Berikut ini contoh tampilan pertama teks:
Setelah teks di–klik maka formatnya berubah seperti tampilan kedua berikut ini:
Proses tersebut bersifat bolak balik (toggle), klik pertama akan menghasilkan
tampilan kedua, klik sekali lagi akan kembali ke tampilan pertama dan seterusnya.
Cara membuatnya hampir sama dengan pembuatan animasi otomatis, antara lain:

1. Pilihlah teks.
2. Pada toolbar DHTML Effectsm, di kotak pilihan On, pilihlah event yang bukan
Page Load, seperti Mouse Over, Click atau Double Click.
· Click adalah klik teks tersebut
· Double Click berarti klik ganda teks
· Mouse Over adalah pada saat pointer mouse di atas teks. Misalnya Anda
pilih Click.
3. Kemudian pada kotak pilihan Apply, tentukan pilihan Anda. Untuk event Click,
ternyata hanya ada dau pilihan, yaitu Fly out atau Formatting.
4. Fly out berarti teks akan diterbangkan ke luar halaman dan menghilang.
Sedangkan Formatting berarti teks akan diubah formatnya. Misalnya Anda
memilih Formatting.
5. Kemudian pada kotak pilihan di sebelah kotak pilihan Apply, tentukan pilihan
detilnya. Tersedia Choose Border… dan Choose Font…. Masing-masing untuk
mengatur kotak pembatas teks dan untuk mengatur format font. Misalnya kita
pilih yang kedua. Muncul kotak dialog Font.
6. Selanjutnya gunakan kotak dialog Font tersebut untuk mengatur format font
sebagai reaksi atas event klik dari pemakai.
7. Setelah selesai, klik OK.
Anda bisa mencoba hasilnya dengan klik tab Preview, lalu klik teks tersebut, format
baru bagi font tersebut akan diterapkan.
Kalau Anda klik sekali lagi teks tersebut, maka akan kembali ke format semula. Jika
Anda klik lagi, format baru akan ditampilkan ulang, demikian seterusnya.

Selain teks dan gambar-gambar yang menarik, masih ada beberapa fasilitas untuk
mempercantik halaman. Antara lain video, suara latar belakang ataupun animasi.
Untuk menghasilkan animasi, FrontPage XP menyediakan sarana animasi yang
dibangun dengan teknik DHTML (Dynamic HyperText Markup Language).

1 Video
Video memang memiliki daya tarik yang besar pada halaman web, namun
sayangnya video juga menyebabkan ukuran halaman web menggelembung.
Selain itu juga membutuhkan waktu yang lama untuk ditransfer ke browser. Sebagai
perbandingan, perlu waktu 7 hingga 10 detik untuk video berukuran 0,5 MByte saja
(bandingkan dengan kapasitas disket, 1,38 Mbyte).
Jika Anda harus memasang video di dalam situs, Anda seharusnya memberikan
pilihan kepada pemakai untuk memilih apakah mereka akan menampilkan video atau
tidak.

1.1 Memasang Video
Adapun langkah memasang video ke halaman adalah:
1. Pilihlah perintah Insert _ Picture _ Video. Kotak dialog Video tampil.
2. Pada pilihan Files of type tentukan ekstensi file video, misalnya *.avi.
3. Anda bisa menggunakan Look in, atau icon-icon di sisi kiri untuk mencari file
Anda, misalnya basket.avi. File tersebut disertakan pada CD buku ini, yaitu di
folder Web8.
4. Setelah mendapatkan file video pilihan, klik Open, sebuah kotak tempat
memutar video akan muncul pada lokasi halaman yang Anda pilih.
Setelah Anda menyisipkan video, Anda tidak akan melihatnya pada FrontPage,
hanya sebuah kotak. Anda baru bisa melihat video di browser atau di tampilan
preview. Selanjutnya Anda dapat mengubah ukuran kotak ini tersebut, memperbesar
misalnya.
Untuk mengatur properti video, klik kanan kotak tersebut dan pilih Picture
Properties.

Berikut ini adalah hal yang dapat Anda atur di dalam kotak dialog Picture Properties
tab Video:
· Video Source, Anda dapat mengganti file .avi yang telah Anda pilih dari
kotak ini. Gunakan Browse untuk mencari file video pengganti.
· Show Controls in Browser. Klik kotak cek ini untuk menambahkan sebuah
tombol stop dan sebuah slider pada kotak video di dalam browser. Gunanya
untuk mengontrol video.
· Loop. Untuk memberitahu Browser berapa kali harus memainkan video.
Secara default video akan dimainkan satu kali.
· Forever. Beri tanda cek (dengan cara klik) di sini untuk membuat video
dimainkan secara berulang-ulang.
· Loop Delay. Jika akan memainkan file ini lebih dari sekali, Anda dapat
berhenti sebelum memulainya kembali. Masukkan angka di sini; 1000
berarti 1 detik.
· On File Open. Beri cek di sini jika Anda ingin video-nya dimainkan begitu
halaman dipanggil. Sebenarnya videonya akan dimainkan secara otomatis
jika Anda tidak memberi tanda cek di sini, kecuali Anda memberi tanda cek
pada kotak berikutnya.
· On Mouse Over. Cek di sini jika Anda ingin video dimainkan hanya bila
pointer mouse berada di atas kotak video.
Selain dengan perintah Insert _ Picture _ Video, Anda juga bisa memasang video
ke halaman secara langsung, yaitu dengan drag file video (misalnya basket.avi) ke
lokasi halaman yang Anda inginkan. File basket.avi disertakan pada CD buku ini,
yaitu di folder Web8.
Kemudian untuk mengedit propertinya, klik kanan video yang telah terpasang pada
halaman lalu klik perintah Picture properties, kotak dialog Picture Properties tab
Video akan terbuka.
Selanjutnya Anda bisa mencobanya di browswer dengan klik tombol Preview in
Browser.

1.2 Video plug-in
Selain dengan teknik di atas, FrontPage XP juga menyediakan cara lain pemasangan
video, yaitu dengan plug-in pada web component..
Cara pemasangan Video plug-in adalah:
1. Tentukan lokasi pemasangan video pada halaman.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Advanced Controls . Pada bidang kanan, klik ganda Plugin.
Muncul kotak dialog Plug-in Properties.
4. Pada kotak isian Data Source isikan nama file video. Misalnya Sate.avi. Kalau
Anda lupa nama dan tempatnya, gunakan tombol Browse… untuk mencarinya.
 Pencarian file plug-in
5. Setelah menemukan file tersebut, klik Open. Kembali ke kotak dialog Plug-in
Properties.File tersebut disertakan pada CD buku ini, yaitu di folder Web8.
6. Pada kotak isian Message for browsers without plug-in support, tuliskan
pesan untuk browser yang tidak bisa membuka video ini, misalnya “Browser
Anda tidak bisa membuka file video Sate.avi”.
7. Pada kotak isian Border thickness, Anda bisa menuliskan ukuran garis keliling
bidang layar video.
8. Kalau Anda ingin mengubah ukuran lebar dan tinggi bidang layar video, tuliskan
pada kotak isian Width dan Height.
9. Pada kotak pilihan Alignment, tentukan jenis perataan penempatan bidang layar
video.
10. Pada kotak isian Horizontal spacing dan Vertical spacing, Anda bisa
menuliskan jarak atau spasi bidang layar video.
11. Klik OK. Selanjutnya Anda bisa mencobanya pada browser.
Tampilan tombol berubah ketika pointer mouse tepat di atasnya
Anda bisa menggunakan tombol-tombol yang telah disediakan untuk memainkan
video tersebut, seperti tombol Play, Pause, Stop dan seterusnya.
1.3 Mengedit video plug-in
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik tombol lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan tombol.
2. Klik perintah Plug-in Properties, muncul kotak dialog Plug-in Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.

2 Menggunakan suara latar belakang
Apakah Anda ingin menyisipkan suara latar ke halaman? Misalnya sebuah musik
yang lembut. Beginilah caranya:
1. Aktifkan perintah File _ Properties. Muncul kotak dialog Page Properties.
2. Pada kotak dialog tersebut klik tab General  Kotak dialog Page Properties tab General
3. Lalu pada bagian Background sound, tuliskan nama file suara pada kotak isian
Location. Kalau lupa nama file, Anda bisa mencari file suara dengan klik
Browse. Muncul kotak dialog Background Sound untuk mencari file suara.
4. Perhatikan kotak dialog Background Sound, pada kotak pilihan Files of type ,
Anda bisa menggunakan suara dalam berbagai format file, seperti .wav, .mid,
.aif, .aiff, .aifc, .au, .snd dan lain lain. Misalnya file Musica Windows
Start.wav, yang disimpan di dalam folder C:\Windows\Media.
5. Kalau di komputer Anda tidak terdapat file maupun folder tersebut, Anda bisa
menggunakan file suara yang ada, silahkan mencari sendiri. Untuk memudahkan
pencarian, sebelum menggunakan kotak dialog Background Sound, pakailah
kotak dialog Find (Start _Find) dan tuliskan *.wav atau *.mid atau yang
lainnya. Setelah mendapatkan informasi file suara dan folder penyimpannya,
kembalilah ke kotak dialog Background Sound untuk membuka folder tersebut
dan memilih file suara tersebut.
6. Kemudian klik Open, kembali ke kotak dialog Page Properties.
7. Untuk memodifikasi unjuk kerja file suara, misalnya berapa kali suara tersebut
dimainkan, pada kotak Loop isikan berapa kali perulangan akan dilakukan.
Kalau Anda ingin agar diputar terus selama halaman dibuka di browser, klik
kotak cek Forever.
8. Setelah selesai, klik OK.
Karena kita menambahkan suara ke halaman, berarti FrontPage akan menyisipkan
tag <bgsound src=> ke bagian header dari halaman tersebut. Untuk memeriksa hal
ini,
Sayangnya, tidak semua browser mampu memainkan suara-suara latar ini. Kalau
bisa memainkan, komputer pemakai belum tentu memiliki perangkat suara seperti
kartu suara (sound card) atau speaker. Padahal kita sudah mengorbankan waktu
pembukaan halaman, tentunya Anda masih ingat bahwa penempelan file ke halaman
akan memperlambat pembukaan halaman. Nah, jadi pertimbangkan masak-masak
untuk memasang file suara ke halaman Anda, daripada sia -sia, lebih baik tidak
menempel file suara.
Namun di luar masalah itu, setelah Anda mempelajari teknik penempelan suara ke
halaman, bukan tidak ada gunanya, bukan sia -sia, setidaknya Anda menjadi lebih
pintar dari sebelumnya.
Baiklah, simpan halaman dengan suara latar tersebut, muncul kotak dialog
penyimpanan file suara (Save Embedded Files), Kotak dialog Save Embedded Files
Klik OK. Anda bisa memeriksa hasilnya dengan klik tab Preview.
Kalau Anda sempat mencoba membukanya melalui server, akan Anda rasakan
tambahan waktu pembukaan halaman tersebut (lebih lama bila dibandingkan
pembukaan halaman tersebut tanpa tempelan suara)

3 Animasi teks
Berdasarkan cara pemakaiannya, kita bisa membedakan dua jenis animasi, yaitu
animasi teks otomatis dan animasi teks interaktif. Yang dimaksud interaktif adalah,
animasi akan dijalankan apabila ada interaksi dari pemakai. Misalnya animasi akan
dijalankan pada suatu teks apabila seseorang melakukan klik pada teks tersebut.

1.1 Animasi otomatis
Animasi otomatis adalah suatu animasi yang akan dijalankan tanpa menunggu
tindakan dari pemakai, namun berdasarkan kondisi tertentu, misalnya sesaat setelah
halaman dibuka. Berikut ini contoh animasi otomatis. Delapan tampilan berurutan
yang muncul sesaat setelah halaman ditampilkan.

Berikut ini uraian tentang pembuatan animasi otomatis.
1. Buatlah halaman dengan teks yang akan dipasang animasi. Misalnya seperti
berikut ini:
Gambar 8.23 Teks yang akan dipasang animasi
2. Kemudian sorotlah teks tersebut.
3. Aktifkan perintah View _Toolbars _ DHTML Effects. Akan tampil toolbar
DHTML Effects.
Perhatikan bahwa animasi yang disediakan oleh FrontPage XP ini merupakan
Dynamic HTML (DHTML) dan dihasilkan oleh script Java (JScript, yaitu
JavaScript versi Microsoft) Di akhir langkah-langkah ini akan Anda lihat seperti apa
script Java.
4. Pada toolbar DHTML Effects, di kotak pilihan On, pilihlah sebuah event,
misalnya Page load. Artinya animasi akan dijalankan sesaat setelah halaman
(Page) di buka (di-load).
5. Pada kotak pilihan Apply, pilihlah jenis animasi yang akan dijalankan. Misalnya
Spiral. Teks akan digerakkan berpilin seperti bentuk spiral.
6. Simpanlah halaman. Untuk mengujinya, klik tab Preview. Kalau animasi yang
dihasilkan terlalu cepat sehingga Anda tidak bisa mengikutinya, tampilkan pada
browser.
Nah, menarik bukan? Kemudian, seperti apa script Java yang menghasilkan animasi
tersebut? Berikut ini cara melihatnya:
1. Tampilkan Folder List jika belum tampil. Perhatikan pada daftar folder dan file
tersebut kini ada sebuah file bernama Animate.js .
2. Klik ganda file tersebut, Notepad akan membuka isinya, berupa script
pemrograman dalam bahasa Java, seperti Gambar 8.26.

