STATISTIKA DAN PROBABILITAS : BAB 3

STATISTIK & PROBABILITAS

MODUL 03

UKURAN SIMPANGAN, DISPERSI DAN VARIASI

 

M03.1  PENDAHULUAN

 

            Kecuali ukuran gejala pusat ( Mean, Median, Modus ) dan ukuran letak ( Kuartil 1, 2, dan 3 ) masih ada lagi ukuran lain yaitu: ukuran simpangan atau ukuran dispersi. Ukuran-ukuran ini sering dinamakan ukuran variasi, yaitu ukuran yang menggambarkan bagaimana berpencarnya data kuantitatif.

Ukuran dispersi yang akan dibahas antara lain:  rentang, rentang antar kuartil, simpangan kuartil atau deviasi kuartil, rata-rata simpangan atau rata-rata deviasi, simpangan baku atau deviasi standar, varians dan koefisien variasi.

 

 

M03.2  RENTANG, RENTANG ANTAR KUARTIL DAN SIMPANGAN KUARTIL

 

                        Rentang  = data terbesar – data terkecil

 

Rentang hanya dapat dihitung untuk data tanpa kelas, jadi dapat dicari data terbesar dan yang terkecil. Untuk memudahkan pencarian data terkecil dan terbesar, data dapat terlebih dulu disortir ( diurutkan dari kecil ke besar ).

 

Rentang Antar Kuartil (RAK) adalah selisih antara Kuartil Atas ( K3 ) dengan Kuartil Bawah ( K1 ).

                        RAK = K3  –  K1

 

Simpangan Kuartil ( SK ) atau Deviasi Kuartil atau disebut juga Rentang Semi Antar Kuartil harganya adalah setengah dari Rentang Antar Kuartil:

 

                        SK = ½ SK = ½ ( K3  –  K1 )

 

 

M03.3  SIMPANGAN RATA-RATA

Jika selisih setiap datum xi dengan Mean (Rata-rata)  di tulis | xi | untuk i = 1, 2, …n dijumlahkan, kemudian dibagi banyaknya data n, maka menghasilakn Simpangan Rata-Rata (SR), ditulis

                                    SR =           i = 1, 2, … n

Image

 

 

M03.3  SIMPANGAN BAKU ( DEVIASI STANDAR ) ( S )

 

            S = simpangan baku untuk sampel

             = ( baca sigma ) adalah simpangan baku untuk populasi

            Varians = S2 untuk sampel,   Varians =  2  untuk populasi.

Image

Image

 

       Berikutnya, apabila sampel telah disusun dalam distribusi frekuensi, maka rumus S2 menjadi:

Image

 ( Disarankan untuk memakai rumus ke II )

Apabila data disusun dalam distribusi frekuensi berkelas, maka xi adalah nilai tengah dari masing-masing kelas.

 Image

Hasil yang diperoleh berbeda dengan di atas, karena  telah mengalami pembulatan,

Jadi hasil S2 = 172,1  lebih teliti daripada hasil S2 = 170,9.

 

Menghitung varians S2 dengan penyederhanaan (sandi):

 

Dipilih fi tertinggi, berarti dipilih A = 75,5, dan karena p = 10 jadi  ci = , sehingga :

Image

Image

            1). Jika tiap nilai data xi, ditambah atau dikurangi dengan bilangan yang sama,

                  maka simpangan baku S tidak berubah.

            2). Jika tiap nilai data xi, dikalikan dengan bilangan yang sama d,

                  maka simpangan baku yang baru menjadi d kali simpangan baku asal.

 

MEAN DAN SIMPANGAN BAKU GABUNGAN

 

Jika ada k buah subsample dengan keadaan seperti berikut:

–       Subsample 1: berukuran n1 dengan mean   dan simpangan baku s1

–       Subsample 2: berukuran n2 dengan mean   dan simpangan baku s2

………………………………………………………………………………….

–       Subsample k: berukuran nk dengan mean   dan simpangan baku sk

Yang digabung menjadi sebuah sampel berukuran n = n1 + n2 + ……… + nk, maka

Image

Image

 

M03.4   BILANGAN BAKU DAN KOEFISIEN VARIASI

 

            Misalkan kita mempunyai sebuah sampel berukuran n dengan data x1, x2, …, xn

            sedangkan mean =  dan simpangan baku = s. Dari hal-hal di atas dibentuk data

            baru  z1, z2, …, zn  dengan rumus :  

                                    zi   =   untuk i  = 1, 2, …. n

            Data baru z1, z2, …, zn   ternyata mempunyai mean = 0  dan simpangan baku s = 1.

 

            Untuk data baru yang mempunyai mean  dan simpangan baku s0 ,

            dibentuk dengan rumus: 

                                                zi   =  + s0   untuk i  = 1, 2, …. N

            Data baru bilangan z ini sering disebut bilangan standar.

 

M03.5  DISTRIBUSI FREKUENSI dan KEMIRINGAN

 Image

Image

M03.5.3.  MODEL POPULASI

 

Poligon frekuensi yang merupakan garis patah-patah didekati oleh sebuah lengkungan halus yang bentuknya secocok-mungkin dengan bentuk poligon tersebut. Lengkungan yang didapat dinamakan kurva frekuensi.

Jika semua data dalam populasi dikumpulkan, lalu dibuat distribusi frekuensinya, maka kurva frekuensinya dapat menjelaskan sifat karakteristik populasi.

Image

Kurva Normal selalu Simetrik, tapi tidak sebaliknya.

 

         Pada Kurva Positif dan kurva negatif ada hubungan seperti berikut

 Image

Model Kurva Positif menggambarkan bahwa terdapat sedikit gejala yang bernilai makin besar.  Sedangkan Kurva Negatif  terjadi sebaliknya.

Soal ujian yang terlalu mudah, mengakibatkan banyak peserta ujuan yang mendapat nilai baik. Ini menggambarkan Kurva Negatif. Sebaliknya soal ujian yang terlalu sukar, hanya sedikit yang mendapat nilai baik.

 

M03.5.4.  KEMIRINGAN

            Kurva positif disebut juga kurva miring ke kiri, artinya kurvanya mempunyai ekor memanjang ke sebelah kanan.