1.2 Animasi interaktif
Tidak seperti animasi otomatis, animasi interaktif akan mengadakan reaksi atas
tindakan yang dilakukan oleh pemakai. Tindakan tersebut sering disebut event,
contohnya klik, klik ganda, mouse over dan sebagainya. Event bisa dipsangkan ke
objek yang akan menjalankan efek animasi, misalnya suatu teks. Apabila teks
tersebut di-klik oleh pemakai maka format teks tersebut akan berubah, misalnya
berubah warna, ukuran, maupun jenis font. Berikut ini contoh tampilan pertama teks:

Selain teks dan gambar-gambar yang menarik, masih ada beberapa fasilitas untuk
mempercantik halaman. Antara lain video, suara latar belakang ataupun animasi.
Untuk menghasilkan animasi, FrontPage XP menyediakan sarana animasi yang
dibangun dengan teknik DHTML (Dynamic HyperText Markup Language).
1 Video
Video memang memiliki daya tarik yang besar pada halaman web, namun
sayangnya video juga menyebabkan ukuran halaman web menggelembung.
Selain itu juga membutuhkan waktu yang lama untuk ditransfer ke browser. Sebagai
perbandingan, perlu waktu 7 hingga 10 detik untuk video berukuran 0,5 MByte saja
(bandingkan dengan kapasitas disket, 1,38 Mbyte).
Jika Anda harus memasang video di dalam situs, Anda seharusnya memberikan
pilihan kepada pemakai untuk memilih apakah mereka akan menampilkan video atau
tidak.
1.1 Memasang Video
Adapun langkah memasang video ke halaman adalah:
1. Pilihlah perintah Insert _ Picture _ Video. Kotak dialog Video tampil.
Gambar 8.1 Kotak dialog Video
2. Pada pilihan Files of type tentukan ekstensi file video, misalnya *.avi.
Webmaster Pro Front Page XP
250
3. Anda bisa menggunakan Look in, atau icon-icon di sisi kiri untuk mencari file
Anda, misalnya basket.avi. File tersebut disertakan pada CD buku ini, yaitu di
folder Web8.
4. Setelah mendapatkan file video pilihan, klik Open, sebuah kotak tempat
memutar video akan muncul pada lokasi halaman yang Anda pilih.
Gambar 8.2 Kotak tempat memutar video
Setelah Anda menyisipkan video, Anda tidak akan melihatnya pada FrontPage,
hanya sebuah kotak. Anda baru bisa melihat video di browser atau di tampilan
preview. Selanjutnya Anda dapat mengubah ukuran kotak ini tersebut, memperbesar
misalnya.
Untuk mengatur properti video, klik kanan kotak tersebut dan pilih Picture
Properties. Kotak seperti ditunjukkan dalam Gambar 8.3 akan muncul.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
251
Gambar 8.3 Bidang Video dalam kotak dialog Image Properties
Berikut ini adalah hal yang dapat Anda atur di dalam kotak dialog Picture Properties
tab Video:
· Video Source, Anda dapat mengganti file .avi yang telah Anda pilih dari
kotak ini. Gunakan Browse untuk mencari file video pengganti.
· Show Controls in Browser. Klik kotak cek ini untuk menambahkan sebuah
tombol stop dan sebuah slider pada kotak video di dalam browser. Gunanya
untuk mengontrol video.
· Loop. Untuk memberitahu Browser berapa kali harus memainkan video.
Secara default video akan dimainkan satu kali.
· Forever. Beri tanda cek (dengan cara klik) di sini untuk membuat video
dimainkan secara berulang-ulang.
· Loop Delay. Jika akan memainkan file ini lebih dari sekali, Anda dapat
berhenti sebelum memulainya kembali. Masukkan angka di sini; 1000
berarti 1 detik.
· On File Open. Beri cek di sini jika Anda ingin video-nya dimainkan begitu
halaman dipanggil. Sebenarnya videonya akan dimainkan secara otomatis
Webmaster Pro Front Page XP
252
jika Anda tidak memberi tanda cek di sini, kecuali Anda memberi tanda cek
pada kotak berikutnya.
· On Mouse Over. Cek di sini jika Anda ingin video dimainkan hanya bila
pointer mouse berada di atas kotak video.
Selain dengan perintah Insert _ Picture _ Video, Anda juga bisa memasang video
ke halaman secara langsung, yaitu dengan drag file video (misalnya basket.avi) ke
lokasi halaman yang Anda inginkan. File basket.avi disertakan pada CD buku ini,
yaitu di folder Web8.
Kemudian untuk mengedit propertinya, klik kanan video yang telah terpasang pada
halaman lalu klik perintah Picture properties, kotak dialog Picture Properties tab
Video akan terbuka.
Gambar 8.4 Video dimainkan di browser
Selanjutnya Anda bisa mencobanya di browswer dengan klik tombol Preview in
Browser. Contohnya seperti Gambar 8.4.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
253
1.2 Video plug-in
Selain dengan teknik di atas, FrontPage XP juga menyediakan cara lain pemasangan
video, yaitu dengan plug-in pada web component..
Cara pemasangan Video plug-in adalah:
1. Tentukan lokasi pemasangan video pada halaman.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
Gambar 8.5 Kotak dialog Insert Web Component
3. Pada bidang kiri, klik Advanced Controls . Pada bidang kanan, klik ganda Plugin.
Muncul kotak dialog Plug-in Properties.
Webmaster Pro Front Page XP
254
Gambar 8.6 Kotak dialog Hover Button Properties
4. Pada kotak isian Data Source isikan nama file video. Misalnya Sate.avi. Kalau
Anda lupa nama dan tempatnya, gunakan tombol Browse… untuk mencarinya.
Gambar 8.7 Pencarian file plug-in
5. Setelah menemukan file tersebut, klik Open. Kembali ke kotak dialog Plug-in
Properties.File tersebut disertakan pada CD buku ini, yaitu di folder Web8.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
255
6. Pada kotak isian Message for browsers without plug-in support, tuliskan
pesan untuk browser yang tidak bisa membuka video ini, misalnya “Browser
Anda tidak bisa membuka file video Sate.avi”.
7. Pada kotak isian Border thickness, Anda bisa menuliskan ukuran garis keliling
bidang layar video.
8. Kalau Anda ingin mengubah ukuran lebar dan tinggi bidang layar video, tuliskan
pada kotak isian Width dan Height.
9. Pada kotak pilihan Alignment, tentukan jenis perataan penempatan bidang layar
video.
10. Pada kotak isian Horizontal spacing dan Vertical spacing, Anda bisa
menuliskan jarak atau spasi bidang layar video.
11. Klik OK. Contoh hasilnya seperti Gambar 8.8.
Gambar 8.8 Pemasangan plug-in video.
Selanjutnya Anda bisa mencobanya pada browser. Contoh hasilnya seperti Gambar
8.9 berikut ini:
Webmaster Pro Front Page XP
256
Gambar 8.9 Tampilan tombol berubah ketika pointer mouse tepat di atasnya
Anda bisa menggunakan tombol-tombol yang telah disediakan untuk memainkan
video tersebut, seperti tombol Play, Pause, Stop dan seterusnya.
1.3 Mengedit video plug-in
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik tombol lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan tombol.
2. Klik perintah Plug-in Properties, muncul kotak dialog Plug-in Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
257
2 Menggunakan suara latar belakang
Apakah Anda ingin menyisipkan suara latar ke halaman? Misalnya sebuah musik
yang lembut. Beginilah caranya:
1. Aktifkan perintah File _ Properties. Muncul kotak dialog Page Properties.
2. Pada kotak dialog tersebut klik tab General (Gambar 8.10).
Gambar 8.10 Kotak dialog Page Properties tab General
3. Lalu pada bagian Background sound, tuliskan nama file suara pada kotak isian
Location. Kalau lupa nama file, Anda bisa mencari file suara dengan klik
Browse. Muncul kotak dialog Background Sound untuk mencari file suara.
Webmaster Pro Front Page XP
258
Gambar 8.11 Kotak dialog Background Sound
4. Perhatikan kotak dialog Background Sound, pada kotak pilihan Files of type ,
Anda bisa menggunakan suara dalam berbagai format file, seperti .wav, .mid,
.aif, .aiff, .aifc, .au, .snd dan lain lain. Misalnya file Musica Windows
Start.wav, yang disimpan di dalam folder C:\Windows\Media. Lihat Gambar
8.12 berikut ini.
Gambar 8.12 Pilihan file dan folder
5. Kalau di komputer Anda tidak terdapat file maupun folder tersebut, Anda bisa
menggunakan file suara yang ada, silahkan mencari sendiri. Untuk memudahkan
pencarian, sebelum menggunakan kotak dialog Background Sound, pakailah
kotak dialog Find (Start _Find) dan tuliskan *.wav atau *.mid atau yang
lainnya. Setelah mendapatkan informasi file suara dan folder penyimpannya,
Bab 8 Multimedia dan Animasi
259
kembalilah ke kotak dialog Background Sound untuk membuka folder tersebut
dan memilih file suara tersebut.
6. Kemudian klik Open, kembali ke kotak dialog Page Properties.
7. Untuk memodifikasi unjuk kerja file suara, misalnya berapa kali suara tersebut
dimainkan, pada kotak Loop isikan berapa kali perulangan akan dilakukan.
Kalau Anda ingin agar diputar terus selama halaman dibuka di browser, klik
kotak cek Forever.
8. Setelah selesai, klik OK.
Karena kita menambahkan suara ke halaman, berarti FrontPage akan menyisipkan
tag <bgsound src=> ke bagian header dari halaman tersebut. Untuk memeriksa hal
ini, klik tab HTML.Lihat Gambar 8.13.
Gambar 8.13 Penambahan teks HTML
Sayangnya, tidak semua browser mampu memainkan suara-suara latar ini. Kalau
bisa memainkan, komputer pemakai belum tentu memiliki perangkat suara seperti
kartu suara (sound card) atau speaker. Padahal kita sudah mengorbankan waktu
pembukaan halaman, tentunya Anda masih ingat bahwa penempelan file ke halaman
akan memperlambat pembukaan halaman. Nah, jadi pertimbangkan masak-masak
untuk memasang file suara ke halaman Anda, daripada sia -sia, lebih baik tidak
menempel file suara.
Namun di luar masalah itu, setelah Anda mempelajari teknik penempelan suara ke
halaman, bukan tidak ada gunanya, bukan sia -sia, setidaknya Anda menjadi lebih
pintar dari sebelumnya.
Baiklah, simpan halaman dengan suara latar tersebut, muncul kotak dialog
penyimpanan file suara (Save Embedded Files), seperti Gambar 8.14.
Webmaster Pro Front Page XP
260
Gambar 8.14 Kotak dialog Save Embedded Files
Klik OK. Anda bisa memeriksa hasilnya dengan klik tab Preview.
Kalau Anda sempat mencoba membukanya melalui server, akan Anda rasakan
tambahan waktu pembukaan halaman tersebut (lebih lama bila dibandingkan
pembukaan halaman tersebut tanpa tempelan suara)
3 Animasi teks
Berdasarkan cara pemakaiannya, kita bisa membedakan dua jenis animasi, yaitu
animasi teks otomatis dan animasi teks interaktif. Yang dimaksud interaktif adalah,
animasi akan dijalankan apabila ada interaksi dari pemakai. Misalnya animasi akan
dijalankan pada suatu teks apabila seseorang melakukan klik pada teks tersebut.
1.1 Animasi otomatis
Animasi otomatis adalah suatu animasi yang akan dijalankan tanpa menunggu
tindakan dari pemakai, namun berdasarkan kondisi tertentu, misalnya sesaat setelah
halaman dibuka. Berikut ini contoh animasi otomatis. Delapan tampilan berurutan
yang muncul sesaat setelah halaman ditampilkan.
Gambar 8. 15 Langkah pertama
Bab 8 Multimedia dan Animasi
261
Gambar 8. 16 Langkah kedua
Gambar 8. 17 Langkah ketiga
Gambar 8. 18 Langkah keempat
Gambar 8. 19 Langkah kelima
Gambar 8. 20 Langkah keenam
Webmaster Pro Front Page XP
262
Gambar 8. 21 Langkah ketujuh
Gambar 8. 22 Langkah kedelapan
Berikut ini uraian tentang pembuatan animasi otomatis.
1. Buatlah halaman dengan teks yang akan dipasang animasi. Misalnya seperti
berikut ini:
Gambar 8.23 Teks yang akan dipasang animasi
2. Kemudian sorotlah teks tersebut.
3. Aktifkan perintah View _Toolbars _ DHTML Effects. Akan tampil toolbar
DHTML Effects.
Gambar 8.24 Toolbar DHTML Effects
Bab 8 Multimedia dan Animasi
263
Perhatikan bahwa animasi yang disediakan oleh FrontPage XP ini merupakan
Dynamic HTML (DHTML) dan dihasilkan oleh script Java (JScript, yaitu
JavaScript versi Microsoft) Di akhir langkah-langkah ini akan Anda lihat seperti apa
script Java.
4. Pada toolbar DHTML Effects, di kotak pilihan On, pilihlah sebuah event,
misalnya Page load. Artinya animasi akan dijalankan sesaat setelah halaman
(Page) di buka (di-load).
5. Pada kotak pilihan Apply, pilihlah jenis animasi yang akan dijalankan. Misalnya
Spiral. Teks akan digerakkan berpilin seperti bentuk spiral.
6. Simpanlah halaman. Untuk mengujinya, klik tab Preview. Kalau animasi yang
dihasilkan terlalu cepat sehingga Anda tidak bisa mengikutinya, tampilkan pada
browser.
Nah, menarik bukan? Kemudian, seperti apa script Java yang menghasilkan animasi
tersebut? Berikut ini cara melihatnya:
1. Tampilkan Folder List jika belum tampil. Perhatikan pada daftar folder dan file
tersebut kini ada sebuah file bernama Animate.js .
Gambar 8.25 File animate.js
2. Klik ganda file tersebut, Notepad akan membuka isinya, berupa script
pemrograman dalam bahasa Java, seperti Gambar 8.26.
Webmaster Pro Front Page XP
264
Gambar 8.26 Script Java
1.2 Animasi interaktif
Tidak seperti animasi otomatis, animasi interaktif akan mengadakan reaksi atas
tindakan yang dilakukan oleh pemakai. Tindakan tersebut sering disebut event,
contohnya klik, klik ganda, mouse over dan sebagainya. Event bisa dipsangkan ke
objek yang akan menjalankan efek animasi, misalnya suatu teks. Apabila teks
tersebut di-klik oleh pemakai maka format teks tersebut akan berubah, misalnya
berubah warna, ukuran, maupun jenis font. Berikut ini contoh tampilan pertama teks:
Gambar 8.27 Sebelum event (klik)
Setelah teks di–klik maka formatnya berubah seperti tampilan kedua berikut ini:
Bab 8 Multimedia dan Animasi
265
Gambar 8.28 Setelah event
Proses tersebut bersifat bolak balik (toggle), klik pertama akan menghasilkan
tampilan kedua, klik sekali lagi akan kembali ke tampilan pertama dan seterusnya.
Cara membuatnya hampir sama dengan pembuatan animasi otomatis, antara lain:
1. Pilihlah teks.
2. Pada toolbar DHTML Effectsm, di kotak pilihan On, pilihlah event yang bukan