Sebaliknya, kurva negative disebut juga kurva miring ke kanan, artinya kurvanya mempunyai ekor memanjang ke sebelah kiri.

Dalam keadaan kedua hal tersebut di atas, artinya kurvanya tak simetri.

Untuk mengetahui derajat tak simetri kurva, digunakan ukuran kemiringan seperti berikut ini:

            Kemiringan =   , ukuran kemiringan Pearson Tipe Pertama.

            Kemiringan =   , ukuran kemiringan Pearson Tipe Kedua.

 

 

M03.5.5.  KURTOSIS

           Kurtosis atau peruncingan selalu dikaitkan dengan kurva normal.

           Lepto kurtik adalah kurva yang terlihat lebih runcing dengan kurva normal.

           Meso kurtik adalah kurva yang terlihat mendekati kurva normal.

           Plati kurtik adalah kurva yang terlihat lebih datar dari pada kurva normal.

Image

            Kriteria yang didapat dari rumus ini adalah :

                        a).  a4= 3        à  distribusi normal

                        b).  a4> 3        à  distribusi lepto kurtik

                        a).  a4= 3        à  distribusi plati kurtik

 

            Untuk menyelidiki apakah distribusi normal atau tidak, sering pula dipakai ukuran koefisien kurtosis persentil, diberi symbol Қ ( baca Kappa ), rumusnya:

Image

Kedua gambar di atas (kurva berbentuk J) memperlihatkan fenomena kejadian dalam dunia ekonomi, industry, bursa saham dan fisika. Suatu saat harga-harga naik terus. Suatu saat harga-harga turun terus. Misal pada harga-harga saham di bursa saham di suatu hari, kadang-kadang naik terus, tapi di hari berkutnya turun terus. Contoh lain: sering terjadi harga-harga kebutuhan pokok naik terus menjelang Idul Fitri.

STATISTIKA DAN PROBABILITAS : BAB 2

STATISTIKA & PROBABILITAS

Modul 02

 

LANJUTAN  A). DATA TAK BERKELOMPOK

 

KUARTIL :  Harga / nilai yang membagi  data menjadi empat bagian yang sama, setelah

              data diurutkan kecil ke besar.

 

             Desil          i = 1 , 2 , 3.      n  4

                               à  K2 = 2 K1   à  K3 = 3 K1

  

Contoh-contoh:

a). Data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11  à n = 7

à  K1 = data ke  = data ke 2 = 6,

à  K2 = data ke 2 K1 = data ke 4  = 8,          

à  K3 = data ke 3 K1 = data ke 6  = 10

   b). Data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11, 11        à   n = 8

à  K1 = harga ke  = harga ke 2 ¼  = 6 + ¼ (7-6) = 6 ¼

               à  K2 = harga ke 2 K1 = harga ke 4 ½  = 8 + ½  (10-8) = 9

               à  K3 = harga ke 3 K1 = harga ke 6 ¾    = 10 + ¾ (11-10) = 10 ¾

 

DESIL :  Harga / nilai yang membagi  data menjadi sepuluh bagian yang sama, setelah

              data diurutkan kecil ke besar.

 

             Desil          i = 1 , 2 , 3 , …… 9.                  n  10

 

                              à  D2 = 2 D1              à  D3 = 3 D1 à ……..……à D9 = 9 D1

                        Cara-cara perhitungan Desil sama dengan cara-cara pada perhitungan

                        Kuartil.

 

PERSENTIL :  Harga / nilai yang membagi  data menjadi seratus bagian yang sama,

              setelah data diurutkan kecil ke besar.

 

             Desil            i = 1 , 2 , 3 , …… 99.           

                              à  P2 = 2 P1               à  P3 = 3 P1 à ………..…à P99 = 99 P1

                        Cara-cara perhitungan Persentil sama dengan cara-cara perhitungan pada

                        Kuartil.

 

              RATA-RATA UKUR  ( U )

 

              Jika diketahui data: x1, x2, x3,………………… xn, maka rata-rata ukurnya adalah

                                    U =

 

              Contoh: Jika diketahui data: 2, 4, 8, maka rata-rata ukurnya adalah

                                    U   =      =      = 4

 

              RATA-RATA HARMONIK  ( H )

 

              Jika diketahui data: x1, x2, x3,………………… xn, maka rata-rata harmoniknya adalah

                                    H  = 

              Contoh: Jika diketahui data: 2, 4, 8, maka rata-rata harmoniknya adalah

                                    H  =      =      =      =  3,43

 

              Contoh  penerapan pada soal:

              Ali pergi dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata-rata 10 km/jam.

              Pulangnya dari kota B ke kota A dengan kecepatan rata-rata 20 km/jam.

              Ditanyakan: berapa kecepatan rata-rata Ali pergi-pulang ?

 

              Jawab:

 

 

              Jawab:          

 

              Kecepatan Ali pergi-pulang adalah kecepatan harmonik:

H  =     =    =  =  13   km/jam

 

 

B.  DATA BERKELOMPOK

 

B.1.   DATA BERKELOMPOK  TANPA KELAS

           

         Data nilai mata kuliah Statistik

 

No. Urut

Nilai ( xi )

Frekuensi (fi )

fxi

1

35

1

35

2

45

2

90

3

55

5

275

4

65

15

975

5

75

25

1875

6

85

20

1700

7

95

12

1140

 

 

 

 

 

Jumlah

80

6090

 

Mean =    =   = 76,125

Median = ½  ( data ke 40 + data ke 41 )  = ½  ( 75 + 75 ) = 75

Modus  = data baris ke 5  = 75

 

Kuartil:  K1 =data ke  = data ke 20 ¼  = 65 + ¼ (65-65) = 65

K2 =data ke 2 K1 = data ke 40 ½  = 75+ ½ (75-75) = 75

K3 =data ke 3 K1 = data ke 60 ¾  = 85+ ½ (85-85) = 85

 

B.2.   DATA BERKELOMPOK  DENGAN  KELAS

           

         Data nilai mata kuliah Statistik

 

No

Kelas Nilai

Frekuensi (fi )

Nilai Tengah (xi)

fxi

1

31 – 40

1

35,5

35,5

2

41 – 50

2

45,5

91,0

3

51 – 60

5

55,5

277,5

4

61 – 70

15

65,5

982,5

5

71 – 80

25

75,5

1887,5

6

81 – 90

20

85,5

1710,0

7

91 – 100

12

95,5

1146,0

 

LebarKelas=10

 

 

 

 

Jumlah

n = 80

6.130,0

 

Mean   =   = 76,62

Median = b + p (

              = 70,5 + 10 ( )  = 70,5 + 10 (   ) = 70,5 + 6,8 = 77,3

               b = batas bawah kelas median, ialah kelas di mana median terletak

               p = panjang atau lebar kelas dimana median terletak

               n = banyaknya data

               F = jumlah semua frekuensi di bawah kelas median

               f = frekuensi kelas di mana median berada

 

 

Modus = b + p ( )  = 70,5 + 10 ( )  = 70,5 + 10 (   ) = 70,5 + 6,67 = 77,17

               b = batas bawah kelas modus, ialah kelas di mana modus terletak

               p = panjang atau lebar kelas dimana modus terletak

               b1 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya

               b2 = selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sesudahnya

 

Kuartil:   Ki = b + p ( )     i = 1, 2, 3

               b = batas bawah kelas kuartil, ialah kelas di mana kuartil terletak

               p = panjang atau lebar kelas dimana kuartil terletak

               n = banyaknya data

               F = jumlah semua frekuensi di bawah kelas kuartil

               f = frekuensi kelas di mana kuartil berada

 

              K1 = data ke  = data ke 20

K1 = b + p ( ) = 60,5 + 10 ( ) = 60,5 + 10 ( 0,8 ) = 68,5

 

K2 =data ke 2 K1 = data ke 40

K2 = b + p ( ) = 70,5 + 10 ( ) = 70,5 + 10 ( 0,68 ) = 77,3

K3 = …. ?

 

Desil:   Di = b + p ( )                  i = 1, 2, 3, …… 9

               b = batas bawah kelas desil, ialah kelas di mana desil terletak

               p = panjang atau lebar kelas dimana desil terletak

               n = banyaknya data

               F = jumlah semua frekuensi di bawah kelas desil

               f = frekuensi kelas di mana desil berada

                               

              D1 = data ke  = data ke 8

D2 =data ke 2 D1 = data ke 16

D2 = b + p ( ) = 60,5 + 10 ( ) = 60,5 + 10 ( 0,53 ) = 65,8

D3 = …. ?        D4 = …. ?        D5 = …. ?        ……………..       D9 = …. ?

 

B.3.  DATA BERKELOMPOK DENGAN PENYEDERHANAAN

                        Dipilih fi tertinggi, berarti dipilih A = 75,5,  jadi  ci   =

                   Maka             Mean             =  A + p (  )

         Data nilai mata kuliah Statistik

 

No

Kelas Nilai

Frekuensi (fi )

Nilai Tengah (xi)

ci

fci

1

31 – 40

1

35,5

– 4

– 4

2

41 – 50

2

45,5

– 3

– 6

3

51   – 60

5

55,5

-2

– 10

4

61 – 70

15

65,5

-1

– 15

5

71 – 80

25

75,5

0

0

6

81 – 90

20

85,5

1

20

7

91 – 100

12

95,5

2

24

 

LebarKelas=10

 

 

 

 

 

Jumlah

n = 80

9

 

Mean

           =  A + p (  )

             =  75,5 + 10 (  ) = 75,5 + 1,125 = 76,625

STATISTIKA DAN PROBABILITAS : BAB 1

STATISTIKA & PROBABILITAS

 
 

 

Pengertian statistik, statistika, populasi, sampel dll. 

    • Penyajian data: Diagram-diagram
    • Distribusi frekuensi dan grafiksnya
    • Mean, Median, Modus, Kuartil

 

Statistik : adalah data berupa catatan angka-angka jumlah atau banyaknya sesuatu dari hasil perhitungan atau penelitian.

 

            Contoh : Statistik nilai ujian mahasiswa, statistik data penduduk dll.

 

Statistika: adalah pengetahuan seluk-beluk statistik termasuk pengumpulan dan pengolahan data.

 

Statistika induktif: adalah statistika yang mengolah data sampai diperoleh kesimpulan.

 

Statistika deskriptif: adalah statistika yang hanya mengolah data saja tanpa mengambil kesimpulan akhir.

 

Populasi: adalah obyek keseluruhan yang akan diamati.

 

Sampel: adalah sebagian dari obyek yang diamati, yang menjadi contoh.

 

Sensus: yaitu penghitungan pengumpulan data secara keseluruhan.

 

Sampling: adalah proses pengumpulan & pengolahan data yang dilakukan pada sampel.

 

 

 

Macam-macam data:

 

Data statistik,             data kuantitatif,           data kualitatif,

data intern,                  data ekstern,               data primer,

data sekunder,            data mentah,               data diskrit,

data kontinu.

 

Macam-macam Statistik:

 

Statistik Pendidikan                Statistik Nilai Ujian

Satistik Penduduk                   Statistik Kelahiran

Statistik Kematian                   Statistik Kesehatan

Statistik Perusahaan               Statistik Jam Lembur

Statistik Pertanian                   Statistik Kecelakaan, dll.

 

 

Statistik Pendidikan

di Kelurahan: …………..          bulan:    Agustus 2000

Jenjang

Laki-laki

Wanita

Jumlah

SD

 

 

 

SLP

 

 

 

SLA

 

 

 

UNIV

 

 

 

 

Statistik Penduduk

di Jakarta: …………..   bulan:    Agustus 2000

Walikota

Laki-laki

Wanita

Jumlah

JakPus

 

 

 

JakTim

 

 

 

Jakbar

 

 

 

JakSel

 

 

 

 

 

 

 

Statistik Nilai Ujian

Mata Kuliah: …………..                       Semester: …..