Page Load, seperti Mouse Over, Click atau Double Click.
· Click adalah klik teks tersebut
· Double Click berarti klik ganda teks
· Mouse Over adalah pada saat pointer mouse di atas teks. Misalnya Anda
pilih Click.
3. Kemudian pada kotak pilihan Apply, tentukan pilihan Anda. Untuk event Click,
ternyata hanya ada dau pilihan, yaitu Fly out atau Formatting.
4. Fly out berarti teks akan diterbangkan ke luar halaman dan menghilang.
Sedangkan Formatting berarti teks akan diubah formatnya. Misalnya Anda
memilih Formatting.
5. Kemudian pada kotak pilihan di sebelah kotak pilihan Apply, tentukan pilihan
detilnya. Tersedia Choose Border… dan Choose Font…. Masing-masing untuk
mengatur kotak pembatas teks dan untuk mengatur format font. Misalnya kita
pilih yang kedua. Muncul kotak dialog Font.
Webmaster Pro Front Page XP
266
Gambar 8.29 Kotak dialog Font
6. Selanjutnya gunakan kotak dialog Font tersebut untuk mengatur format font
sebagai reaksi atas event klik dari pemakai.
7. Setelah selesai, klik OK.
Anda bisa mencoba hasilnya dengan klik tab Preview, lalu klik teks tersebut, format
baru bagi font tersebut akan diterapkan.
Kalau Anda klik sekali lagi teks tersebut, maka akan kembali ke format semula. Jika
Anda klik lagi, format baru akan ditampilkan ulang, demikian seterusnya.
4 Animasi gambar GIF
Selain kedua jenis animasi tersebut, Anda bisa menggunakan animasi gambar GIF.
Animasi ini dihasilkan oleh sekumpulan gambar dengan format .gif. File animasi ini
memiliki ekstensi yang sama dengan file gambar gif biasa.
Bagimana membedakan keduanya? Clip Organizer akan memberi tanda kuning di
pojok kanan bawah bagi file -file animasi ini.
Kalau gambar sudah terpasang di halaman? Anda bisa mengaktifkan tab Preview
untuk mengujinya. Tampilan preview akan menjalankan animasi.
Bailah, mari kita memasang file animasi GIF ini dengan langkah sebagai berikut:
Bab 8 Multimedia dan Animasi
267
1. Buatlah halaman baru. Lalu bukalah Clip Organizer, yaitu aktifkan Insert _
Picture _ Clip Art. Muncul Task Pane topik Insert Clip Art.
Gambar 8.30 Icon Clip Organizer
2. Klik icon Clip Organizer, lihat Gambar di atas.
3. Setelah Clip Organizer tampil, bukalah folder Office Collections _ Animals.
4. Kemudian carilah gambar yang mengandung tanda animasi, yaitu tanda
berwarna kuning terletak di pojok kanan bawah, lihat Gambar 8.31.
Gambar 8.32 Tanda animasi file .GIF
Webmaster Pro Front Page XP
268
5. Sorotlah salah satu gambar animasi yang Anda inginkan, misalnya gambar itik.
6. Klik gambar tersebut lalu klik perintah Copy.
7. Kembali ke halaman FrontPage, klik kanan lokasi penyisipan gambar lalu klik
perintah Paste. Gambar muncul di lokasi tersebut.
Gambar 8.33 Gambar muncul pada halaman
8. Simpanlah halaman yangmengandung gambar tersebut, pada kotak dialog
penyimpanan gambar, klik OK.
Gambar 8.34 Kotak dialog penyimpanan gambar
9. Tampilkan halaman tersebut pada browser, hasilnya halaman animasi itik dan
anak-anaknya yang lucu.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
269
Gambar 8.35 Urut-urutan animasi GIF
Anda bisa memilih gambar lain dengan cara yang sama seperti uraian di atas.
5 Animasi halaman
Masih tentang animasi, FrontPage XP menyediakan animasi untuk pergantian
halaman, atau lazim disebut transisi.
Animasi ini dipasangkan di antara dua halaman yang dikaitkan dengan hyperlink.
Langkah pemekaiannya adalah:
1. Tentukan sebuah halaman sebagai halaman awal, misalnya seperti Gambar 8.37.
2. Tentukan sebuah halaman sebagai halaman tujuan, misalnya seperti Gambar
8.38. Kita sebut saja sebagai halaman kelinci.
3. Pada halaman awal buatlah teks hyperlink ke halaman kelinci. Misalnya “Buka
halaman kelinci”.
4. Aktifkan Format _Page Transition. Muncul kotak dialog
Webmaster Pro Front Page XP
270
Gambar 8.36 Pilihan Vertical Blind
5. Pada kotak pilihan Event, pilihlah kejadian yang akan memulai transisi
halaman, misalnya Page Exit, artinya efek animasi akan dijalankan pada saat
halaman ini ditutup.
6. Dan pada kotak pilihan Transition effect, pilihlah salah satu efek transisi,
misalnya Vertical blinds . Lalu OK.
7. Sekarang cobalah tampilkan halaman awal di browser (klik tombol Preview in
browser). Hasdilnya seperti Gambar 8.37.
Gambar 8.37 Halaman awal
Bab 8 Multimedia dan Animasi
271
8. Klik hyperlink “Buka halaman kelinci”, browser akan menjalankan animasi
transisi dalam proses membuka halaman tujuan link, seperti Gambar 8.38.
Gambar 8.38 Animasi pergantian halaman
Setelah beberapa waktu selesailah animasi transisi dan terbukalah halaman tujuan,
seperti Gambar 8.39.
Gambar 8.39 Halaman tujuan
Webmaster Pro Front Page XP
272
6 Animasi Marquee (Web Component)
Internet Explorer mendukung fasilitas yang dinamakan Marquee, yaitu banner berisi
teks bergerak.
Marquee juga bisa berisi sebuah link, namun jika Anda tidak ingin terhubung ke
manapun, Anda tinggal menghilangkan beberapa langkah awal contoh di bawah ini.
6.1 Pembuatan marquee
Cara selengkapnya pembuatan marquee adalah:
1. Pada tampilan Page, klik lokasi pemasangan marquee, atau pilihlah teks yang
akan ditampilkan sebagai marquee.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
Gambar 8.40 Kotak dialog Insert Web Component
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects. Pada bidang kanan, klik ganda
Marquee. Muncul kotak dialog Marquee Properties.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
273
Gambar 8.41 Kotak dialog Marquee
4. Pada kotak isian Text, tuliskan teks yang akan dijadikan marquee, misalnya
“Cinta uang adalah akar segala kejahatan”.
5. Pada kelompok Direction, tentukan arah pergerakan, yaitu Left dari kanan ke
kiri, sedangkan Right dari kiri ke kanan.
6. Tentukan kecepatan pergerakan pada kelompok Speed.
· Delay adalah angka lamanya pengunduran (dalam satuan milidetik).
Masing-masing huruf pada marquee memang senantiasa berlompatan.
· Amount adalah jumlah pixel yang loncat setiap kalinya. Makin kecil kedua
angka tersebut maka scrolling-nya akan lebih halus. Delay kecil dikombinasi
dengan Amount besar akan menghasilkan scroll lebih cepat.
7. Kemudian tentukan sifat marquee pada kelompok Behavior.
· Pilihlah Scroll untuk membuat teks bergerak ke ujung marquee yang satu
dan menghilang di ujung satunya.
· Pilih Slide untuk membuat teks bergerak ke ujung yang satu dan akan
berhenti pada saat teks itu tiba di ujung yang lain.
· Dan pilihlah Alternate untuk membuat teks bergerak ke sana ke mari di
sepanjang marquee.
8. Tentukan ukuran marquee pada kotak Size . Anda bisa mengatur lebarnya dalam
persentase tertentu sehingga marquee tersebut tetap berukuran proporsional
terhadap window browser.
9. Secara default marquee diatur untuk menggulung terus menerus. Tetapi Anda
mungkin ingin agar berjalan beberapa saat lalu berhenti. Untuk itu nonaktifkan
Webmaster Pro Front Page XP
274
kotak cek Continuously dan ketikkan sebuah angka dalam kotak Times.
Perhatikan, jika Anda menggunakan pengaturan Slide, marquee ini akan
bergerak sekali, meskipun kotak cek Continuously dalam keadaan terpilih.
10. Kalau Anda ingin memasang warna latar belakang, gunakan Background
Color. Jika browser tidak dapat menampilkan marquee, maka warna latar juga
akan hilang.
11. Klik OK.
Kemudian Anda bisa mencobanya dengan klik tab Preview. Berikut ini contoh uruturutan
tiga tampilan marquee yang bergerak dari kanan ke kiri, Gambar 8.42 sampai
dengan Gambar 8.44.
Gambar 8.42 Tampilan pertama
Gambar 8.43 Tampilan urutan berikutnya
Gambar 8.44 Tampilan urutan beriutnya
Bab 8 Multimedia dan Animasi
275
Setelah mencobanya, kembali ke tab Normal, Anda bisa mengatur format teks sesuai
selera Anda.
Untuk mengedit marquee, pada halaman klik kanan marquee lalu klik perintah
Marquee properties. Kotak dialog akan tampil dan bisa Anda gunakan untuk
mengedit marquee.
6.2 Mengedit marquee
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik marquee la lu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan marquee.
2. Klik perintah Marquee Properties, muncul kotak dialog Marquee Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.
7 Banner Ad Manager
Banner adalah teks melintang dari kiri ke kanan halaman. Pada banner kita bisa
mengatur agar teks yang terpasang bisa bergerak sehingga lebih menarik perhatian.
Hal ini suadh kita bahas sebelumnya, yaitu marquee.
Selanjutnya kita akan membahas pemakaian banner lainnya, yaitu Banner Ad
Manager. Perbedaan banner ini dibandingkan marquee adalah mampu menampilkan
beberapa gambar secara bergantian dan bisa membuka halaman lain karena
mempunyai link.
7.1 Membuat Banner Ad Manager
Sarana pembuatnya juga sama dengan pembuat marquee, yaitu Web Component.
Cara pembuatannya adalah:
1. Tentukan halaman yang akan digunakan sebagai tujuan link, kalau perlu buatlah
sebuah halaman baru. Misalnya halaman Kelinci.htm.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
Webmaster Pro Front Page XP
276
Gambar 8.45 Kotak dialog Insert Web Component
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects . Pada bidang kanan, klik ganda Banner
Ad Manager. Muncul kotak dialog Banner Ad Manager Properties.
Gambar 8.46 Kotak dialog Banner Ad Manager Properties
4. Pada kotak isian Width dan Height isikan ukuran lebar dan tinggi banner.
5. Pada kotak pilihan Transition Effect, tentukan jenis animasi transisi penampilan
gambar.
· None , transisi tanpa efek.
· Blinds Horizontal, efek berupa beberapa palang horisontal yang memutar
untuk mengganti gambar.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
277
· Blinds Vertical, efek berupa beberapa palang vertikal yang memutar untuk
mengganti gambar.
· Dissolve , efek memudarnya gambar sampai berganti gambar.
· Box in, efek munculnya kotak dengan gambar lama yang mengecil ke arah
tengah gambar lalu menghilang sehingga gambar baru yang bertugas sebagai
latar belakang bisa tampak penuh.
· Box out, efek munculnya kotak dengan gambar baru dari tengah gambar
yang membesar sehingga menutup seluruh gambar lama.
6. Tentukan lama munculnya gambar pada kotak isian Show each picture for
(seconds):.
7. Pada kotak Link to, tuliskan adress halaman tujuan link. Anda bisa
menggunakan tombol Browse untuk mencarinya.
8. Masukkan gambar-gambar yang akan ditampilkan ke banner. Gunakan tombol
Add… untuk memcari gambar-gambar tersebut.
9. Klik OK.
Anda bisa mencobanya pada browser, perhatikan bahwa banner akan menampilkan
gambar-gambar secara bergantian sesuai urutan yang Anda pasangkan pada kotak
Pictures to Display di kotak dialog Banner Ad Manager.
Kalau Anda klik banner tersebut maka halaman tujuan link akan ditampilkan.
Gambar 8.47 Tampilan Banner Ad Manager di browser
Webmaster Pro Front Page XP
278
7.2 Mengedit Banner Ad Manager
Untuk mengubah ukuran banner, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik banner lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan banner.
2. Klik perintah Banner Ad Manager Properties, muncul kotak dialog Banner Ad
Manager Properties,
3. Anda bisa mengubah pilihan jenis transisi, mengedit lama tampilan atau
mengubah tujuan link.
4. Anda bisa mengatur urutan gambar dengan tombol Move Up dan Move Down.
5. Untuk menghapus gambar klik Remove.
6. Klik OK.
8 Hover Button
Satu lagi animasi yang bisa kita manfaatkan dari FrontPage XP, yaitu animasi pada
tombol yang disebut Hover Button.
Tombol jenis ini memiliki perilaku khusus, yaitu akan mengubah tampilan tombol
sebagai reaksi atas keadaan tertentu. Misalnya warna tombol akan berubah jika
pointer mouse berada tepat di atasnya.
8.1 Membuat Hover Button
Cara pembuatan Hover Button adalah:
1. Tentukan halaman tujuan link. Misalnya halaman Itik.htm.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
279
Gambar 8.48 Kotak dialog Insert Web Component
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects. Pada bidang kanan, klik ganda Hover
Button. Muncul kotak dialog Hover Button Properties.
Gambar 8.49 Kotak dialog Hover Button Properties
4. Pada kotak isian Button Text isikan judul tombol. Misalnya “Animasi itik”.
5. Pada kotak Link to, tuliskan adress halaman tujuan link, dalam contoh ini
Itik.htm. Anda bisa menggunakan tombol Browse untuk mencarinya.
6. Pada kotak pilihan Button color, tentukan warna tombol.
Webmaster Pro Front Page XP
280
7. Pada kotak pilihan Background color, tentukan warna latar.
8. Pada kotak pilihan Effec t, tentukan jenis efek, misalnya Glow.
9. Pada kotak pilihan Effect color, tentukan warna efek.
10. Pada kotak isian Width dan Height isikan ukuran lebar dan tinggi tombol.
11. Klik OK.
Anda bisa mencobanya pada browser, hasilnya akan tampak seperti Gmbar 8.50.
Gambar 8.50 Tampilan awal
Sekarang, cobalah gerakkan pointer mouse ke tombol tersebut, maka tampilannya
akan berubah seperti Gambar 8.51.
Bab 8 Multimedia dan Animasi
281
Gambar 8.51 Tampilan tombol berubah ketika pointer mouse tepat di atasnya
Kalau Anda klik tombol tersebut maka halaman tujuan link akan ditampilkan.
8.2 Mengedit Hover Button
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik tombol lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan tombol.
2. Klik perintah Hover Button Properties, muncul kotak dialog Hover Button
Properties.
Webmaster Pro Front Page XP
282
Gambar 8.49 Kotak dialog Hover Button Properties
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.