 

Nilai

Ujian

 

Kode

Jumlah

Mahasiswa

0 – 44

E

 

45 – 55

D

 

56 – 61

C

 

62 – 67

C+

 

68 – 73

B

 

74 – 79

B+

 

80 – 100

A

 

 

 

 

 

Statistik Jam Lembur:

Banyaknya jam lembur tiap minggu oleh pekerja-pekerja suatu pabrik adalah:

45        31        46        25        57        39        42        55        20        37

            40        59        11        38        34        22        62        33        48        43

            57        37        43        51        29        41        35        66        45        32

            44        47        42        46        54        65        17        35        53        27

            38        22        33        39        45        32        43        41        57        45

 

Statistik Jam lembur dalam data berkelompok:

Perusahaan: ………..

 

Jam

Lembur

 

Turus

Jumlah

Pegawai

10 – 19

//

2

20 – 29

 ////  /

6

30 – 39

////  ////  ////

14

40 – 49

//// //// //// //

17

50 – 59

  ////  ///

8

60 – 69

///

3

 

 

PENYAJIAN  DATA

 

Diagram  dan Grafiks

 

1. Diagram batang

2. Diagram garis / grafiks  ( lurus / patah / lengkung )

3. Diagram Lambang

4. Diagram lingkaran

5. Diagram Peta

6. Diagram pencar / titik

 

3. Diagram Lambang: dengan menggunakan lambang-lambang.
    Lambang gambar orang, bila untuk statistik banyaknya orang.
    Lambang gambar mobil, bila untuk statistik banyaknya mobil, dst.

5.  Diagram Peta
     Berupa peta-peta daerah dengan tanda-tanda tertentu.

MEAN,  MEDIAN,  MODUS, KUARTIL

A.  Data tidak berkelompok:  x1, x2, x3, …………… xn

Mean : adalah harga rata-rata.

    –    x1 + x2 + ……… +
    x   =          n              =  1/n  ∑  xi  

    –    f1 x1 + f2 x2 + ……… + fn xn
    x   =              n            = 1/n  ∑ fi xi   , 

fi = frekuensi data ke i,  i = 1, 2, 3, … n

    Contoh 1: Carilah Mean dari data: 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11.
              Jawab:  Mean = 1/7 (4 + 6 + 7 + 8 + 10 + 10 + 11)
                        = 1/7 ( 56 )  = 8

    Contoh 2: Carilah Mean dari data: 4, 6, 6, 7, 7, 8, 8, 8, 10, 10.
              Jawab:  Mean = 1/10 (1.4 + 2.6 + 2.7 + 3.8 + 2.10 )
                        = 1/10 ( 4 + 12 + 14 + 24 + 20 )  =
        = 1/10 ( 74 ) = 7,4  //

Median: adalah harga tengah.dari data setelah diurutkan dari kecil ke besar.
   
        Jika banyaknya data n ganjil, maka Median adalah harga yang di
tengah-tengah  atau data yang ke (n+1)/2

        Jika banyaknya data n genap, maka Median adalah harga yang di
tengah-tengah di antara data yang ke n/2  dan data yang ke (n+1)/2.

    Contoh 1: Carilah Median dari 7 data: 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11.
           Jawab:  Median = data ke (7 + 1)/2 = data ke 4  = 8 //
                   

    Contoh 2: Carilah Median dari 8 data: 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11, 11.
           Jawab:  Median = harga tengah di antara data ke 8/2 dan
data ke (8/2 + 1)   atau
= harga tengah di antara data ke 4 dan ke 5 
= ½ ( 8 + 10 ) = 9 //

Modus: adalah harga / nilai yang paling sering muncul, atau
              harga / nilai pada frekuensi tertinggi.

    Contoh-contoh:
    a). Data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11  mempunyai modus = 10.
    b). Data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11, 11  mempunyai modus = 10  dan  11.
    c). Data 4, 6, 6, 8, 10, 10, 11, 11  mempunyai modus = 6, 10  dan  11.
    d). Data 4, 6, 6, 4, 10, 10, 11, 11  tidak mempunyai modus.
    e). Data 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12  juga tidak mempunyai modus.

Kuartil: adalah  harga / nilai yang membagi data menjadi empat bagian,
            Setelah data diurutkan dari kecil ke besar.

    Rumus Kuartil:

        Ki   = data / harga / nilai  ke       i = 1, 2, 3, …….n, n≥4

    Contoh-contoh:
    a). Data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11   K1 = data ke 2 = 6, K2 = data ke 4 = 8,
    K3 = data ke 6 = 10
    b). Data 4, 6, 7, 8, 10, 10, 11, 11   K1 = harga ke 2 ¼  = 6 + ¼ (7-6) = 6 ¼
     K2 = harga ke 4 ½   = 8 + ½  (10-8) = 9
     K3 = harga ke 6 ¾    = 10 + ¾ (11-10) = 10 ¾
    c). Data 4, 6, 6, 8, 10, 10, 11, 11, 12   K1 = …? , K2 = …? , K3 = …? ,
    d). Data 4, 6, 6, 4, 10, 9, 11, 11    K1 = …? , K2 = …? , K3 = …? ,
    e). Data 4, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14    K1 = …? , K2 = …? , K3 = …? ,

STATISTIKA & PROBABILITAS
Dosen : Drs. Sumardi Hs., M.Sc.    
3 sks

Modul 01
Pendahuluan

Lingkup Bahasan:
•    Pokok-pokok kuliah:
o    Pengertian statistik, statistika, populasi, sampel dll.  
o    Penyajian data: Diagram-diagram
o    Distribusi frekuensi dan grafiksnya
o    Mean, Median, Modus, Kuartil
o    Simpangan-Simpangan (Kuartil, Baku dll.)
o    Permutasi
o    Kombinasi
o    Binomial
o    Peluang
o    Distribusi Peluang
o    Distribusi Sampling
o    Uji Hipotesis

Buku Utama:
•    Buku yang digunakan sebagai pegangan mahasiswa dan dosen:
o    Prof. DR. Sudjana, M.A, M.Sc. : METODA STATISTIKA, Penerbit TARSITO Bandung.
o    
o    Schaum’s : PROBABILITY & STATITICS, McGraw-Hill, New-York
o    
o    K A Stroud, Erwin Sucipta : MATEMATIKA UNTUK TEKNIK, Penerbit Erlangga, Jakarta..
 