Setelah teks di–klik maka formatnya berubah seperti tampilan kedua berikut ini:
Proses tersebut bersifat bolak balik (toggle), klik pertama akan menghasilkan
tampilan kedua, klik sekali lagi akan kembali ke tampilan pertama dan seterusnya.
Cara membuatnya hampir sama dengan pembuatan animasi otomatis, antara lain:
1. Pilihlah teks.
2. Pada toolbar DHTML Effectsm, di kotak pilihan On, pilihlah event yang bukan
Page Load, seperti Mouse Over, Click atau Double Click.
· Click adalah klik teks tersebut
· Double Click berarti klik ganda teks
· Mouse Over adalah pada saat pointer mouse di atas teks. Misalnya Anda
pilih Click.
3. Kemudian pada kotak pilihan Apply, tentukan pilihan Anda. Untuk event Click,
ternyata hanya ada dau pilihan, yaitu Fly out atau Formatting.
4. Fly out berarti teks akan diterbangkan ke luar halaman dan menghilang.
Sedangkan Formatting berarti teks akan diubah formatnya. Misalnya Anda
memilih Formatting.
5. Kemudian pada kotak pilihan di sebelah kotak pilihan Apply, tentukan pilihan
detilnya. Tersedia Choose Border… dan Choose Font…. Masing-masing untuk
mengatur kotak pembatas teks dan untuk mengatur format font. Misalnya kita
pilih yang kedua. Muncul kotak dialog Font.
6. Selanjutnya gunakan kotak dialog Font tersebut untuk mengatur format font
sebagai reaksi atas event klik dari pemakai.
7. Setelah selesai, klik OK.
Anda bisa mencoba hasilnya dengan klik tab Preview, lalu klik teks tersebut, format
baru bagi font tersebut akan diterapkan.
Kalau Anda klik sekali lagi teks tersebut, maka akan kembali ke format semula. Jika
Anda klik lagi, format baru akan ditampilkan ulang, demikian seterusnya.
4 Animasi gambar GIF
Selain kedua jenis animasi tersebut, Anda bisa menggunakan animasi gambar GIF.
Animasi ini dihasilkan oleh sekumpulan gambar dengan format .gif. File animasi ini
memiliki ekstensi yang sama dengan file gambar gif biasa.
Bagimana membedakan keduanya? Clip Organizer akan memberi tanda kuning di
pojok kanan bawah bagi file -file animasi ini.
Kalau gambar sudah terpasang di halaman? Anda bisa mengaktifkan tab Preview
untuk mengujinya. Tampilan preview akan menjalankan animasi.
Bailah, mari kita memasang file animasi GIF ini dengan langkah sebagai berikut:
1. Buatlah halaman baru. Lalu bukalah Clip Organizer, yaitu aktifkan Insert _
Picture _ Clip Art. Muncul Task Pane topik Insert Clip Art.
2. Klik icon Clip Organizer, lihat Gambar di atas.
3. Setelah Clip Organizer tampil, bukalah folder Office Collections _ Animals.
4. Kemudian carilah gambar yang mengandung tanda animasi, yaitu tanda
berwarna kuning terletak di pojok kanan bawah, lihat Gambar 8.31.
5. Sorotlah salah satu gambar animasi yang Anda inginkan, misalnya gambar itik.
6. Klik gambar tersebut lalu klik perintah Copy.
7. Kembali ke halaman FrontPage, klik kanan lokasi penyisipan gambar lalu klik
perintah Paste. Gambar muncul di lokasi tersebut.
8. Simpanlah halaman yangmengandung gambar tersebut, pada kotak dialog
penyimpanan gambar, klik OK.
9. Tampilkan halaman tersebut pada browser, hasilnya halaman animasi itik dan
anak-anaknya yang lucu.
Anda bisa memilih gambar lain dengan cara yang sama seperti uraian di atas.

5 Animasi halaman
Masih tentang animasi, FrontPage XP menyediakan animasi untuk pergantian
halaman, atau lazim disebut transisi.
Animasi ini dipasangkan di antara dua halaman yang dikaitkan dengan hyperlink.
Langkah pemekaiannya adalah:
1. Tentukan sebuah halaman sebagai halaman awal, misalnya seperti Gambar 8.37.
2. Tentukan sebuah halaman sebagai halaman tujuan, misalnya seperti Gambar

8.38. Kita sebut saja sebagai halaman kelinci.
3. Pada halaman awal buatlah teks hyperlink ke halaman kelinci. Misalnya “Buka
halaman kelinci”.
4. Aktifkan Format _Page Transition. Muncul kotak dialog
5. Pada kotak pilihan Event, pilihlah kejadian yang akan memulai transisi
halaman, misalnya Page Exit, artinya efek animasi akan dijalankan pada saat
halaman ini ditutup.
6. Dan pada kotak pilihan Transition effect, pilihlah salah satu efek transisi,
misalnya Vertical blinds . Lalu OK.
7. Sekarang cobalah tampilkan halaman awal di browser (klik tombol Preview in
browser).
8. Klik hyperlink “Buka halaman kelinci”, browser akan menjalankan animasi
transisi dalam proses membuka halaman tujuan link
Setelah beberapa waktu selesailah animasi transisi dan terbukalah halaman tujuan,

6 Animasi Marquee (Web Component)
Internet Explorer mendukung fasilitas yang dinamakan Marquee, yaitu banner berisi
teks bergerak.
Marquee juga bisa berisi sebuah link, namun jika Anda tidak ingin terhubung ke
manapun, Anda tinggal menghilangkan beberapa langkah awal contoh di bawah ini.

6.1 Pembuatan marquee
Cara selengkapnya pembuatan marquee adalah:
1. Pada tampilan Page, klik lokasi pemasangan marquee, atau pilihlah teks yang
akan ditampilkan sebagai marquee.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects. Pada bidang kanan, klik ganda
Marquee. Muncul kotak dialog Marquee Properties.
4. Pada kotak isian Text, tuliskan teks yang akan dijadikan marquee, misalnya
“Cinta uang adalah akar segala kejahatan”.
5. Pada kelompok Direction, tentukan arah pergerakan, yaitu Left dari kanan ke
kiri, sedangkan Right dari kiri ke kanan.
6. Tentukan kecepatan pergerakan pada kelompok Speed.
· Delay adalah angka lamanya pengunduran (dalam satuan milidetik).
Masing-masing huruf pada marquee memang senantiasa berlompatan.
· Amount adalah jumlah pixel yang loncat setiap kalinya. Makin kecil kedua
angka tersebut maka scrolling-nya akan lebih halus. Delay kecil dikombinasi
dengan Amount besar akan menghasilkan scroll lebih cepat.
7. Kemudian tentukan sifat marquee pada kelompok Behavior.
· Pilihlah Scroll untuk membuat teks bergerak ke ujung marquee yang satu
dan menghilang di ujung satunya.
· Pilih Slide untuk membuat teks bergerak ke ujung yang satu dan akan
berhenti pada saat teks itu tiba di ujung yang lain.
· Dan pilihlah Alternate untuk membuat teks bergerak ke sana ke mari di
sepanjang marquee.
8. Tentukan ukuran marquee pada kotak Size . Anda bisa mengatur lebarnya dalam
persentase tertentu sehingga marquee tersebut tetap berukuran proporsional
terhadap window browser.
9. Secara default marquee diatur untuk menggulung terus menerus. Tetapi Anda
mungkin ingin agar berjalan beberapa saat lalu berhenti. Untuk itu nonaktifkan
kotak cek Continuously dan ketikkan sebuah angka dalam kotak Times.
Perhatikan, jika Anda menggunakan pengaturan Slide, marquee ini akan
bergerak sekali, meskipun kotak cek Continuously dalam keadaan terpilih.
10. Kalau Anda ingin memasang warna latar belakang, gunakan Background
Color. Jika browser tidak dapat menampilkan marquee, maka warna latar juga
akan hilang.
11. Klik OK.
Kemudian Anda bisa mencobanya dengan klik tab Preview.

Setelah mencobanya, kembali ke tab Normal, Anda bisa mengatur format teks sesuai
selera Anda.
Untuk mengedit marquee, pada halaman klik kanan marquee lalu klik perintah
Marquee properties. Kotak dialog akan tampil dan bisa Anda gunakan untuk
mengedit marquee.

6.2 Mengedit marquee
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik marquee la lu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan marquee.
2. Klik perintah Marquee Properties, muncul kotak dialog Marquee Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.
7 Banner Ad Manager
Banner adalah teks melintang dari kiri ke kanan halaman. Pada banner kita bisa
mengatur agar teks yang terpasang bisa bergerak sehingga lebih menarik perhatian.
Hal ini suadh kita bahas sebelumnya, yaitu marquee.
Selanjutnya kita akan membahas pemakaian banner lainnya, yaitu Banner Ad
Manager. Perbedaan banner ini dibandingkan marquee adalah mampu menampilkan
beberapa gambar secara bergantian dan bisa membuka halaman lain karena
mempunyai link.

7.1 Membuat Banner Ad Manager
Sarana pembuatnya juga sama dengan pembuat marquee, yaitu Web Component.
Cara pembuatannya adalah:
1. Tentukan halaman yang akan digunakan sebagai tujuan link, kalau perlu buatlah
sebuah halaman baru. Misalnya halaman Kelinci.htm.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects . Pada bidang kanan, klik ganda Banner
Ad Manager. Muncul kotak dialog Banner Ad Manager Properties.
Gambar 8.46 Kotak dialog Banner Ad Manager Properties
4. Pada kotak isian Width dan Height isikan ukuran lebar dan tinggi banner.
5. Pada kotak pilihan Transition Effect, tentukan jenis animasi transisi penampilan
gambar.
· None , transisi tanpa efek.
· Blinds Horizontal, efek berupa beberapa palang horisontal yang memutar
untuk mengganti gambar.
· Blinds Vertical, efek berupa beberapa palang vertikal yang memutar untuk
mengganti gambar.
· Dissolve , efek memudarnya gambar sampai berganti gambar.
· Box in, efek munculnya kotak dengan gambar lama yang mengecil ke arah
tengah gambar lalu menghilang sehingga gambar baru yang bertugas sebagai
latar belakang bisa tampak penuh.
· Box out, efek munculnya kotak dengan gambar baru dari tengah gambar
yang membesar sehingga menutup seluruh gambar lama.
6. Tentukan lama munculnya gambar pada kotak isian Show each picture for
(seconds):.
7. Pada kotak Link to, tuliskan adress halaman tujuan link. Anda bisa
menggunakan tombol Browse untuk mencarinya.
8. Masukkan gambar-gambar yang akan ditampilkan ke banner. Gunakan tombol
Add… untuk memcari gambar-gambar tersebut.
9. Klik OK.
Anda bisa mencobanya pada browser, perhatikan bahwa banner akan menampilkan
gambar-gambar secara bergantian sesuai urutan yang Anda pasangkan pada kotak
Pictures to Display di kotak dialog Banner Ad Manager.
Kalau Anda klik banner tersebut maka halaman tujuan link akan ditampilkan.

7.2 Mengedit Banner Ad Manager
Untuk mengubah ukuran banner, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik banner lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan banner.
2. Klik perintah Banner Ad Manager Properties, muncul kotak dialog Banner Ad
Manager Properties,
3. Anda bisa mengubah pilihan jenis transisi, mengedit lama tampilan atau
mengubah tujuan link.
4. Anda bisa mengatur urutan gambar dengan tombol Move Up dan Move Down.
5. Untuk menghapus gambar klik Remove.
6. Klik OK.
8 Hover Button
Satu lagi animasi yang bisa kita manfaatkan dari FrontPage XP, yaitu animasi pada
tombol yang disebut Hover Button.
Tombol jenis ini memiliki perilaku khusus, yaitu akan mengubah tampilan tombol
sebagai reaksi atas keadaan tertentu. Misalnya warna tombol akan berubah jika
pointer mouse berada tepat di atasnya.