Pengertian statistik, statistika, populasi, sampel dll.  
o    Penyajian data: Diagram-diagram
o    Distribusi frekuensi dan grafiksnya
o    Mean, Median, Modus, Kuartil

Statistik : adalah data berupa catatan angka-angka jumlah atau banyaknya sesuatu dari hasil perhitungan atau penelitian.

    Contoh : Statistik nilai ujian mahasiswa, statistik data penduduk dll.

Statistika: adalah pengetahuan seluk-beluk statistik termasuk pengumpulan dan pengolahan data.

Statistika induktif: adalah statistika yang mengolah data sampai diperoleh kesimpulan.

Statistika deskriptif: adalah statistika yang hanya mengolah data saja tanpa mengambil kesimpulan akhir.

Populasi: adalah obyek keseluruhan yang akan diamati.

Sampel: adalah sebagian dari obyek yang diamati, yang menjadi contoh.

Sensus: yaitu penghitungan pengumpulan data secara keseluruhan.

Sampling: adalah proses pengumpulan & pengolahan data yang dilakukan pada sampel.


Macam-macam data:

Data statistik,         data kuantitatif,     data kualitatif,
data intern,         data ekstern,         data primer,
data sekunder,     data mentah,         data diskrit,
data kontinu.

Macam-macam Statistik:

Statistik Pendidikan         Statistik Nilai Ujian
Satistik Penduduk        Statistik Kelahiran
Statistik Kematian        Statistik Kesehatan
Statistik Perusahaan        Statistik Jam Lembur
Statistik Pertanian        Statistik Kecelakaan, dll.

Statistik Pendidikan
di Kelurahan: …………..     bulan:    Agustus 2000
Jenjang    Laki-laki    Wanita    Jumlah
SD            
SLP            
SLA            
UNIV            

Statistik Penduduk
di Jakarta: …………..     bulan:    Agustus 2000
Walikota    Laki-laki    Wanita    Jumlah
JakPus            
JakTim            
Jakbar            
JakSel            

Statistik Nilai Ujian
Mata Kuliah: …………..         Semester: …..

Nilai
Ujian    
Kode    Jumlah
Mahasiswa
0 – 44    E    
45 – 55    D    
56 – 61    C    
62 – 67    C+    
68 – 73    B    
74 – 79    B+    
80 – 100    A    
        

Statistik Jam Lembur:
Banyaknya jam lembur tiap minggu oleh pekerja-pekerja suatu pabrik adalah:
45    31    46    25    57    39    42    55    20    37
    40    59    11    38    34    22    62    33    48    43
    57    37    43    51    29    41    35    66    45    32
    44    47    42    46    54    65    17    35    53    27
    38    22    33    39    45    32    43    41    57    45

Statistik Jam lembur dalam data berkelompok:
Perusahaan: ………..

Jam
Lembur    
Turus    Jumlah
Pegawai
10 – 19    //    2
20 – 29     ////  /
6
30 – 39    ////  ////  ////
14
40 – 49    //// //// //// //
17
50 – 59      ////  ///
8
60 – 69    ///    3

PENYAJIAN  DATA

Diagram  dan Grafiks

1. Diagram batang
2. Diagram garis / grafiks  ( lurus / patah / lengkung )
3. Diagram Lambang
4. Diagram lingkaran
5. Diagram Peta
6. Diagram pencar / titik

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 11

Statechart,Class,Component & Deployment Diagram

Statechart diagram

  • Statechart diagram menggambarkan transisi dan perubahan status (dari satu state ke state lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimuli yang diterima.
  • Pada umumnya statechart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu statechart diagram).
  • Status
  • Mendeskripsikan bagaimana suatu object mengalami perubahan status dari event-event
  • Event: internal dan eksternal
  • Status object: kondisi (harga-harga atribut) saat ini
  • Muncul sebagai adjective dalam deskripsi problem, eg., bank account “is open” atau “is overdrawn”, pengeluaran cek akan ditolak jika berada dalam status overdrawn

Class Diagram
Pendahuluan

  • Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek.
  • Class menggambarkan keadaan (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).
  • Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class, package dan objek beserta hubungan satu sama lain seperti containment, pewarisan, asosiasi, dan lain-lain.

Pendahuluan
Class memiliki tiga area pokok :
1. Nama
2. Atribut
3. Method
Contoh: mahasiswa (kelas) memiliki NIM, alamat, dan nomor telepon (atribut). Mahasiswa mendaftar kelas, membatalkan kelas, meminta transkripsi nilai (metode)

Atribut dan metoda dapat memiliki salah satu sifat berikut :

  • Private, tidak dapat dipanggil dari luar class yang bersangkutan
  • Protected, hanya dapat dipanggil oleh class yang bersangkutan dan anak-anak yang mewarisinya
  • Public, dapat dipanggil oleh siapa saja

Class Diagram – Association

  • Obyek berhubungan dengan obyek lain
  • Hubungan digambarkan dalam garis yang menghubungkan antara dua kelas
  • Label (meski opsional) biasanya dalam satu atau dua kata menggambarkan asosiasi (relasi)

Inheritance

  • Seringkali satu atau lebih kelas memiliki atribut dan/atau metode yang sama.
  • Kita tidak perlu menuliskan kode yang sama berulang kali, sehingga digunakan mekanisme

CONTOH CLASS DIAGRAM
Contoh Class + Program

public class Mahasiswa {
String nrp;
String nama;
public Mahasiswa(String newNrp, String newNama){
this.nrp = newNrp;
this.nama = newNama;
}
public String getNrp(){
return nrp;
}
public String getNama(){
return nama;
}

public static void main(String[] args){
Mahasiswa mhs = new Mahasiswa (“07054110006″, “Andi”);
System.out.println(“Nrp : ” + mhs.getNrp());
System.out.println(“Nama : ” + mhs.getNama());
}
}

Deployment Diagram

  • Deployment/physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, di mana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal
  • Sebuah node adalah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node (misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.