8.1 Membuat Hover Button
Cara pembuatan Hover Button adalah:
1. Tentukan halaman tujuan link. Misalnya halaman Itik.htm.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects. Pada bidang kanan, klik ganda Hover
Button. Muncul kotak dialog Hover Button Properties.
4. Pada kotak isian Button Text isikan judul tombol. Misalnya “Animasi itik”.
5. Pada kotak Link to, tuliskan adress halaman tujuan link, dalam contoh ini
Itik.htm. Anda bisa menggunakan tombol Browse untuk mencarinya.
6. Pada kotak pilihan Button color, tentukan warna tombol.
7. Pada kotak pilihan Background color, tentukan warna latar.
8. Pada kotak pilihan Effec t, tentukan jenis efek, misalnya Glow.
9. Pada kotak pilihan Effect color, tentukan warna efek.
10. Pada kotak isian Width dan Height isikan ukuran lebar dan tinggi tombol.
11. Klik OK.
Anda bisa mencobanya pada browser,
Sekarang, cobalah gerakkan pointer mouse ke tombol tersebut, maka tampilannya
akan berubah

Tampilan tombol berubah ketika pointer mouse tepat di atasnya
Kalau Anda klik tombol tersebut maka halaman tujuan link akan ditampilkan.

8.2 Mengedit Hover Button
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik tombol lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan tombol.
2. Klik perintah Hover Button Properties, muncul kotak dialog Hover Button
Properties.
Webmaster Pro Front Page XP
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.

Selain kedua jenis animasi tersebut, Anda bisa menggunakan animasi gambar GIF.
Animasi ini dihasilkan oleh sekumpulan gambar dengan format .gif. File animasi ini
memiliki ekstensi yang sama dengan file gambar gif biasa.
Bagimana membedakan keduanya? Clip Organizer akan memberi tanda kuning di
pojok kanan bawah bagi file -file animasi ini.
Kalau gambar sudah terpasang di halaman? Anda bisa mengaktifkan tab Preview
untuk mengujinya. Tampilan preview akan menjalankan animasi.
Baiklah, mari kita memasang file animasi GIF ini dengan langkah sebagai berikut:
1. Buatlah halaman baru. Lalu bukalah Clip Organizer, yaitu aktifkan Insert _
Picture _ Clip Art. Muncul Task Pane topik Insert Clip Art.
2. Klik icon Clip Organizer, lihat Gambar di atas.
3. Setelah Clip Organizer tampil, bukalah folder Office Collections _ Animals.
4. Kemudian carilah gambar yang mengandung tanda animasi, yaitu tanda
berwarna kuning terletak di pojok kanan bawah, 
5. Sorotlah salah satu gambar animasi yang Anda inginkan, misalnya gambar itik.
6. Klik gambar tersebut lalu klik perintah Copy.
7. Kembali ke halaman FrontPage, klik kanan lokasi penyisipan gambar lalu klik
perintah Paste.
8. Simpanlah halaman yangmengandung gambar tersebut, pada kotak dialog
penyimpanan gambar,
9. Tampilkan halaman tersebut pada browser, hasilnya halaman animasi itik dan anak-anaknya yang lucu.Anda bisa memilih gambar lain dengan cara yang sama seperti uraian di atas.

5 Animasi halaman
Masih tentang animasi, FrontPage XP menyediakan animasi untuk pergantian
halaman, atau lazim disebut transisi.
Animasi ini dipasangkan di antara dua halaman yang dikaitkan dengan hyperlink.
Langkah pemekaiannya adalah:
1. Tentukan sebuah halaman sebagai halaman awal, misalnya.
2. Tentukan sebuah halaman sebagai halaman tujuan,Kita sebut saja sebagai halaman kelinci.
3. Pada halaman awal buatlah teks hyperlink ke halaman kelinci. Misalnya “Buka
halaman kelinci”.
4. Aktifkan Format _Page Transition. Muncul kotak dialog
5. Pada kotak pilihan Event, pilihlah kejadian yang akan memulai transisi
halaman, misalnya Page Exit, artinya efek animasi akan dijalankan pada saat
halaman ini ditutup.
6. Dan pada kotak pilihan Transition effect, pilihlah salah satu efek transisi,
misalnya Vertical blinds . Lalu OK.
7. Sekarang cobalah tampilkan halaman awal di browser (klik tombol Preview in
browser).
8. Klik hyperlink “Buka halaman kelinci”, browser akan menjalankan animasi
transisi dalam proses membuka halaman tujuan link,
Setelah beberapa waktu selesailah animasi transisi dan terbukalah halaman tujuan,
6 Animasi Marquee (Web Component)
Internet Explorer mendukung fasilitas yang dinamakan Marquee, yaitu banner berisi
teks bergerak.
Marquee juga bisa berisi sebuah link, namun jika Anda tidak ingin terhubung ke
manapun, Anda tinggal menghilangkan beberapa langkah awal contoh di bawah ini.

6.1 Pembuatan marquee
Cara selengkapnya pembuatan marquee adalah:
1. Pada tampilan Page, klik lokasi pemasangan marquee, atau pilihlah teks yang
akan ditampilkan sebagai marquee.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects. Pada bidang kanan, klik ganda
Marquee. Muncul kotak dialog Marquee Properties.
4. Pada kotak isian Text, tuliskan teks yang akan dijadikan marquee, misalnya
“Cinta uang adalah akar segala kejahatan”.
5. Pada kelompok Direction, tentukan arah pergerakan, yaitu Left dari kanan ke
kiri, sedangkan Right dari kiri ke kanan.
6. Tentukan kecepatan pergerakan pada kelompok Speed.
· Delay adalah angka lamanya pengunduran (dalam satuan milidetik).
Masing-masing huruf pada marquee memang senantiasa berlompatan.
· Amount adalah jumlah pixel yang loncat setiap kalinya. Makin kecil kedua
angka tersebut maka scrolling-nya akan lebih halus. Delay kecil dikombinasi
dengan Amount besar akan menghasilkan scroll lebih cepat.
7. Kemudian tentukan sifat marquee pada kelompok Behavior.
· Pilihlah Scroll untuk membuat teks bergerak ke ujung marquee yang satu
dan menghilang di ujung satunya.
· Pilih Slide untuk membuat teks bergerak ke ujung yang satu dan akan
berhenti pada saat teks itu tiba di ujung yang lain.
· Dan pilihlah Alternate untuk membuat teks bergerak ke sana ke mari di
sepanjang marquee.
8. Tentukan ukuran marquee pada kotak Size . Anda bisa mengatur lebarnya dalam
persentase tertentu sehingga marquee tersebut tetap berukuran proporsional
terhadap window browser.
9. Secara default marquee diatur untuk menggulung terus menerus. Tetapi Anda
mungkin ingin agar berjalan beberapa saat lalu berhenti. Untuk itu nonaktifkan
kotak cek Continuously dan ketikkan sebuah angka dalam kotak Times.
Perhatikan, jika Anda menggunakan pengaturan Slide, marquee ini akan
bergerak sekali, meskipun kotak cek Continuously dalam keadaan terpilih.
10. Kalau Anda ingin memasang warna latar belakang, gunakan Background
Color. Jika browser tidak dapat menampilkan marquee, maka warna latar juga
akan hilang.
11. Klik OK.
Kemudian Anda bisa mencobanya dengan klik tab Preview. Berikut ini contoh uruturutan
tiga tampilan marquee yang bergerak dari kanan ke kiri,
Setelah mencobanya, kembali ke tab Normal, Anda bisa mengatur format teks sesuai
selera Anda.
Untuk mengedit marquee, pada halaman klik kanan marquee lalu klik perintah
Marquee properties. Kotak dialog akan tampil dan bisa Anda gunakan untuk
mengedit marquee.

6.2 Mengedit marquee
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik marquee la lu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan marquee.
2. Klik perintah Marquee Properties, muncul kotak dialog Marquee Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.

7 Banner Ad Manager
Banner adalah teks melintang dari kiri ke kanan halaman. Pada banner kita bisa
mengatur agar teks yang terpasang bisa bergerak sehingga lebih menarik perhatian.
Hal ini suadh kita bahas sebelumnya, yaitu marquee.
Selanjutnya kita akan membahas pemakaian banner lainnya, yaitu Banner Ad
Manager. Perbedaan banner ini dibandingkan marquee adalah mampu menampilkan
beberapa gambar secara bergantian dan bisa membuka halaman lain karena
mempunyai link.

7.1 Membuat Banner Ad Manager
Sarana pembuatnya juga sama dengan pembuat marquee, yaitu Web Component.
Cara pembuatannya adalah:
1. Tentukan halaman yang akan digunakan sebagai tujuan link, kalau perlu buatlah
sebuah halaman baru. Misalnya halaman Kelinci.htm.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects . Pada bidang kanan, klik ganda Banner
Ad Manager. Muncul kotak dialog Banner Ad Manager Properties.
4. Pada kotak isian Width dan Height isikan ukuran lebar dan tinggi banner.
5. Pada kotak pilihan Transition Effect, tentukan jenis animasi transisi penampilan
gambar.
· None , transisi tanpa efek.
· Blinds Horizontal, efek berupa beberapa palang horisontal yang memutar
untuk mengganti gambar.
· Blinds Vertical, efek berupa beberapa palang vertikal yang memutar untuk
mengganti gambar.
· Dissolve , efek memudarnya gambar sampai berganti gambar.
· Box in, efek munculnya kotak dengan gambar lama yang mengecil ke arah
tengah gambar lalu menghilang sehingga gambar baru yang bertugas sebagai
latar belakang bisa tampak penuh.
· Box out, efek munculnya kotak dengan gambar baru dari tengah gambar
yang membesar sehingga menutup seluruh gambar lama.
6. Tentukan lama munculnya gambar pada kotak isian Show each picture for
(seconds):.
7. Pada kotak Link to, tuliskan adress halaman tujuan link. Anda bisa
menggunakan tombol Browse untuk mencarinya.
8. Masukkan gambar-gambar yang akan ditampilkan ke banner. Gunakan tombol
Add… untuk memcari gambar-gambar tersebut.
9. Klik OK.
Anda bisa mencobanya pada browser, perhatikan bahwa banner akan menampilkan
gambar-gambar secara bergantian sesuai urutan yang Anda pasangkan pada kotak
Pictures to Display di kotak dialog Banner Ad Manager.
Kalau Anda klik banner tersebut maka halaman tujuan link akan ditampilkan.

7.2 Mengedit Banner Ad Manager
Untuk mengubah ukuran banner, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik banner lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan banner.
2. Klik perintah Banner Ad Manager Properties, muncul kotak dialog Banner Ad
Manager Properties,
3. Anda bisa mengubah pilihan jenis transisi, mengedit lama tampilan atau
mengubah tujuan link.
4. Anda bisa mengatur urutan gambar dengan tombol Move Up dan Move Down.
5. Untuk menghapus gambar klik Remove.
6. Klik OK.
8 Hover Button
Satu lagi animasi yang bisa kita manfaatkan dari FrontPage XP, yaitu animasi pada
tombol yang disebut Hover Button.
Tombol jenis ini memiliki perilaku khusus, yaitu akan mengubah tampilan tombol
sebagai reaksi atas keadaan tertentu. Misalnya warna tombol akan berubah jika
pointer mouse berada tepat di atasnya.

8.1 Membuat Hover Button
Cara pembuatan Hover Button adalah:
1. Tentukan halaman tujuan link. Misalnya halaman Itik.htm.
2. Aktifkan Insert _ Web Component. Muncul kotak dialog Insert Web
Component.
3. Pada bidang kiri, klik Dynamic Effects. Pada bidang kanan, klik ganda Hover
Button. Muncul kotak dialog Hover Button Properties.
4. Pada kotak isian Button Text isikan judul tombol. Misalnya “Animasi itik”.
5. Pada kotak Link to, tuliskan adress halaman tujuan link, dalam contoh ini
Itik.htm. Anda bisa menggunakan tombol Browse untuk mencarinya.
6. Pada kotak pilihan Button color, tentukan warna tombol.
7. Pada kotak pilihan Background color, tentukan warna latar.
8. Pada kotak pilihan Effec t, tentukan jenis efek, misalnya Glow.
9. Pada kotak pilihan Effect color, tentukan warna efek.
10. Pada kotak isian Width dan Height isikan ukuran lebar dan tinggi tombol.
11. Klik OK.
Sekarang, cobalah gerakkan pointer mouse ke tombol tersebut, maka tampilannya
akan berubah Tampilan tombol berubah ketika pointer mouse tepat di atasnya
Kalau Anda klik tombol tersebut maka halaman tujuan link akan ditampilkan.

8.2 Mengedit Hover Button
Untuk mengubah ukuran tombol, Anda bisa langsung mengubahnya pada halaman,
yaitu klik tombol lalu drag handle.
Sedangkan untuk pengeditan properti lainnya, Anda harus menggunakan kotak
dialog, dengan cara:
1. Pada halaman, klik kanan tombol.
2. Klik perintah Hover Button Properties, muncul kotak dialog Hover Button
Properties.
3. Selanjutnya Anda bisa mengubah properti sesuai keperluan.
4. Klik OK.

MULTIMEDIA DAN ANIMASI BAB 7

TRANSISI, SOUND, DAN DIGITAL VIDEO

Suatu animasi tentu akan terasa agak gersang jika tidak disertai dengan

suara latar yang mendukung animasi tersebut. Misal, kita membuat

animasi orang yang sedang menangis, tentu akan lebih hidup jika

ditambah suara orang menangis. Begitu juga dengan perubahan dari slide

satu ke slide yang lain. Agar lebih halus dan menarik bisa ditambah

dengan efek transisi. Disamping itu, dengan Director kita juga bisa

mengimpor file video dalam format yang paling banyak dipakai,

misalnya Quicktime dan AVI.

Pada bab ini akan dibahas Efek transisi dan penggunaannya,

Implementasi suara ke dalam movie serta cara mengimpor file video,

memainkannya pada stage dan mengatur agar file video tersebut bisa

dimainkan seluruhnya sesuai dengan frame yang telah ditentukan.

 

7.1. Transisi

Pada Director terdapat 52 efek transisi dan dengan transisi kita bisa

menciptakan animasi singkat yang dimainkan di antara frame untuk

menghasilkan perubahan halus saat sprite berpindah, muncul, atau

menghilang.

 

7.1.1. Menambahkan Transisi

Transisi mempunyai channel-nya sendiri yang terletak pada Effect

Channel pada score. Transisi selalu terjadi setelah akhir

frame sprite pertama dan sebelum awal frame sprite kedua tempat

transisi tersebut ditempatkan.

 

Untuk menambah transisi pada movie ikuti langkah berikut:

1. Pada channel transisi, pilih frame pertama dari sprite kedua tempat

kita ingin efek transisi itu terjadi.

2. Pilih Modify > Frame > Transition, atau klik ganda frame pada

channel transisi, akan muncul kotak dialog Frame properties:

Transition.

• Categories: berisi pengelompokan efek-efek transisi ke dalam

kategori-kategori sehingga mempermudah pencarian.

• Transitions: daftar seluruh efek transisi Director.

• Duration: durasi lamanya efek itu akan dimainkan, default rata-rata

transisi adalah 2 detik, Anda bisa mengubahnya dengan mengatur

slider.

• Smoothness: kehalusan efek transisi itu dimainkan. Semakin ke

kiri slider tersebut, efek transisi akan semakin halus, begitu juga

sebaliknya.

• Affects: tidak semua efek mempunyai opsi ini, digunakan untuk

menentukan efek transisi yang ditimbulkan, ada dua pilihan.

– Entire Stage: efek transisi itu berlaku untuk seluruh stage.

– Changing Area Only: efek transisi hanya berlaku pada areal

kita meletakkan efek transisi.

3. Pada kotak dialog Frame properties transition, pilih Category

yang diinginkan.

4. Tentukan Duration, Smoothness dan Affect, jika perlu.

5. Klik OK, Director akan menampilkan nomor cast member sama

dengan nomor cast member transisi yang ada pada cast window.

Contoh 59: Memberi efek transisi.

Berilah transisi pada file Transisi.Dir agar setiap terjadi pertukaran

gambar terdapat efek transisinya.

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan seperti berikut:

1. Bukalah file Transisi_Mulai.Dir, dan simpan kembali dengan

nama Transisi.Dir.

2. Pada score telah terdapat tiga sprite dengan panjang masing-masing

10 frame. Sekarang, aktifkan cast window, klik pada cast member

slot ke-4.

3. Aktifkan effect channel dengan mengklik Hide/Show Effect

Channel.

4. Klik ganda pada frame 10, akan muncul parameter untuk frame

properties: Transition.

5. Kita akan memberi efek transisi, untuk itu klik pada kategori

Wipe, lalu pilih Center Out, Horizontal, klik OK.

6. Mainkan movie, playback head akan bertahan pada frame 10

tersebut selama 2 detik lalu dilanjutkan frame berikutnya, tetapi

tidak ada efek transisi. Mengapa?

7. Sekarang, klik pada efek transisi tersebut lalu sambil menekan

tombol mouse seret ke frame 11

8. Mainkan kembali movie, maka kita akan melihat perubahan dari

gambar pertama ke gambar kedua.

9. Berilah juga efek Other > Random Columns pada frame ke-21,

agar ada perubahan efek transisi dari gambar kedua ke gambar

ketiga.

10. Mainkan movie, dan simpan kembali.

 

7.1.2. Tip Menggunakan Transisi

Berikut beberapa tip untuk diingat ketika menggunakan transisi.

• Untuk memainkan sound ketika transisi terjadi, letakkan sound

pada frame sebelum transisi.

• Jika movie yang diekspor berisi transisi sebagai video digital atau

file gambar PICS, transisi tersebut mungkin tidak akan disertakan.

• Transisi yang terjadi pada sound atau video yang sedang dilakukan

dekompresi, mungkin membutuhkan resource komputer yang lebih

besar daripada yang tersedia pada sistem dengan spesifikasi rendah,

cobalah buat agar durasi transisi bisa lebih pendek dan hindari

transisi kompleks seperti dissolve, membuat movie dengan

spesifikasi rendah akan memastikan movie kita bisa dimainkan di

semua komputer dengan resource yang berbeda.

• Hindari looping pada frame yang mengandung transisi, memainkan

transisi secara terus-menerus bisa merusak perfomance.

 

7.2. Sound

Kita bisa memberikan sound pada movie yang kita buat. Seperti transisi,

sound dimasukkan pada channel khusus, yaitu Sound Channel, pada

Director terdapat dua sound channel (Gambar 7.5). Namun, sebenarnya

jumlah sound channel seluruhnya adalah delapan, yang enam lagi hanya

bisa dikontrol menggunakan behavior atau Lingo. Format file sound yang

didukung oleh Director adalah MP3, AIFF dan WAV.

 

7.2.1. Mengimpor Sound

Dalam Director, sound diimpor menggunakan dua cara, yaitu internal

(standar) dan link, lihat Gambar 7.6. Masing-masing mempunyai

kelebihan dan pemakaiannya bergantung pada kasus.

• Standard: file sound akan diimpor sebagai cast member internal.

Director akan menyimpan data sound ke movie atau file cast, dan

memasukkannya ke RAM seutuhnya sebelum sound ini dimainkan.

Cara ini sangat cocok untuk file sound berukuran kecil, kelebihan

cara ini adalah file sound akan langsung dimainkan begitu cast

member sound dimasukkan ke memori. Kekurangannya adalah

ukuran file movie membesar dan penggunaan file sound yang

berukuran terlalu besar akan banyak menghabiskan pemakaian

memori.

• Link To External File: file sound akan diimpor sebagai eksternal

cast member. Director hanya menyimpan alamat relatif yang

mereferensi ke lokasi file sound tersebut. Dengan demikian, setiap

kali file sound ini dimainkan, Director akan mengimpor data sound

berdasarkan alamat relatif tersebut, sehingga kita harus menyer-
takan file sound tersebut saat kita mendistribusikan movie kita.

Keuntungannya adalah penggunaan memori yang lebih efisien,

terutama untuk komputer yang mempunyai resourse RAM yang

kecil, dan file movie bisa tetap berukuran kecil. Kekurangannya

adalah oleh karena hanya sebagai link, maka perlu waktu untuk

mengimpor data sound setiap kali sound ini dimainkan sehingga

ada delay (keterlambatan) waktu. Besarnya delay ini juga ber-
gantung pada resource komputer yang digunakan untuk memain-
kan movie, biasanya dalam ukuran milidetik. Jika kita lupa

menyertakan file sound tersebut, sound tersebut tidak akan bisa

dimainkan.

Contoh 60: Mengimpor sound metode standar.

Impor sound Crowd laught dan kick ke file Animasi_Bola2.Dir yang

telah kita buat pada Bab 4 dan simpan kembali dengan nama

Animasi_Bola2_Sound.Dir menggunakan metode standar.

Jawab:

 

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut.

1. Buka kembali file Animasi_Bola2.Dir pada Bab 4, lalu klik File >

Save As Animasi_Bola2_Sound.Dir.

2. Klik pada icon Import, dan bukalah folder Sound pada CD penyerta.

3. Sorot file Crowd Laught.mp3 dan Kick.Wav, lihat Gambar 7.7.

4. Oleh karena file sound ini berukuran kecil, maka kita akan

menggunakan metode internal. Pada kolom Media, pastikan yang

dipilih adalah Standard Import.

5. Simpan kembali movie.

 

7.2.2. Memasukkan Sound ke Score

Seperti halnya video, cast member sound hanya akan dimainkan,

sepanjang frame yang telah ditetapkan untuk sprite sound tersebut.

Selanjutnya, pada contoh Animasi_Bola2_ Sound.Dir tersebut, kita

akan membuat suara setiap kali bola mengenai lantai, dan pada bagian

terakhir suara orang yang tertawa, bersamaan dengan keluarnya teks.

Contoh 61: Memasukkan sound ke sound channel.

Modifikasi contoh 60 dengan memasukkan sound kick ke sound channel

1 frame 55,80,105,138 dan 157, masukkan pula sound Crowd ke frame

158-245.

 

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut:

1. Pastikan movie Animasi_Bola2_Sound.Dir, masih dalam keadaan

terbuka.

2. Kita akan membuat suara kick sepanjang 6 frame, untuk setiap kali

bola mengenai lantai. Untuk itu, seret cast member kick ke sound

channel 1, pada frame 20-24.?

3. Selanjutnya, kita akan menggandakan sprite ini. Masih pada sound

channel 1, klik di antara frame 20-24, klik Ctrl+C, klik kanan pada

frame 55, lalu klik Paste.

4. Ulangi untuk setiap kali bola menyentuh lantai, yaitu pada frame 80,

105, 138 dan 157.

5. Seret cast member crowd ke sound channel 2, frame 158.

6. Pada property inspector ubah, End Frame menjadi 245.

7. Mainkan movie, setiap kali bola menyentuh lantai akan terdengar

suara dug, dan pada bagian akhir ada suara orang tertawa bersamaan

keluarnya teks, simpan kembali movie ini.

Contoh 62: Mengimpor sound metode link.

Impor sound Crowd laught dan kick ke file Animasi_Bola2.Dir yang

telah kita buat pada Bab 4 dan simpan kembali dengan nama

Animasi_Bola2_Sound_Link.Dir, menggunakan metode link to

external file.

 

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut:

1. Buka kembali file Animasi_Bola2.Dir pada Bab 4, lalu klik File >

Save As Animasi_Bola2_Sound_Link.Dir.

2. Klik pada icon Import, dan bukalah folder Sound pada CD penyerta.

3. Sorot file Crowd Laught.mp3 dan Kick.Wav.

4. Pada kolom Media, pastikan yang dipilih adalah Link to External

File.

5. Simpan kembali movie.

Contoh 63: Memasukkan sound ke sound channel.

Modifikasi Contoh 62 dengan memasukkan sound kick ke sound channel

1 frame 55,80,105,138 dan 157, masukkan pula sound Crowd ke frame

158-245.

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut:

1. Pastikan movie Animasi_Bola2_Sound_Link.Dir, masih dalam

keadaan terbuka.

2. Seret cast member kick ke sound channel 1, pada frame 20-24.

3. Selanjutnya, kita akan menggandakan, sprite ini, masih pada sound

channel 1, klik di antara frame 20-24, lalu klik Ctrl+C, lalu klik

kanan pada frame 55, lalu klik paste.

4. Ulangi untuk frame 80, 105, 138 dan 157.

5. Seret cast member crowd ke sound channel 2, frame 158.

6. Pada property inspector ubah, End Frame menjadi 245.

7. Mainkan movie, dapat kita simpulkan bahwa cara memasukkan

sound yang diimpor dengan cara standar dan link adalah sama.

 

7.2.3. Sound Properties

Untuk melihat properties sound, ikuti langkah berikut:

1. Klik pada cast kick yang ada di cast window atau pada sprite kick

yang ada sound channel 1.

2. Aktifkan property inspector, kita akan bisa melihat tambahan tab

dengan icon Sound, klik tab tersebut. Lihat Gambar 7.9.

Untuk membuat sound ini dimainkan berulang-ulang, klik kotak cek

loop, selain itu kita juga bisa melihat informasi yang tidak bisa diubah

seperti Duration, Sample Rate, Bit Depth dan Channel. Untuk

memainkan sound secara langsung, klik pada tombol Play.

 

7.3. Digital Video dalam Director

Dengan Director, kita juga bisa memainkan file-file Video, namun perlu

diperhatikan bahwa Director hanya bisa memainkan file Video tetapi

tidak bisa mengedit file video tersebut. Format Video yang paling sering

dipakai oleh Director adalah Quicktime Movie (dengan extension MOV)

dan Video for Windows (dengan extension AVI), namun Director juga

mendukung format RealMedia dan MPEG, pada bab ini kita hanya akan

memfokuskan pembahasan pada format yang sering dipakai saja, yaitu

MOV dan AVI.

 

7.3.1. Mengimpor Video

File video diimpor sebagai media eksternal, yang berarti bahwa Director

hanya memasukkan referensi lokasi file video saat diimpor. Ini bisa

dimengerti, karena file video biasanya berukuran besar, sehingga dengan

diimpor secara eksternal bisa memperkecil file movie tersebut. Oleh

karena itu, kita harus menyertakan file video bersama dengan movie

Director.

 

Untuk mengimpor file video ikuti langkah berikut:

1. Klik icon Import pada toolbar.

2. Pilih file video (MOV atau AVI) yang diinginkan lalu klik Import.

Ketika movie dimainkan, Director akan mencari alamat relatif yang sama

dengan alamat ketika kita mengimpor file tersebut. Umpama, kita

menyimpan file video pada folder E:\Presentasi\Video\, dan file Director

pada folder E:\Presentasi\, dan jika folder video tersebut dipindah ke

tempat lain, misalnya C:\Video\, maka Director tidak akan bisa

memainkan file video tersebut, dan akan muncul kotak dialog yang

menanyakan lokasi file video tersebut. Lihat Gambar 7.10.

 

7.3.2. QuickTime Movie (MOV)

Format ini paling banyak digunakan karena file quicktime bisa dibuka

baik pada komputer Macintosh maupun Windows. Namun, tidak seperti

file AVI, untuk memainkan video quicktime kita harus memastikan

QuickTime Player sudah terinstal. QuickTime Player terbaru bisa

didapat secara gratis pada situs http://www.quicktime.com.