Component Diagram

  • Component diagram menggambarkan struktur dan hubungan antar komponen piranti lunak, termasuk ketergantungan (dependency) di antaranya.
  • Komponen piranti lunak adalah modul berisi code, baik berisi source code maupun binary code, baik library maupun executable, baik yang muncul pada compile time, link time, maupun run time.
  • Pada umumnya komponen terbentuk dari beberapa class dan/atau package, tapi dapat juga dari komponen-komponen yang lebih kecil.
  • Komponen dapat juga berupa interface, yaitu kumpulan layanan yang disediakan sebuah komponen untuk komponen lain.

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 10

Sequence Diagram & Collaboration Diagram

Sequence Diagram

  • Merupakan suatu diagram interaksi yang memodelkan suatu skenario tunggal yang dijalankan pada sistem
  • Digunakan untuk memperlihatkan interaksi antar obyek dalam perintah yang berurut.
  • Tujuan utama adalah mendefinisikan urutan kejadian yang dapat menghasilkan output yang diinginkan
  • Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri atar dimensi vertikal (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait).
  • Partisipan : obyek atau entitas yang bertindak dalam sequence diagram
  • Message : komunikasi antar obyek partisipan
  • Terdapat 2 tipe garis yaitu vertikal dan horisontal

Vertikal : waktu -> maju berdasarkan waktu
Horisontal : obyek mana yang beraksi

name : class/actor name

  • name bersifat optional
  • boxes berupa object diberikan tanda garis bawah
  • object yang tidak bernama disebut anonymous objects
  • boxes berupa actor dapat
    juga digambar dengan stick figure

Collaboration Diagram

  • Collaboration diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian message. Setiap message memiliki sequence number.

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 9

ACTIVITY DIAGRAM

  • Menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas dalam sebuah proses
  • Dipakai pada business modeling untuk memperlihatkan urutan aktifitas proses bisnis
  • Struktur diagram ini mirip flowchart atau Data Flow Diagram pada perancangan terstruktur
  • Sangat bermanfaat apabila kita membuat diagram ini terlebih dahulu dalam memodelkan sebuah proses untuk membantu memahami proses secara keseluruhan
  • Activity diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case pada use case diagram

Activity

  • Activity menggambarkan sebuah pekerjaan/tugas dalam workflow.
  • Pada UML, activity digambarkan dengan simbol belah ketupat=‘lozenge’ (horizontal top and bottom with convex sides).

Start State

  • Start state dengan tegas menunjukkan dimulainya suatu workflow pada sebuah activity diagram.
  • Hanya ada satu start state dalam sebuah workflow.
  • Pada UML, start state digambarkan dengan simbol lingkaran yang solid.

End State

  • End state menggambarkan akhir atau terminal dari pada sebuah activity diagram.
  • Bisa terdapat lebih dari satu end state pada sebuah activity diagram.
  • Pada UML, end state digambarkan dengan simbol sebuah bull’s eye.

State Transitions

  • State transition menunjukkan kegiatan apa berikutnya setelah suatu kegiatan sebelumnya.
  • Pada UML, state transition digambarkan oleh sebuah solid line dengan panah.

Decisions

  • Decision adalah suatu titik/point pada  activity diagram yang mengindikasikan suatu kondisi dimana ada kemungkinan perbedaan transisi.
  • Pada  UML, decision digambarkan dengan sebuah simbol diamond.

Swimlanes

  • Object swimlane untuk menggambarkan objek mana yang bertanggung jawab untuk aktivitas tertentu.

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 8

Use Case Diagram

  • Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.

Komponen Use Case Diagram

  • Aktor adalah seseorang atau apa saja yang berhubungan dengan sistem yang sedang dibangun.
  • Aktor sebaiknya diberi nama dengan kata benda.
  • Dalam UML direpresentasikan dengan notasi berikut ini:

Pertanyaan …

  • Siapa yang menggunakan sistem?
  • Siapa yang memasang sistem?
  • Siapa yang memulai sistem?
  • Siapa yang memelihara sistem?
  • Siapa yang mematikan sistem?
  • Sistem lain apa yang menggunakan sistem ini?
  • Siapa yang mengambil informasi dari sistem?
  • Siapa yang menyediakan informasi ke sistem?
  • Apakah segala sesuatu terjadi secara otomatis pada waktu saat ini?

Actor
Ada 3 tipe

  1. Pengguna sistem
  2. Sistem yang lain dan berhubungan dengan sistem yang dibangun
  3. Waktu

Tipe pertama actor secara fisik atau seorang pengguna, gambaran secara umum dan selalu ada pada setiap sistem

  • Ketika memberi nama actor, gunakan nama peranan dan jangan nama posisi
  • Seorang individu dapat memainkan beberapa peranan.

Tipe Kedua adalah sistem yang lain. Misalkan pada sebuah sistem Informasi Puskesmas memerlukan koneksi dengan aplikasi sistem yang lain, semisal SIM rumah sakit.

  • Maka dalam kasus ini, SIM rumah sakit adalah actor.

Tipe ketiga adalah waktu

  • Dapat menjadi actor jika seiring perjalan waktu dapat memicu event/kejadian dalam sistem.

Use Case

  • Adalah bagian fungsionalitas tingkat tinggi yang disediakan oleh sistem.
  • Dengan kata lain, use case menggambarkan bagaimana seseorang menggunakan sistem.
  • Use dalam UML dinotasikan dengan simbol
  • Nama use case

– Simple name
Biasanya berupa kata kerja + kata benda
– Path name
nama di bagian depan menyatakan paket (package) dimana use case tersebut berada

Relasi

  • Relasi antara actor dan use case
  • Arah panah menunjukkan siapa yang mengawali komunikasi.
  • Dengan mengecualikan use case dalam relasi include dan relasi extend, setiap use case harus diinisialisasi oleh actor

Jenis Relasi

  • Generalization
  • Include
  • extends

generalization

  • Hubungan antara induk dan anak
  • Anak mewarisi sifat dan method dari induk
  • Induk disebut root / base
  • Class yang tidak memiliki anak disebut leaf
  • Terbagi menjadi 2
  1. Actor Generalization
  2. Use Case Generalization

Actor generalization

  • Aktor bisa umum atau spesifik
  • Menggunakan generalization

– Pelanggan : General actor
– Pelanggan Perusahaan & Pelanggan Individu:
Specific

Use case generalization

  • Use case anak mewarisi arti dari use case induk sambil menambahkan/memodifikasi behaviour dari induk

Relasi Include

  • Memungkinkan satu use case menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya.