Contoh 64: Mengimpor Video QuickTime (MOV).

Buka sebuah movie baru lalu impor sebuah file video quicktime lalu

mainkan dengan quicktime window. Simpan dengan nama

contoh_videoMov.Dir.

 

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut:

1. Buat sebuah movie baru dengan stage size = 500 x 330 dan simpan

dengan nama contoh_videoMov.Dir.

2. Klik icon Import pada toolbar, masuk pada folder C:\Program

Files\Macromedia\Director 8.5\Learning\ Lingo_Examples dan

pilihlah Vid.MOV, lalu klik Import.

3. Klik Window > Quicktime untuk membuka Quicktime Window,

tekan tombol Play untuk memainkan video tersebut. Simpan

kembali movie ini. Lihat Gambar 7.11.

 

7.3.3. Memainkan Cast Member Video Digital

File video akan dimainkan sepanjang jumlah frame cast member video

tersebut. Umpama, jika kecepatan movie anda adalah 15 frame per detik

dan panjang sprite Anda adalah 28 frame, file video tersebut akan

dimainkan tidak sampai 2 detik. Untuk bisa memainkan seluruh file

video digital atau sound, kita bisa menggunakan tiga cara berikut:

• Memperpanjang durasi sprite pada score. Video akan tetap

dimainkan selama playback head bergerak sepanjang frame sprite

tersebut. Cara ini biasanya kurang praktis, karena agak sulit untuk

mencocokkan panjang video dengan panjang sprite pada score.

• Menggunakan Lingo (akan dibahas pada Bab 9) dan/atau behavior

Hold On Current Frame untuk membuat playback head tetap

melakukan looping pada frame yang berisi video digital, sehingga

panjang sprite pada score tidak akan berpengaruh, kita tetap bisa

memainkan video dengan panjang sprite 5 frame atau lebih, asalkan

frame terakhir tetap melakukan looping.

• Menggunakan Cue Point yang terdapat pada Tempo Channel,

untuk memainkan video tersebut sampai selesai, baru playback head

menuju frame berikutnya.

Contoh 65: Memasukkan dan mengatur durasi video QuickTime ke

Stage.

Modifikasi Contoh 64 dengan menyeret file video tersebut ke stage dan

atur agar panjang frame agar video bisa dimainkan sampai selesai

menggunakan ketiga cara seperti yang telah dibahas di atas.

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut:

1. Pastikan file Contoh_VideoMOV.Dir masih terbuka. Seret cast

member Vid.mov tersebut ke sprite channel 1, frame 1-28. Lihat

2. Mainkan video tersebut, kita akan melihat bahwa video tersebut

telah berhenti padahal baru dimainkan, sehingga kita tidak bisa

melihat keseluruhan video tersebut.

 

Gambar 7.12. Hasil sementara

3. Klik pada sprite Vid, lalu aktifkan property inspector dan ganti end

frame menjadi 100. Coba mainkan lagi, masih belum selesai.

4. Ganti kembali end frame dengan 300, lalu mainkan lagi movie. Kali

ini berlebih, jadi untuk menggunakan teknik ini kita perlu

mengetahui dengan jelas durasi file video tersebut, baru disesuaikan

dengan panjang sprite.

5. Sekarang, ganti End Frame menjadi 10 , lalu aktifkan

Library Palette, seret behavior Hold On Current Frame ke frame

10, lalu mainkan video tersebut. Kita bisa melihat video digital

tersebut dimainkan sampai selesai.

6. Selanjutnya, kita akan mencoba menggunakan teknik que, hapus

hold on current frame tersebut, lalu klik icon show or hide effect

channel.

7. Klik ganda pada frame 10, pada channel tempo,

sehingga akan muncul frame properties, klik pada Wait For Cue

Point, dan pastikan channel diisi dengn MOV1. Biarkan pengaturan

yang lainnya. Klik OK.

8. Sekarang, mainkan kembali movie, seperti Hold On Current Frame,

file video akan dimainkan sampai selesai. Bedanya, jika pada Hold

On Current Frame playback head akan tetap di sana sampai ada

perintah untuk memindahkan playback head tersebut ke frame

selanjutnya. Sedangkan dengan teknik que, setelah video selesai

dimainkan, playback head akan melanjutkan ke frame berikutnya.

9. Simpan kembali movie.

 

7.3.4. Properties QuickTime Video

Untuk melihat property dari video MOV, aktifkan property inspector.

Lalu, kita akan melihat tab tambahan, yaitu tab QuickTime dengan icon

logo QuickTime.

Property Inspector MOV

• Paused: jika opsi ini diberi tamda centang, saat movie dimainkan

file video ini tidak akan dimainkan sampai ada perintah untuk

memainkan file video ini (biasanya dengan behavior atau script

Lingo).

• Loop: aktifkan pilihan ini jika Anda ingin file video dimainkan

berulang-ulang.

• Streaming: aktifkan pilihan ini jika movie yang kita buat akan

didistribusikan ke Internet. Pilihan ini akan mempercepat proses

download, karena movie akan dimainkan sambil sisanya di-
download.

 

7.3.5. Microsoft Video for Windows (AVI)

Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa Director juga mendukung

file video AVI. Perbedaan penggunaan video dengan format AVI dan

MOV, yaitu dengan menggunakan file AVI kita tidak perlu menginstal

QuickTime Player, selain itu saat diimpor Director akan menanyakan

apakah file AVI ini akan diimpor sebagai Quicktime atau AVI.

Contoh 66: Mengimpor Video AVI sebagai AVI.

Buka sebuah movie baru dan impor sebuah video avi, lalu seret ke score

berikan behavior Hold On Current Frame agar movie bisa dimainkan

sampai selesai dan simpanlah dengan nama contoh_VideoAVI.Dir.

Jawab:

1. Buka sebuah movie baru dan simpan dengan nama

contoh_VideoAVI.Dir.

2. Klik icon Import yang ada pada toolbar untuk mengimpor video.

Masuk ke folder video, lalu klik AVI. Klik icon Import, maka akan

keluar kotak dialog Select Format (Gambar 7.18) yang menanyakan

apakah akan mengimpor file AVI ini dalam format QuickTime atau

AVI. Klik pada AVI lalu klik OK.

3. Pada cast window akan bertambah 1 cast member dengan icon video

camera , simpan kembali movie.

4. Seret cast video avi tersebut ke score channel 1, frame 1-28.

5. Seret behavior Hold On Current Frame ke script channel pada frame

6. Mainkan dan simpan kembali movie, kita akan melihat bahwa

tidak ada perbedaan cara memasukkan video QuickTime dan AVI.

Contoh 67: Mengimpor Video AVI sebagai QuickTime.

Buka sebuah movie baru dan import sebuah video avi. Import video avi

sebagai video quicktime.

 

Jawab:

Ikuti langkah-langkah pengerjaan berikut:

1. Buka sebuah movie baru.

2. Klik icon Import yang ada pada toolbar untuk mengimpor video,

masuk ke folder video, lalu klik AVI, lalu klik icon Import.

3. Pada kotak dialog Select format (Gambar 7.18), pilih format

QuickTime.

4. Klik OK, pada cast window akan bertambah 1 cast member dengan

icon quicktime. Ini menunjukkan bahwa video avi telah diimpor

sebagai video quicktime.

 

7.3.6. Properti Video AVI

Kita bisa melihat bahwa properti untuk MOV dan AVI tidak banyak

berbeda. Perbedaannya hanya terletak pada ada tidaknya controller dan

preload. Pada Video AVI, terdapat tambahan preload yang digunakan

untuk memasukkan file video terlebih dahulu ke memori sebelum

dimainkan.

MULTIMEDIA DAN ANIMASI : BAB 6

Grafik, Media Digital, dan Multimedia

Tim Berners-Lee: – menciptakan World Wide Web dan merupakan kepala dari W3C.
Grafis bit dipetakan adalah representasi dari gambar grafis seperti peta hardware dan software.

Lukisan Perangkat Lunak: di mana piksel yang dicat pada layar dengan perangkat penunjuk.
gambar di 300 toko di titik per inci lebih tinggi
menerjemahkan gerakan pointer ke garis dan pola pada layar.

Resolusi: kerapatan pixel.

Pixel: titik-titik kecil putih, hitam, atau warna yang membuat gambar pada layar.

Palet: set diberikan pilihan warna untuk memilih dari.

Kedalaman warna: jumlah bit untuk setiap pixel.

Pengolahan citra adalah suatu proses dimana mengedit foto melalui komputer.
memungkinkan untuk memanipulasi dan menggabungkan foto, itu realistis.

Foto digital perangkat lunak managemen membuatnya mudah untuk mengotomatisasi tugas-tugas normal yang harus dilakukan dengan menangkap, mengenali, mengedit, dan berbagi gambar digital.

Digitizer Audio – menangkap berorientasi objek gambar memberi Anda banyak keuntungan. Seperti membuat dicetak grafik, diagram dan ilustrasi dan garis yang lebih jelas dan bentuk.

Beberapa program yang terintegrasi berisi modul menggambar dan melukis yang memungkinkan Anda untuk memilih alat yang tepat tergantung pada pekerjaan

Beberapa program menggabungkan kedua fitur dalam satu aplikasi. Sebagai contoh, bluring perbedaan antara jenis. Atau, menawarkan kemungkinan baru untuk pemula.

Computer Aided Desine (CAD) software memungkinkan:

  • Insinyur, desainer, dan arsitek untuk membuat desain pada layar untuk productis randing dari chip komputer untuk bangunan umum
  • Pengujian prototipe produk
  • Penggunaan teknik murah, cepat, dan lebih akurat.
  • Computer-aided Manufacturing (CAM) adalah proses dimana data yang berkaitan dengan desain produk dimasukkan ke dalam program yang mengontrol manugacturing bagian.
  • Computer-Integrated Manufacturing (CIM) mengacu pada kombinasi CAD / CAM dan merupakan langkah besar menuju sebuah pabrik sepenuhnya otomatis.
  • Presentasi grafis membantu mengotomatisasi penciptaan alat bantu visual untuk kuliah, pelatihan, demonstrasi penjualan, dan banyak lagi. Dan, menciptakan tampilan slide langsung pada monitor komputer atau LCD proyektor, termasuk gambar diam, animasi, dan klip video.
  • Dengan grafis presentasi, Anda mulai dengan menciptakan garis dari titik-titik utama dari bicara Anda, mengatur judul dan poin dalam urutan yang sesuai.
  • Juga, Anda dapat merancang tanah kembali, perbatasan, dan format teks sendiri, atau slect template profesional yang dirancang dari koleksi yang datang dengan PDF.
  • Produk Microsoft memungkinkan Anda menggabungkan presentasi dengan video dari pembicara dan tabel isi.

Ketika membuat presentasi PPT:

  • ingat tujuan Anda
  • tetap sederhana
  • menjadi cerdas dengan seni
  • outline ide-ide Anda
  • menggunakan desain yang konsisten
  • tetap setiap sisi terfokus
  • pelit dengan kata-kata
  • ingat audiens Anda

Media modern berisi informasi dinamis, yaitu informasi yang berubah dari waktu ke waktu atau menanggapi masukan pengguna
Animasi adalah gagasan bahwa setiap frame animasi berbasis komputer adalah gambar komputer ditarik: komputer menampilkan frame-frame ini dalam suksesi cepat

Tweening adalah gagasan bahwa alih-alih menggambar setiap frame dengan tangan, animator dapat membuat frame kunci dan benda-benda dan menggunakan perangkat lunak untuk membantu mengisi kekosongan.

Video Desktop: Komputer, Film, dan TV – Analog dan video digital adalah digitizer yang dapat mengkonversi sinyal video analog dari siaran telivision atau video menjadi data digital.

Banyak video digitizers dapat mengimpor sinyal dari TV, kaset video, kamera video, dan sumber lainnya.

Video Digital
dapat disalin, diedit, disimpan, dan dimainkan ulang tanpa kehilangan kualitas
akan segera menggantikan video analog untuk sebagian besar aplikasi
Media Dinamis: hari ini kebanyakan pengeditan dilakukan dengan menggunakan teknologi pengeditan nonlinear
Video editing software, seperti Adobe Premiere, membantu membuat proses lebih mudah, di mana Anda dapat menghilangkan rekaman, menggabungkan klip, mengumpulkan adegan, membuat efek khusus, dan melakukan berbagai kegiatan lainnya.
Morphs adalah klip video di mana satu gambar ke gambar lain morph.
Alat Musik Digital Interface (MIDI) adalah antarmuka standar yang memungkinkan instrumen Electronice dan komputer untuk berkomunikasi satu sama lain.

Format Digital Audio:

  • WAV.AIFF
  • MP3
  • WMA

Komputer multimedia dapat mengendalikan berbagai instrumen musik elektronik dan sumber suara menggunakan MIDI, perintah siapa yang dapat diinterpretasikan oleh beragam oleh synthesizer musik dan samplers.
Multimedia Authoring menggunakan program authoring seperti HyperStudio dan MetaCard. Hal ini juga mengikat bersama dokumen sumber untuk berkomunikasi dengan pengguna dengan cara yang estetis menyenangkan.
Selain itu, multimedia authoring melibatkan obyek pemrograman pada layar untuk bereaksi atau berperilaku dalam cara-cara tertentu dalam situasi tertentu.

Macromedia Director MX adalah salah satu yang paling populer dari paket tersebut, termasuk pra-tertulis perilaku yang dapat dilampirkan ke tombol pada layar, gambar, dan objek lain.
Dos :
-Jadilah konsisten dalam tampilan visual
-Gunakan metafora grafis untuk membimbing pemirsa
-Jauhkan layar bersih dan rapi
-Mencakup unsur-unsur multimedia untuk meramaikan presentasi
-Fokus pada pesan
-Berikan kontrol pengguna
-Uji presentasi anda dengan mereka yang tidak terbiasa dengan subjek

Virtual :

  • menggabungkan dunia maya dengan jaringan
  • tempat mulitple peserta dalam ruang virtual
  • orang melihat representasi dari satu sama lain (Avatar)
  • avatar kartun paling saat ini, tapi mereka menyampaikan rasa kehadiran dan emosi.