Relasi Extend

  • Memungkinkan suatu use case secara optional menggunakan fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya.
  • Use case pemeriksaan kesehatan suatu saat memerlukan tes laboratorium, tapi pada saat lain tidak. Tergantung pada kondisi pasien yang diperiksa.

Batasan sistem

  • Untuk memperlihatkan batasan sistem dalam diagram use case, Anda dapat menggambarkan sebuah kotak yang melingkupi semua use case, namun actor tetap berada di luar kotak.

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 7

Pengantar UML

Topik Bahasan

  • Pengenalan Berorientasi Objek
  • Pemodelan visual
  • UML
  • Diagram – diagram UML

Pengenalan Berorientasi Obyek

  • Berorientasi Obyek  adalah mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan obyek-obyek yg bekerja sama antara informasi atau struktur data dan perilaku yg mengaturnya.

Konsep Berorientasi Obyek

  • Enkapsulasi
  • Inheritance
  • Polymorhism
  • Enkapsulasi
  • Enkapsulasi adalah menyembunyikan kompleksitas dari luar dan hanya membuka operasi-operasi yg diperlukan saja terhadap obyek-obyek lain.

Contoh Encapsulation Pada Perbankan

  • Informasi/properties objek rekening : No rekening, Nama , alamat dll
  • Perilaku/method objek rekening : buka, tutup, penarikan, penyimpanan, ubah nama, ubah alamat dll
  • Kita bungkus/encapsulate informasi dan perilaku tersebut pada objek rekening
  • Sehingga perubahan-perubahan pada sistem perbankan yang berkaitan dengan rekening diimplementasikan sederhana pada objek rekening

Contoh Pewarisan Pada Perbankan
Objek Induk Rekening :

  • Mempunyai karakteristik umum seperti no rekening, pemilik, tingkat suku bunga

Objek Turunan (Mempunyai karakteristik yang unik dan mewarisi karakteristik umum dari objek induk)

  • Rekening Deposito : atribut jatuh tempo dll
  • Rekening Pinjaman : atribut batas kredit, cicilan minimum

Polymorphism

  • Polymorphism (Banyak Bentuk) adalah suatu operasi yg mempunyai nama yg sama tetapi jika diberikan pada obyek yg berbeda akan mengakibatkan operasi yg berbeda pula.

2. Pemodelan Visual

  • Beberapa pemodelan berorientasi objek
  1. Notasi Booch
  2. Obyek Management Methodology (OMT)
  3. Unified Modeling Language

1. Notasi Booch
Diambil dari nama pembuatnya, Grady Booch di rational Siftware Corporation.
Mengembangkan simbol grafik untuk menyajikan beberapa macam aspek model seperti objek disajikan dengan awan, beberapa anak panah yang merepresentasikan hubungan
Contoh notasi Booch

2. Obyek Management Methodology (OMT)

  • Dibuat oleh DR. James Rumbaugh
  • Pentingnya pemodelan sistem dalam komponen dunia nyata yang disebut objek
  • Penggunaan grafik OMT lebih sederhana dari pada Booch untuk menggambarkan sistem

3. Unified Modeling Language

  • Notasi booch dan OMT ide sama tapi notasi berbeda kendala. Bagi developer dan komunikasi menjadi sulit.
  • 1994 James Rumbaugh & Grady Booch bergabung bersama pada Rational diikuti ivar jacobson pada 1995 Menggabungkan Notasi Booch dan OMT
  • 1996 OMG (Object Management Group) meminta standard notasi OO modeling Rational (James Rumbaugh , Grady Booch & ivar Jacobson) menawarkan final proposal OMG menerima Unified Modeling Language (UML) sebagai bahasa standard pemodelan visual pada Nopember 1997. diikuti developer dan pers. Lainnya.
  • 2001 anggota merevisi kekurangan dan feature yang kurang 2004 UML2.0 dikeluarkan

C. SEJARAH UML
Pengertian UML

  • Unified Modelling Language (UML) adalah sebuah bahasa yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak.
  • UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.

UNIFIED MODELLING LANGUAGE
UML mendefinisikan diagram-diagram berikut ini :

  • use case diagram
  • class diagram
  • behaviour diagram : – statechart diagram – activity diagram
  • interaction diagram : – sequence diagram – collaboration diagram
  • component diagram
  • deployment diagram

Use case diagram

  • Use case diagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case merepresentasikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem.

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 6

Building the Requirements Model

Pendahuluan

  • Analisa kebutuhan merupakan langkah awal untuk menentukan perangkat lunak seperti apa yang akan dihasilkan.
  • Perangkat lunak yang baik dan sesuai dengan kebutuhan pengguna sangat bergantung kepada keberhasilan dalam melakukan analisa kebutuhan.
  • Proses mempelajari kebutuhan pemakai untuk mendapatkan definisi kebutuhan sistem atau perangkat lunak [IEE93].
  • Proses untuk menetapkan fungsi dan unjuk kerja perangkat lunak, menyatakan antarmuka perangkat lunak dengan elemen-elemen sistem lain, dan menentukan kendala yang harus dihadapi oleh perangkat lunak [PRE01].
  • Analisa kebutuhan adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi, model, spesifikasi tentang perangkat lunak yang diinginkan klien/pengguna.

Faktor-faktor analisa kebutuhan

  • Lengkap, semua yang diharapkan oleh klien telah didapatkan oleh pihak yang melakukan analisa.
  • Detail, berhasil mengumpulkan informasi yang rinci sampai hal-hal yang kecil
  • Benar, semua data haruslah benar, sesuai apa yang dimaksud oleh klien, bukan benar menurut apa yang difikirkan oleh pihak yang melakukan analisa.

Langkah-langkah analisa kebutuhan

  • Komunikasi yang baik, mengenal user lebih dekat
  • Mengetahui “apa”, tentang apa yang dikerjakannya, apa data yang menjadi masukan, apa yang dihasilkan.
  • Gunakan istilah yang sederhana
  • Terbuka dengan langkah yang dilakukan dlm pembuatannya termasuk konsekuensinya
  • Menampilkan contoh nyata.