MULTIMEDIA DAN ANIMASI : BAB 5

MEMBUAT ANIMASI TWEENING

Seperti yang kita ketahui dalam Flash kita dapat membuat dua metode animasi yaitu Animasi Tweening dan Animasi Frame by frame. Dalam hal ini pertama kali kita akan membuat sebuah animasi dengan metode Tweening.

Animasi Motion
Animasi motion merupakan animasi dengan mode tweening. Untuk membuat animasi ini, hanya menentukan titik awal dan titik akhir, selebihnya dikerjakan oleh computer. Buatlah file baru, pilih menu File – New. Sebagai contoh dengan menggunakan ovale tools, buatlah lingkaran pada stage disebelah kanan.

  • Dalam Timeline, klik kanan pada keyframe 1 – pilih Create motion tween.
  • Klik kanan pada frame 20 – pilih insert keyframe.
  • Pindahkan lingkaran ke sebelah kiri dengan Arrow Tool (Flash MX) atau Selection Tool.
  • Jalankan animasi dengan menekan Enter.
  • Lihat preview test movie dengan menekan Ctrl + Enter.
  • Ulangi langkah d dan e untuk keyframe 30, 40, dan seterusnya.

SYMBOL

Macromedia Flash membagi symbol menjadi 3 jenis, yaitu:

1. MovieClips, yaitu symbol yang berupa animasi dengan gerakkan berulang-ulang selama tidak memiliki action stop();
2. Button, merupakan symbol tombol yang berfungsi untuk pemanggilan movie maupun frame tertentu.
3. Graphic, merupakan symbol yang berupa objek diam tanpa animasi.

A. Membuat Button
– Buatlah file baru. Pilih menu File – New
– Pilih menu insert – New Symbol
– Pada kotak dialog isi Name = Tombol. Pada radio button pilih Button kemudian tekan enter.
– Anda akan masuk ke daam button editor. Pada frame layer berisi kondisi UP,OVER, DOWN, HIT.
– Buatlah bentuk kotak dengan sudut tumpul. Gunakan warna gradient.
– Klik kanan pada kondisi OVER – Pilih Insert keyframe. Ubah warna tombol.
– Lakukan langkah no 6 untuk kondisi DOWN dan HIT.
– Kembali ke halaman kerja utama.
– Tampilkan panel library (Ctrl+L). Masukkan symbol TOMBOL ke stage.
– Jalankan animasi dengan menekan Ctrl+Enter. Arahkan mouse ke tombol dan klik mouse.
Untuk membuat symbol yang lain, pada prinsipnya sama dengan pembuatan tombol, perbedaannya terletak pada pemilihan behaviour dan area kerja.

B. Actionscript
Actionscript merupakan salah satu cara untuk membuat interaktifitas animasi. Actionscript merupakan bahasa yang mengikuti pemprograman java. Berikut ini adalah fungsi-fungsi ActionScript, yaitu :
1. Membuat system navigasi situs
Fungsi ini membantu anda ketika membuat link-link pada halaman web, sehingga pengunjung dapat menjelajahi situs anda.

2. Menambahkan interaktivitas dengan user
Dengan Actionscript user dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang ada seperti button, input teks, movieclips.

3. Membuat situs yang dinamis
Apabila pengetahuan tentang ASP, Javascript, PHP, CGI, MySQL, maupun XML,dapat digunakan terintegrasi dengan Actionscript ini. Sehingga anda dapat dapat membangun situs web yang dinamis menggunakan system database misalnya.

4. Mempertahankan user untuk kembali mengunjungi situs
Actionscript akan menghasilkan movie yang menarik karena interaktivitasnya. Oleh karena itu user akan tertarik untuk selalu menggunakannya.
Flash membagi interaktivitas menjadi 3 hal yaitu :
1. Event, merupakan waktu kejadian, misalnya jam weker di set berbunyi jam 5.30.
2. Action, merupakan jenis kejadiannya, misalnya suara jam weker berbunyi.
3. Target, objek yang melakukan aksi pada event tertentu, misalnya jam weker.

SOUND EDITING

Banyak sekali software untuk sound editing yang telah ditawarkan dengan berbagai kelebihan baik dari fungsinya yang dapat menangani berbagai macam format audio hingga kemudahan penggunaannya. Disini akan dijelaskan tentang penggunaan sebuah software sound editing yang paling banyak digunakan untuk kebutuhan pembuatan sebuah soundtrack film maupun editing musik konvensional yaitu Adobe Audition.

Adobe Audition 1.0
Adobe® AuditionTM adalah sebuah aplikasi digital sound editor, multitrack digital audio recorder, editor, dan mixer untuk pengguna system operasi Windows 98SE, Windows ME, Windows 2000, dan Windows XP keluaran dari Adobe Inc. bagi PC berbasis Windows. Anda dapat menggunakannya untuk recording dan memodifikasi sebuah file dengan ekstensi *.wav, *.mp3, *.mp3PRO, *.wma, *.mid dan ekstensi audio lainnya. Atau jika anda ingin membuat sebuah sebuah lagu dengan berbagai suara lengkap dapat anda lakukan dengan aplikasi ini. Didikung pula dengan fitur-fitur lainnya seperti built-in CD ripping membuat aplikasi ini banyak dipilih oleh banyak editor sound untuk mendapatkan kualitas sekelas CD dengan ukuran file yang relatif kecil.

Berikut ini adalah beberapa kenggulan dari aplikasi ini dibandingkan aplikasi sound edting
lainnya:
– Multitrack editing dan mixing – hingga lebih dari 128 tracks!.
– Unmatched wave editing power.
– Lebih dari 40 DSP effect, mastering dan tool analysis tools, dan fitur audio restoration – termasuk Echo, Reverb, Flanging, Chorusing, Compression, Limiting, Equalization, Noise Reduction, Click & Pop Reduction, Clip Restoration, dan lainnya.
– Real-Time effect dan equalization yang dapat diaplikasikan secara non-destructively ke berbagai track.
– Kemampuan untuk mengorganisir dalam busses.
– Support lebih dari 12 format file suara yang paling banyak digunakan (tidak termasuk sub-format) termasuk MIDI dan file video.
– Built-in CD ripping.
– Friendly, customizable interface, komplit dengan dockable window dan customizable. shortcut “hotkeys” untuk kebanyakan fungsi
– Powerful loop-based song creation, termasuk session tempo dan key matching.
– Noise, Tone, dan DTMF Tone generation.
– Support 32-bit sample resolution dan full 32-bit internal processing dengan support untuk 24-bit/192 kHz lebih.
– Scripting dan kemampuan Batch-Processing, termasuk kemampuan untuk batch convert file audio antar format audio, sampling rate, dan sampling frekwensi.
– “Phrase” recognition (auto cue generation).
– Cue dan Play List support untuk multiple file dan untuk segment-segment antar file.
– Scientific filter, kemampuan text export, dan file-statistik gabungan fungsi-fungsi untuk analisis data.
– Waveform dan Spectral View option.
– Multitrack SMPTE/MTC Master, MIDI dan video support.

View Screen dalam Adobe Audition 1.0 terbagi menjadi 2 yaitu :
1. Edit View Screen untuk single track sound editing.
2. Multitrack View Sreen untuk multitrack sound editing.

MULTIMEDIA DAN ANIMASI : BAB 3

YANG BARU DARI FLASH MX

Fitur baru dalam Flash MX mempermudah dalam hal penggunaan, kerativitas, dan kekuatan dari program ini.
Designer yang menginginkan sebuah level control yang lebih tinggi dan terintegrasi dengan aplikasi desain standar dunia industri dewasa ini yang memiliki tool-tool kreatif yang berguna untuk pembuatan media yang kaya akan isi.

Fitur baru yang powerful ini memberikan kemudahan dalam hal akses ke kemampuan baru yang membuat Flash MX menjadi sebuah aplikasi yang kuat dan menarik dalam lingkungan kerjanya. Developer dapat bekerja dengan advanced scripting dan debugging tool, built-in code reference, dan predefined components untuk lebih mempercepat proses pembuatan aplikasi web yang kaya akan isi.
Ketika anda bekerja dengan Flash, anda akan dihadapkan pada beberapa tampilan Flash yang sangat membantu anda dalam membuat berbagai bentuk objek, diantaranya adalah Toolbox, Stage, Timeline, Property Inspector, dan Panel.

Mengenal Toolbox
Dalam Flash MX 2004 Toolbox berfungsi untuk menyimpan berbagai peralatan standar yang digunakan dalam membentuk atau memanipulasi bentuk-bentuk yang telah anda buat sebelumnya.

Mengenal Stage
Stage dalam Flash berguna sebagai lembar kerja untuk pembuatan berbagai bentuk objek yang kita inginkan. Dalam Flash MX Profesional 2004 kita dapat langsung membuat berbagai bentuk objek dengan memilih Tool yang kita inginkan kemudian membuatnya dalam Stage yang tersedia.

Mengenal Timeline
Timeline dalam Flash berguna untuk mengatur letak dan waktu dari animasi sebuah objek. Dalam Timeline ini terdapat dua bagian utama yaitu Layer dan Frame.

Mengenal Property Inspector
Property Inspector dalam Flash berisi property dari objek yang kita pilih menggunakan Selection Tool . Tiap objek yang kita pilih memiliki property yang berbeda dengan objek lainnya. Sebagai contoh jika kita memilih objek lingkaran yang kita buat dengan Oval Tool maka akan berbeda property-nya dengan teks yang kita buat menggunakan Text Tool.

Mengenal Warna (Panel)
Dalam Flash, setiap objek yang dibuat akan dibuat dalam 2 warna, yaitu Fill color (warna dalam) dan Stroke color (warna luar/stroke). Setting kedua warna ini dapat dilakukan dari Tool Color dalam Toolbox, kemudian memilih salah satu warna dalam palet warna yang tersedia.

MULTIMEDIA DAN ANIMASI : BAB 2

METODE ANIMASI DALAM FLASH (Multimedia & Animasi)

Pada dasarnya Macromedia Flash membagi animasi dalam 2 metode, yaitu:

  1. Frame by frame animation
    Yaitu : Pembuatan animasi dengan cara melakukan perubahan objek pada setiap frame secara manual, sehingga dihasilkan perubahan gambar yang teratur.
    Metode ini biasanya digunakan pada animasi dengan perubahan bentuk objek secara terus-menerus. Misalnya, film kartun.
  2. Tweened animation

Yaitu : Pembuatan animasi dengan cara menentukan dua poin keadaan pada objek awal dan akhir, sedangkan macromedia flash membuat rangkaian gerakan diantaranya.
Animasi yang dihasilkan menggunakan metode ini adalah gerakan yang halus,
perubahan letak, ukuran, rotasi, bentuk maupun warna.

 

MACROMEDIA FLASH (Multimedia & Animasi)
Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya Macromedia Flash MX adalah sebuah program standar untuk pembuatan animasi high-impact berbasis Web.
Anda dapat membuat sebuah animasi logo, navigasi control Web site, animasi form yang panjang,sebuah website utuh berbasis Flash, atau aplikasi web lainnya menggunakan program aplikasi ini, anda akan menemukan kekuatan dan fleksibilitas dari program Flash ini yang sangat ideal untuk mewujudkan kreativitas anda
Dari Macromedia versi 4, 5, 6 (MX), MX 2004, hingga saat ini Macromedia Flash telah mengeluarkan versi terbarunya dalam sebuah paket yaitu Macromedia Studio 8 yang salah satunya berisi release terbaru dari Macromedia Flash 8. Adapun yang akan kita bahas disini adalah Flash versi 6 atau yang biasa disebut dengan Flash MX yang memiliki kelebihan salah satunya adalah dimana dalam tampilan panel actionscript Flash 6 kita dapat membuatnya dalam bentuk visual.

System minimal yang dibutuhkan Program.
Berikut ini adalah spesifikasi hardware dan software yang dibutuhkan program Flash MX versi 6 :

  • Untuk Microsoft® Windows: Prosessor Intel Pentium 200 MHz atau lebih, Windows 98 SE,Windows ME, Windows NT 4.0, Windows 2000, atau Windows XP; 64 MB RAM (rekomendasi128 MB); 85 MB disk space; monitor warna 16-bit dengan resolusi mencapai 1024 x 768; dan CD-ROM drive.
  • Untuk Macintosh: Power Macintosh dengan Mac OS 9.1 (atau lebih) atau Mac OS X versi 10.1 (atau lebih); 64 MB RAM (rekomendsi 128 MB), 85 MB disk space; monitor warna 16-bit dengan resolusi 1024 x 768; dan CD-ROM drive.

System minimal yang dibutuhkan untuk Flash Player.
Berikut ini adalah spesifikasi hardware dan software yang dibutuhkan Flash player untuk dapat
menjalankan Flash movie dalam browser :

  • Microsoft Windows 95, Windows 98, Windows ME, Windows NT 4.0, Windows 2000, atau Windows XP atau lebih; atau sebuah Macintosh PowerPC dengan System 8.6 atau (termasuk OS X 10.1 atau lebih).
  • Netscape plug-in dengan Netscape 4 (atau lebih) dalam Windows, atau dengan Netscape 4.5.(atau lebih) atau Internet Explorer 5.0 (atau lebih) dalam Mac OS. Untuk menjalankan ActiveX controls, Microsoft® Internet Explorer 4 atau lebih (Windows 95,Windows 98, Windows Me, Windows NT4, Windows 2000, Windows XP, atau lebih).
  • – AOL 7 dalam Windows, AOL 5 dalam Mac OS.
  • – Opera 6 dalam Windows, Opera 5 dalam Mac OS.