PELAKSANAAN ANALISIS KEBUTUHAN

  • Untuk setiap peruntukan perangkat lunak, tentukan manfaat atau fungsi utamanya.
  • Dari masing-masing manfaat atau fungsi utama tersebut, tentukan bagaimana proses penggunaan atau interaksinya dengan pemakai.
  • Klasifikasi proses interaksi mana yang merupakan proses pengolahan data.
  • Tentukan antarmuka eksternal dan kinerjanya.
  • Buat daftar kebutuhan kemudian modelkan

DAFTAR KEBUTUHAN KINERJA
Contoh:

  • Perangkat lunak harus dapat dioperasikan maksimal sampai 5 pemakai.
  • Boleh ditambahkan dengan atribut kualitas perangkat lunak, misalnya:
  1. Sistem login untuk masing-masing pemakai di awal penggunaan perangkat lunak
  2. Fasilitas backup data historis sesuai periode yang diinginkan
  3. Fasilitas untuk load data historis yang sudah di-back up

PEMODELAN KEBUTUHAN FUNGSIONAL

  • Menggambarkan / menyajikan kembali kebutuhan fungsional perangkat lunak dengan menggunakan diagram dan notasi (tools) tertentu.
  • Diagram dan notasi yang digunakan:
  1. Context Diagram
  2. Data Flow Diagram (DFD)
  3. UML

PEMODELAN KEBUTUHAN FUNGSIONAL ( 2 )
Bagaimana cara memodelkan kebutuhan fungsional ?

Penyebab software gagal diimplementasikan

  • Software yang dihasilkan tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna (user).  Contoh, instansi sekolah, kebutuhan pengguna yang paling mendesak adalah untuk mengefektifkan proses penerimaan siswa baru, namun justru yang dibuat malah sistem absensi siswa atau sistem perpustakaan.
  • Software yang dihasilkan tidak menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pengguna (perusahaan). Contohnya permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan adalah proses pelaporan yang lambat dan tidak segera sampai ke pimpinan yang sering berada di luar kota. Solusi yang ditawarkan justru aplikasi berbasis desktop dimana untuk mengakses aplikasi pimpinan harus berada di kantor.
  • Software yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi perusahaan (instansi). Misalnya untuk sebuah instansi yang hanya memiliki beberapa buah komputer tanpa adanya jaringan, ternyata dibuatkan suatu sistem yang berbasis client-server dimana diperlukan konektivitas antar semua komputer.
  • Software yang dihasilkan tidak user-friendly dan lebih rumit dari proses yang sudah ada saat ini, sehingga pengguna dari sistem dapat mengalami banyak kesulitan dan kekecewaan terhadap sistem
  • Software yang dihasilkan dibangun dengan teknologi tinggi dan mutakhir namun tidak tepat guna. Contohnya penerapan SMS Gateway dalam sistem penjualan di suatu toko kelontong yang pelanggannya hanya tetangga sekitarnya.

Seharusnya….
Software yang baik adalah software yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna, serta menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh pengguna maupun perusahaan.

PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK : BAB 5

The Object-Oriented Development Life Cycle (OODLC)

TOPIK BAHASAN

  • The Life Cycle
  • The Object-Oriented Analysis Phase
  • The Object-Oriented Design Phase
  • The Construction Phase
  • The Object-Oriented Testing Phase
  • The Maintenance Phase

The Life Cycle

  • OODLC merupakan update dari SDLC (System Development Life Cycle)
  • SDLC merupakan suatu proses yang yang digunakan oleh analis sistem untuk mengembangkan suatu sistem informasi, mulai dari analysis, Design,construction, testing dan implementation sistem.

The Object-Oriented Analysis Phase

  • Dalam analisis, kita memodelkan kebutuhan user
  • Untuk apa sistem dibuat?
  • Output berupa model konseptual.
  • Terdiri dari :

1. Model kebutuhan
2. Model Obyek

The Object-Oriented Analysis Phase

  • Model kebutuhan mempunyai 5 komponen
  1. Lingkup proyek
  2. Context Diagram
  3. Use Case Model
  4. Deskripsi Interface
  5. Studi Kelayakan
  • Lingkup Proyek
  1. Apa yang akan dihasilkan ?
  2. Secara umum, apa yang akan dikerjakan sistem untuk user.
  3. Termasuk mendeskripsikan apa yang tidak bisa dikerjakan sistem.
  • Context Diagram
  1. Dideskripsikan dengan kotak besar yang dikelilingi dengan kotak kecil.
  2. Mewakili entitas eksternal seperti orang, organisasi, sistem, atau hal-hal lain di luar sistem yang berhubungan dengan sistem yang akan dibangun.
  • Use case Model
  1. Mendeskripsikan tentang bagaimana user dapat menggunakan sistem dalam mengerjakan pekerjaannya.
  • Deskripsi interface
  1. GUI
  2. Komunikasi antar interface
  • Studi Kelayakan
  1. Kelayakan Teknis
  2. Kelayakan Ekonomis
  3. Kelayakan Resiko
  • Desain System, Custom development, package
    development.
  • Desain Arsitektur Jaringan, Desain Hardware,
    Desain jaringan
  • Desain Interface, Chart Struktur Interface, Desain input ,
    Desain output
  • Desain File dan Database, Pemilihan format
    penyimpanan data, optimasi data storage
  • Desain Object, Chart Struktur Program, Spesifikasi
    program
  1. Analisis, apa yang harus dikerjakan sistem?
  2. Desain, bagaimana sistem akan mengerjakannya?

The Construction Phase

  • Coding

Seharusnya dibuat dengan bahasa dan database yang berorientasi objek.
The Object-Oriented Testing Phase

  • Lengkapi pengujian untuk masing-masing class dan program.
  • Kemudian pengujian sistem
  • Pengujian harus teliti, lengkap dan otomatis.

The Maintenance Phase

  • Perbaikan bug
  • Perangkat tambahan
  • Virus
  • End-user computing
  • Backup dan restore
  • Pencegahan dari hal yang tidak diinginkan dan pemulihan.